Opini

Opini: Ansy Lema Harapan Milenial NTT

Sejak 14 April 2024, dukungan kelompok milenial dari berbagai daerah di Provinsi NTT muncul dan tumbuh secara eksponensial.

Editor: Dion DB Putra
POS-KUPANG.COM/IST
Anggota DPR RI Ansy Lema. 

Salah satu indikatornya adalah kemiskinan. Sebanyak 13 kabupaten di NTT masih tergolong daerah tertinggal. Ini setara dengan 21 persen dari total 62 daerah tertinggal di Indonesia!

Parameter daerah tertinggal sebagaimana termaktub dalam Pasal 2 Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2020 tentang Penetapan Daerah Tertinggal 2020-2024, mencakup perekonomian masyarakat, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, kemampuan keuangan daerah, aksesibilitas dan karakteristik daerah.

Ketertinggalan ini salah satunya disebabkan oleh kemiskinan ekstrem yang tinggi.

Menurut data BPS NTT, penduduk miskin di NTT per Maret Tahun 2023 sebanyak 19,96 persen setara dengan 1,14 juta orang. Angka ini menjadikan NTT sebagai daerah termiskin ketiga di Indonesia.

Ketika penduduknya semakin miskin, tentu akses kesehatan yang baik, pendidikan yang tinggi pun sulit. Dampaknya adalah meningkatkan prevalensi stunting dan angka putus sekolah.

Merujuk pada hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) oleh Kementerian Kesehatan, prevalensi stunting provinsi NTT menduduki posisi pertama di Indonesia dengan angka 35,5 persen pada 2022. Angka ini hanya naik 0,1 persen dalam waktu empat tahun, dimana pada 2018 persentase stunting di NTT sebesar 35,4 persen atau 81.434 balita.

Intervensi kebijakan pemerintah mutlak diperlukan untuk mentransformasi desain kebijakan yang belum tepat sasaran sehingga memastikan semua pihak, terutama kaum periferi dan kurang mampu memiliki akses kepada kesehatan dan pendidikan.

Ansy Lema menemukan solusi atas permasalahan kemiskinan di NTT melalui rencana grand strategi pembangunan yang mencakup tiga sektor utama, yaitu “Nelayan, Tani, dan Ternak,” yang disingkat NTT. Ketiga sektor ini identik dan merupakan identitas potensial masyarakat NTT yang perlu diberdayakan dan dikembangkan.

Selama menjadi DPR, Ansy Lema telah menunjukkan keprihatinannya dengan menyalurkan berbagai jenis bantuan berharga miliaran bagi kelompok-kelompok petani, peternak, dan nelayan di NTT. Bantuan itu berupa alat mesin pertanian, kapal, peralatan menangkap ikan, dan berbagai program pemberdayaan masyarakat lainnya.

Kini, milenial NTT menaruh harapan besar pada punggung Ansy Lema. Mereka ingin NTT tidak lagi dipimpin oleh pemimpin yang hanya pandai menebar janji tanpa kerja nyata.

Mereka sangat mengimpikan pemimpin yang kaya akan gagasan, paham kebutuhan kaum muda sekaligus menunjukkan kepedulian dan kecintaan kepada NTT dalam aksi nyata.*

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved