Opini
Opini: Jalan Terjal Demokrasi dan Diskursus Politik Gagasan
Dialektika antara masalah rakyat dan tawaran gagasan para kandidat menjadi diskursus yang dinamis nantinya.
Dinamika politik gagasan ini juga berkontribusi terhadap kesehatan demokrasi kita. Dengan mengutarakan gagasan dan rencana aksi yang realistis, topik politik kita menjadi lebih bermartabat karena para calon pemimpin kita memiliki kemampuan mumpuni yang teruji secara ilmiah.
Tentunya, masyarakat cendekiawan daerah diharapkan sungguh untuk mampu menguji kemampuan para calon pemimpin. Keterlibatan perguruan tinggi dalam memberi catatan kritis terhadap gagasan para calon kepala daerah menjadi ruang pengabdian kepada masyarakat.
Sebab saya meyakini perguruan tinggi berisi manusia-manusia berkemampuan akademik tinggi dan jauh dari kepentingan politik partisipan.
Sebagai catatan akhir, diskursus politik gagasan ini pun menjadi ajang pendidikan politik yang benar kepada rakyat dan generasi selanjutnya. Menanamkan gagasan dalam perhelatan politik lima tahunan ini menjadikan ajang dimana generasi muda belajar untuk meningkatkan kapasitas dirinya untuk menjadi pemimpin kedepan.
Karena itu perlu ditegaskan bahwa publik menantikan dialektika gagasan dalam membangun daerah menjadi topik ideal pada perhelatan pilkada serentak 2024 ini. Sosialisasi dan kampanye kedepan mesti berisi gagasan besar membangun daerah.
Rakyat berhak diberi ruang dialog yang luas.
Isu-isu politik primordial mesti dihindari para kandidat dan tim sukses. Rakyat perlu menghukum para kandidat yang mengandalkan uang tanpa gagasan. Suara rakyat mewakili harga dirinya.
Suara rakyat tidak dapat dibeli dengan rupiah atau tidak dapat ditukar dengan materi apapun itu. Vox Populi, Vox Dei. Suara Rakyat, Suara Tuhan. Berhentilah merendahkan rakyat dengan politik transaksional, mari adu gagasan dan tawarkan rencana aksi yang lebih realistis. Merdeka!!!
| Opini - Kosmologi Herakleitos dan Krisis Ekologi NTT: Membaca Perubahan, Menemukan Keseimbangan |
|
|---|
| Opini: Arah Baru Penganggaran Publik |
|
|---|
| Opini: Transformasi Bank NTT menjadi Perseroda |
|
|---|
| Opini: Jangan Anggap Remeh RKPD- Di Sini Nasib Rakyat dan Anggaran Ditentukan |
|
|---|
| Opini: Dilema Kesejahteraan- Efisiensi atau Erosi Birokrasi? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Ilusrasi-kusrsi-kepala-daerah.jpg)