Opini

Opini: Kamis Putih, Kekuasaan Yang Merendah

Perayaan Tri Hari Suci merupakan satu rangkaian perayaan yang membawa umat kepada satu pemahaman akan misteri sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus

Editor: Dion DB Putra
VATICAN MEDIA
ILUSTRASI - Paus Fransiskus mencium kaki seorang wanita narapidana di penjara Rebibbia di pinggiran kota Roma pada Kamis Putih, 28 Maret 2024, sebuah ritual yang dimaksudkan untuk menekankan panggilan pelayanan dan kerendahan hati. 

Berbeda dengan manusia, Yesus yang disebut sebagai Yang Maha Kuasa rela merendahkan diri demi keselamatan manusia. 

Dalam perayaan Kamis Putih, ritual pembasuhan kaki menjadi simbol bahwa ada sikap “merendah” dari Yesus. 

Dengan sikapnya itu sebenarnya Yesus memberikan satu perintah baru yang disebut mandatum novum do vobis: “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi, sama seperti Aku telah mengasihi kamu, demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-muridKu yaitu jikalau kamu saling mengasihi”
(Yohanes 13:34-35).

Kekuasaan yang merendah adalah kekuasaan yang didedikasikan demi tercapainya bonum commune. Hal inilah yang dilakukan oleh Yesus sendiri. 

Maka kita sebagai orang beriman, diajak juga untuk mengambil bagian dalam pelayanan penuh cinta dan ketulusan. Selamat merayakan Tri Hari Suci, semoga Tuhan memberkati kita. (*)

Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved