Liputan Khusus
Lipsus - Satu Dapur Tiap Kecamatan untuk Program Makan Bergizi Gratis
Pemkab Rote Ndao sudah berupaya berkomunikasi dengan pemerintah pusat sebelum Badan Gizi Nasional resmi dibentuk.
POS-KUPANG.COM, BA'A - Asisten Administrasi Umum Setda Rote Ndao, Jermi Haning mengungkapkan Pemerintah Daerah Rote Ndao telah mempersiapkan dan mengantisipasi segala sesuatu terkhususnya kebutuhan pangan apabila program makan bergizi gratis bergulir di negeri sejuta Lontar.
"Sampai saat ini kita tahu pemerintah pusat masih melakukan uji coba, khusus di NTT telah dilakukan di dua daerah yaitu Kota Kupang dan Kabupaten Kupang," pungkas Jermi, Selasa (21/1).
Dikatakan, informasi soal pelaksanaan makan bergizi gratis di Rote belum ada. Namun dasar hukumnya sudah ada, seperti Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 tentang pembentukan Badan Gizi Nasional, sehingga anggarannya langsung dari Pemerintah Pusat.
'Walaupun kemudian dalam perjalanan kita baca di media bahwa ada peluang atau kemungkinan sharing cost ke pemerintah provinsi sampai kabupaten. Nah yang ini kita belum tahu pembagian pastinya seperti apa. Jadi belum ada informasi resmi," tuturnya.
Soal perencanaan, kata Jermi, Pemkab Rote Ndao sudah berupaya berkomunikasi dengan pemerintah pusat sebelum Badan Gizi Nasional resmi dibentuk. Hanya saja pihak Pemda juga kesulitan harus berkomunikasi dengan siapa di pusat.
"Tapi sejak tahun lalu kami telah melakukan persiapan-persiapan untuk mengantisipasi kebutuhan pangan, karena masalah utamanya di suplai pangan. Sejak awal kita menyakini Presiden Prabowo memprioritaskan pangan lokal, sehingga kami di pemda bersama bapak-bapak camat dan kepala desa mulai mengidentifikasi pangan lokal di wilayah Rote Ndao," ucap Jermi.
Kemudian, pihak pemda juga mempersiapkan tempat. Ada dapur dan gudang untuk menyimpan dan mengolah pangan tersebut. Selanjutnya pihak Pemda Rote Ndao juga telah mempersiapkan dua SMP dan dua SMA untuk uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Jadi nanti kita siapkan satu desa satu gudang, satu kecamatan satu dapur dan kebutuhan lahan serta pangan. Kami sudah mempersiapkan datanya. Apakah nanti pemerintah pusat membawa pangan dari luar daerah atau dari dalam daerah? Yang penting pemda sudah siapkan payungnya," lugas Jermi.
Sementara sekolah-sekolah di Rote Ndao masih menunggu dimulainya program makan bergizi gratis di wilayah itu.
"Program pemerintah ini kami anggap sangat membantu anak-anak. Untuk launching makan gratis di Rote Ndao belum dilakukan," ucap Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Lobalain, Jermias Manafe.
Ia mengaku, sebelum tanggal 6 Januari 2024, SMAN 1 Lobalain telah didatangi petugas makan gratis untuk pendataan jumlah anak dan pihak sekolah telah memberikan datanya.
"Saya sempat tanya ke petugas, kira-kira program ini kapal mulai di Rote, lalu petugasnya menjawab, kira-kira tanggal 7 Januari 2024. Nah sampai saat ini belum dimulai. Katanya nanti ada dapur umum, di Kecamatan Lobalain letaknya di Kelurahan Metina," beber Jermias.
Dikatakan, program makan gratis sebetulnya sangat membantu, terutama untuk anak-anak di SMAN 1 Lobalain yang rumahnya jauh dari sekolah.
"Apalagi SMA hanya ada di pusat kecamatan, maka akan sangat membantu anak-anak dari desa-desa pelosok, yang jarak 10 kilometer ke sekolah. Memang program makan gratis ini sangat membantu dan kami menyambutnya dengan baik," kata Jermias.
Ia juga menyampaikan, intinya pemerintah pusat dan pemerintah daerah mengatur regulasi yang tepat untuk makan bergizi gratis ini sehingga tepat sasaran dan bermanfaat bagi generasi bangsa.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.