Selasa, 2 Juni 2026

Opini

Opini: Teologi Pesisir dan Ekologi Harapan dari Sabu Raijua

Ketika isu pembangunan pariwisata menggema dalam dokumen kebijakan, maka pesisir Sabu Raijua pun ikut disebut. 

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOK PRIBADI
John Mozes Hendrik Wadu Neru 

Wisata yang lahir dari teologi seperti ini akan:

  • Menghidupkan budaya, bukan menjadikannya tontonan kosong.
  • Menguatkan komunitas, bukan membuatnya terpinggirkan.
  • Menjaga alam, bukan mengurasnya demi kepuasan sesaat.

Peran Gereja: Turun ke Pesisir, Menyuarakan Harapan

Gereja di Sabu Raijua memiliki peran yang strategis. Ia tidak hanya menyampaikan khotbah dari mimbar, tetapi juga bisa menjadi suara yang hidup di tengah masyarakat pesisir.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan gereja sebagai berikut.

  1. Pendidikan ekoteologis dan wisata etis melalui sekolah minggu dan remaja gereja.
  2. Pendampingan petani garam dan rumput laut dalam bentuk pelatihan usaha
    kecil atau promosi produk lokal.
  3. Liturgi kontekstual yang menyisipkan laut, tanah, dan budaya lokal sebagai bagian dari ibadah.
  4. Dialog profetik dengan pemerintah tentang arah pembangunan yang adil. Dengan demikian, gereja bukan sekadar pengamat dari jauh, tetapi rekan kerja dalam membangun kehidupan yang berkelanjutan.

Wisata yang Menghidupkan, Bukan Menghabiskan

Sabu Raijua tidak membutuhkan wisata yang hanya indah di kamera. Ia butuh wisata yang menghidupkan: yang membuat anak-anak petani garam bisa sekolah, nelayan bisa melaut dengan aman, dan budaya bisa dikenali tanpa diperdagangkan.

Pariwisata yang baik adalah pariwisata yang tidak membuat kita kehilangan jati diri.

Ia harus menjadikan rakyat sebagai pemilik, bukan pelayan. Ia harus menjaga pasir dan karang, bukan hanya memakainya untuk pondasi rumah dan hotel.

Dan yang terutama: pariwisata yang benar haruslah mencerminkan kasih—kasih kepada Tuhan, kepada sesama, dan kepada bumi ini. 

Sebab seperti doa yang diucapkan di tepi laut: "Tuhan, ajar kami menghitung setiap langkah pembangunan, agar tidak satu pun melukai ciptaan-Mu." (*)

Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News 

 

Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved