Opini
Opini: Mengurai Makna Kunjungan Apostolik Paus Fransiskus ke Indonesia
Dalam pintasan sejarah, Paus pertama yang melakukan kunjungan apostolik dengan menggunakan pesawat adalah Paulus VI.
Oleh: Dr. Doddy Sasi, Cmf
Ketua Tribunal Keuskupan Agung Kupang dan Dosen Hukum Gereja STIPAS KAK
POS-KUPANG.COM-Lawatan Paus Fransiskus pada bulan September 2024 nanti merupakan perjalanan apostoliknya yang ke-43 selama masa pontifikalnya.
Paus Fransiskus adalah Paus ketiga yang akan mengunjungi Indonesia. Sebelumnya ada Paus Paulus VI (3 Desember 1970) dan Paus Yohanes Paulus II (8-12 Oktober 1989).
Ketika sudah ada kepastian berita tentang kunjungan apostolik Paus Fransiskus ini, ada yang bertanya kapan 'tradisi' kunjungan apostolik itu dimulai? Apa maksud dan tujuan dari sebuah kunjungan apostolik Paus.
Dalam pintasan sejarah, Paus pertama yang melakukan kunjungan apostolik dengan menggunakan pesawat adalah Paulus VI.
Kala itu pada tanggal 4 Januari 1964, Paus Paulus VI melakukan kunjungan apostoliknya ke Tanah Suci, dimana puncak dari kunjungan ini adalah pertemuan bersejarah di Yerusalem antara beliau dan Patriark Ekumenis Konstantinopel, Athenagoras.
Dari sepenggal kisah ini, kita tentu dapat mengatakan bahwa tradisi perjalanan apostolik dimulai dengan Paulus VI, tetapi Paus yang paling banyak melakukan perjalanan tidak diragukan lagi adalah Yohanes Paulus II, yang mencapai angka tidak kurang dari 104 perjalanan apostolik.
Dari Polandia hingga Kuba, dari Madagaskar hingga Kanada, Bapa Suci mengunjungi tidak kurang dari 127 negara selama masa kepausannya. Paling tidak dalam setahun mendiang Paus Yohanes Paulus II mengunjungi sekitar 5 negara.
Paus Fransiskus ketika ingin melakukan kunjungan apostoliknya yang pertama, beliau mengenang kata-kata saat kunjungan apostolik pertama dari Paus Paulus VI dengan mengatakan: "Ia meresmikan perjalanan kepausan di dunia sebagai cara baru untuk melaksanakan pelayanan pastoral seorang Paus, yang mana memungkinkan dirinya sebagai Uskup Roma untuk menjangkau begitu banyak orang yang tidak akan pernah bisa berziarah ke Roma".
Mengenang Paus Yohanes Paulus II, Paus Fransiskus mengutip kata-katanya: “kunjungan apostolik adalah bentuk misi yang menjadi bagian integral dari pelayanan pastoral seorang Paus”.
Dalam konteks kunjungan apostolik ini, yang perlu dicatat bahwa selain sebagai pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia, Paus juga adalah pemimpin Negara Vatikan sehingga kunjungan apostolik yang dilakukannya adalah juga perjalanan diplomatik dengan sendirinya.
Baca juga: Diplomasi Perkenalkan Bahasa Indonesia Harus Intensif Jelang Kunjungan Paus Fransiskus Fransiskus
Sejauh ini Takhta Suci Vatikan memiliki hubungan diplomatik dengan lebih dari 170 negara.
Kita kembali ke kunjungan apostolik dari Paus Fransiskus. Kunjungan apostolik pertama ke luar negeri yang dilakukan oleh Paus Fransiskus adalah ke Brasil pada tahun 2013 untuk perayaan puncak Hari Orang Muda Sedunia.
Paus kemudian pergi ke Tanah Suci, di mana dalam lawatannya ini, beliau menyatakan hak eksistensi Negara Israel dan hak untuk bermartabat bagi rakyat Palestina, juga menyatakan penghargaan dan kedekatannya dengan komunitas Muslim.
Motivasi sebenarnya dari kunjungan ini adalah kenangan akan pelukan bersejarah kunjungan Paus Paulus VI dan Athenagoras pada tahun 1964, yang mewakili tonggak sejarah dialog antaragama.
kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia
Paus Fransiskus
Doddy Sasi
Opini Pos Kupang
Tribunal Keuskupan Agung Kupang
Opini
| Opini: Dunia yang Kehilangan Tatanan |
|
|---|
| Opini: El Nino Godzilla, Potensi Bias Risiko dan Arah Kebijakan |
|
|---|
| Opini: SiLPA NTT 2025- Ketika Sisa Anggaran Menjadi Cermin Kegagalan Serapan |
|
|---|
| Opini: Martabat Perempuan di NTT dalam Terang Dokumen Mulieris Dignitatem |
|
|---|
| Opini: Saatnya Kita Bangun Masyarakat Interkultural |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/PAUS-FRANSISKUS-MISA-MALAM-PASKAH-VATIKAN_01.jpg)