Opini
Opini: Model Desain Kurikulum untuk Pembelajaran Mendalam, Relevansi bagi Pendidikan di NTT
Model ini bertujuan untuk menciptakan pembelajaran yang mendalam dengan menekankan pada struktur epistemik suatu mata pelajaran.
Misalnya, dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, siswa tidak hanya menghafal tentang siklus air, tetapi juga memahami bagaimana perubahan iklim mempengaruhi pola cuaca lokal dan keberlanjutan sumber air di NTT.
Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih relevan dan bermakna bagi mereka.
Untuk mengimplementasikan pembelajaran mendalam, diperlukan pelatihan bagi para pendidik agar mampu merancang pengalaman belajar yang memungkinkan siswa mengeksplorasi konsep secara lebih menyeluruh.
Dalam banyak kasus, guru di daerah NTT masih menggunakan metode pengajaran tradisional yang lebih berfokus pada hafalan daripada pemecahan masalah.
Oleh karena itu, model CDC dapat menjadi pendekatan yang dapat membantu guru meningkatkan efektivitas pembelajaran.
Model Curriculum Design Coherence (CDC)
Model CDC dikembangkan untuk menciptakan kurikulum yang lebih terstruktur dan kohesif, dengan menghubungkan beberapa elemen utama dalam pembelajaran.
Model ini berusaha untuk membangun pemahaman yang lebih dalam dengan membedakan serta menghubungkan empat elemen kunci dalam kurikulum:
- Konsep Mata Pelajaran – Prinsip utama atau gagasan besar yang menjadi inti dari suatu disiplin ilmu.
- Konten Mata Pelajaran – Fakta dan informasi yang diajarkan dalam kurikulum.
- Kompetensi Mata Pelajaran – Keterampilan yang diperlukan untuk memahami dan menggunakan konsep-konsep tersebut.
- Asesmen – Cara mengevaluasi pemahaman dan keterampilan siswa secara lebih holistik.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Young dan Muller (2010) tentang Powerful Knowledge, struktur epistemik dalam suatu mata pelajaran memegang peranan penting dalam memastikan bahwa siswa tidak hanya memahami fakta, tetapi juga mampu menghubungkan pengetahuan dengan keterampilan yang diperlukan.
Model CDC mengaplikasikan prinsip ini dengan merancang pembelajaran yang lebih sistematis dan berbasis konsep.
Misalnya, dalam mata pelajaran Matematika, siswa tidak hanya diajarkan rumus tetapi juga memahami bagaimana rumus tersebut bekerja dalam berbagai konteks.
Seorang siswa di NTT yang memahami konsep perbandingan dalam Matematika dapat menerapkannya dalam analisis pertumbuhan populasi atau perhitungan kebutuhan air di daerahnya.
Hal ini menunjukkan bahwa model CDC dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan dengan memberikan struktur yang jelas dalam desain kurikulum.
Dalam pengujian awal yang dilakukan di Selandia Baru dan Inggris, guru yang menerapkan model ini melaporkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep inti dalam mata pelajaran mereka.
Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana membantu guru memahami struktur epistemik dari mata pelajaran yang mereka ajarkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Yulius-Maran-Regina-Pacis.jpg)