Opini

Opini: Ansy Lema Harapan Milenial NTT

Sejak 14 April 2024, dukungan kelompok milenial dari berbagai daerah di Provinsi NTT muncul dan tumbuh secara eksponensial.

Editor: Dion DB Putra
POS-KUPANG.COM/IST
Anggota DPR RI Ansy Lema. 

Sebagai generasi yang melek internet, mereka bahkan memiliki bank data tentang rekam jejak setiap figur yang akan maju dalam ajang Pilgub NTT 2024. Dari figur-figur yang muncul, Ansy Lema adalah salah satu sosok pemimpin yang peduli pada masalah NTT.

Bagi milenial NTT, Ansy Lema tidak hanya meraung seperti singa di parlemen, tetapi juga membuktikan kecintaannya dengan turun ke lapangan dan memfasilitasi bantuan pemerintah pusat untuk rakyat.

Salah satu bukti nyata perjuangan Ansy Lema untuk masyarakat Sumba Timur adalah investasi Rp14 miliar untuk pelestarian plasma nutfah Sapi Sumba Ongole.

Di banyak daerah konstituennya, sudah begitu banyak bantuan yang disalurkan. Ini tentu bukan dari kantongnya sendiri, tetapi bagaimana kemampuannya untuk mendesak pemerintah merilis anggaran untuk rakyat NTT.

“Tone” aspirasi milenial di belasan kabupaten yang telah mendeklarasikan dukungan kepada Ansy Lema umumnya sama, yaitu bahwa mereka menginginkan pemimpin masa depan yang bisa memberikan solusi atas kompleksitas masalah di Nusa Cendana.

Mereka tidak hanya ingin pemimpin yang baik dan bersih, atau anti korupsi, tetapi lebih dari itu, mengimpikan pemimpin yang tahu kerja, paham masalah daerah, mampu mengkapitalisasi potensi daerah, dan mampu mengentaskan masalah kemiskinan serta isu di bidang pendidikan, kesehatan, pariwisata dan lapangan kerja.

Menurut milenial NTT, “Kaka Ansy” adalah sosok pilihan yang memenuhi semua kriteria pemimpin ideal untuk NTT. Selain memiliki integritas dan kapabilitas, dia adalah figur yang paling dekat dengan rakyat sebagaimana filosofi partainya: ‘wong cilik’.

Tanpa mengabaikan sistem ‘meritokrasi politik’ dan struktur budaya yang kental, NTT perlu membuat lompatan generasi sehingga panggung politik dapat diisi generasi baru yang memiliki visi bernas dalam mengelola kekuasaan.

Ansy Lema adalah pilihan yang tepat untuk merepresentasikan kepemimpinan dari generasi baru di NTT. Lantas, seberapa signifikan pengaruh milenial dalam kontestasi politik?

Signifikasi Peran Milenial

Dalam sejarah Indonesia, kaum muda berkali-kali mengambil peran. Di tengah berbagai masalah bangsa, mereka selalu berada di garda terdepan membela kepentingan rakyat banyak. Ketika teknologi digital semakin berkembang, peran generasi muda pun semakin besar.

Tidak hanya karena intensitas yang tinggi di internet, melainkan lebih karena kemampuan memproduksi dan mereproduksi informasi. Generasi ini memimpin masyarakat dalam hal akses informasi dan kemampuan mereka untuk terlibat lebih aktif dalam diskursus politik.

Pyöriä, et.al dalam artikel The Millennial Generation: A New Breed of Labour? yang dipublikasikan pada SAGE Open tahun 2017 menyatakan bahwa generasi ini memiliki ciri kaum terdidik, bekal keilmuan memadai, kritis dan terbuka mengutarakan opini terkait isu-isu sosial yang saat ini terfasilitasi oleh internet.

Ketika penetrasi internet dan akses kepada media digital yang kian tinggi dan gerakan politik milenial juga menguat, CSIS dalam risetnya pada tahun 2017 memprediksi kaum milenial berpotensi memiliki kekuatan politik di masa depan.

Dalam bidang ekonomi dan sosial, milenial selalu menjadi motor perubahan. Mereka memiliki kesadaran sosial tinggi pada tanggung jawab organisasi dan lebih suka pekerjaan yang bertanggung jawab secara sosial.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved