Opini
Opini: Ansy Lema Harapan Milenial NTT
Sejak 14 April 2024, dukungan kelompok milenial dari berbagai daerah di Provinsi NTT muncul dan tumbuh secara eksponensial.
Artinya, mereka mudah gelisah oleh realitas ketidakadilan, korupsi, kemiskinan, dan masalah lain yang terpampang di depannya.
Dalam momentum Pilgub NTT tahun 2024, KPU Provinsi NTT sendiri mengakui
bahwa generasi milenial menjadi bagian terpenting dari pemilih dan akan memiliki dampak besar pada hasil Pilkada.
Ketika kesadaran dari kelompok ini meningkat dalam hal partisipasi politik di pemilu, maka tidaklah mustahil bagi kontestan yang menyasar segmentasi ini akan cenderung lebih mudah memenangkannya. Tidak hanya pada tataran pertarungan wacana, tetapi juga akumulasi elektoral.
Data KPU NTT pada tahun 2023 mencatat, jumlah pemilih milenial di NTT sebanyak 1.312.047 pemilih atau 32,73 persen dari total pemilih NT yang mencapai 4.008.475 orang.
Sementara itu, Generasi Z, adik kandung dari milenial, yang lahir antara tahun 1997-2012 tercatat mencapai 1.172.985 pemilih atau sekitar 29,26 persen dari DPT.
Jumlah pemilih dari dua generasi ini mencapai 2.485.032 orang (61,9 persen). Angka ini menjadikan mereka sebagai pemilih pemula yang paling signifikan di Pilgub NTT 2024.
Tentu, lumbung populasi milenial NTT dapat menjadi kekuatan ‘jejaring pengetahuan’ yang besar asalkan dibentuk melalui mekanisme yang profesional dan independen.
Mereka tidak boleh dijadikan hanya sebagai ‘komoditas politik’ di momen pilkada, tetapi harus menjadi ‘blok politik’ yang memiliki akses dan sumber daya politik ke dalam desain kebijakan dan implementasi agenda strategis.
Di tengah fluiditas teknologi digital, bonus demografi ini menjadikan milenial sebagai pemegang kendali atas aliran informasi politik di pelbagai ruang percakapan. Kehadiran milenial yang memiliki wawasan politik sekiranya membantu mendorong perwujudan demokrasi bermartabat.
Mereka harus dapat merubah kecenderungan haluan politik transaksional menjadi sistem kontestasi demokrasi yang memuliakan rasionalitas, akuntabilitas, integritas dan profesionalitas.
Harapan Milenial NTT
Tak dapat dipungkiri fakta bahwa Ansy Lema muncul sebagai pembeda dalam kontestasi Pilgub NTT 2024. Berpengalaman sebagai aktivis, akademisi, jurnalis dan juru bicara serta anggota DPR RI, menjadikan Ansy Lema sebagai kandidat dengan paket lengkap yang secara holistik memahami masalah NTT dari hulu hingga hilir.
Dia juga memiliki pemahaman teoretis-akademis yang memadai, serta perjalanan karir di bidang politik praktis dan komunikasi politik, hingga aspek perjuangan civil society yang dibalut spiritualitas personal, semuanya seakan-akan sudah menyiapkan jalan dan proses tempaan untuk menjadi pemimpin NTT masa depan.
Selama proses jaring aspirasi di bulan April 2024, milenial di NTT menilai Ansy Lema adalah sosok pemimpin yang sangat paham mengenai solusi masalah di NTT.
Setelah lima tahun berlalu, anak-anak muda sebagai tulang punggung NTT merasakan belum adanya signifikansi pembangunan yang bisa membawa kesejahteraan untuk rakyat. Pemimpin datang dan pergi tetapi masalah kronis di bumi Flobamora belum juga terselesaikan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.