Selasa, 9 Juni 2026

Beranda Kita

Beranda Kita: Anomali Salju

Namun, sampai Selasa 30 Oktober 2024, tidak tampak  salju di puncak gunung berapi setinggi 3.776 meter di atas permukaan laut tersebut. 

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
POS KUPANG/TYA
Beranda Kita 

Anomali juga terjadi di gurun pasir Arab Saudi pekan pertama November 2024.  Padang pasir yang biasanya kering kerontang berubah menjadi pemandangan musim dingin yang mengejutkan.  

Butiran salju yang menutupi bukit pasir telah memenuhi media sosial dengan foto-foto yang memukau dan video-video viral, memperlihatkan kontras tajam antara hamparan salju putih dengan warna emas khas gurun. 

Dilansir CNBCTV18, salju ini bukanlah kejadian biasa. Menurut laporan dari Pusat Meteorologi Nasional (NCM) Uni Emirat Arab, salju muncul setelah badai hujan deras dan hujan es yang melanda beberapa daerah di Arab Saudi.  

Sistem tekanan rendah yang berkembang di Laut Arab diyakini membawa massa udara lembap yang ketika bertemu dengan panasnya gurun menghasilkan kombinasi hujan, es, dan akhirnya, salju.

Foto-foto dan video yang tersebar di media sosial memperlihatkan bukit-bukit pasir yang tertutup salju, mengubah suasana gurun yang gersang menjadi pemandangan bak Pegunungan Alpen Swiss.

“Siapa yang menyangka bisa menikmati pemandangan salju di gurun?” ujar seorang pengguna media sosial. 

Namun, cuaca ekstrem belum berakhir. Badan cuaca Arab Saudi memperingatkan penduduk bersiap menghadapi badai petir, hujan es, dan angin kencang yang diprediksi melanda beberapa hari ke depan.  

Meskipun turunnya salju memberikan momen mengejutkan, warga setempat diminta waspada karena cuaca ekstrem dapat mengurangi jarak pandang dan berpotensi mengganggu transportasi. (*)

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved