Guru di Ende Cabuli 7 Siswi

Guru di Ende Cabuli Siswi, Orangtua Korban: Hati Kami Hancur

Orangtua siswi korban pencabulan dari oknum guru honorer di Ende, mengaku syok dengan kejadian yang menimpa anaknya.

Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
TERSANGKA - Kasat Reskrim Polres Ende, Iptu Kadiaman dan penyidik pose bersama tersangka di ruang Satreskrim Polres Ende, Sabtu 15 April 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM, ENDE - Orangtua siswi korban pencabulan dari oknum guru honorer di Ende, mengaku syok dengan kejadian yang menimpa anaknya.

Ia mengaku hatinya hancur ketika mendengar anaknya menjadi korban pencabulan oknum guru tersebut.

"Sebagai orangtua saat pertama kali kami mendengar, hati saya sakit, hati hancur karena anak kami jadi korban pencabulan dari guru itu," ungkapnya kepada POS-KUPANG.COM saat ditemui di kediaman keluarganya.

Ia mengungkapkan mengetahui pertama kali kejadian tersebut ketika anaknya malas ke sekolah setelah liburan paskah selesai tepatnya pada, selasa 11 April 2023.

Ia bertanya kenapa tidak pergi ke sekolah. Namun korban tak mau menjawab. Karena tak mau menjawab, ia lalu mengantarkan anaknya ke sekolah sekaligus ingin bertanya kepada guru perihal apa yang terjadi pada anaknya sehingga tidak ingin ke sekolah.

Baca juga: BREAKING NEWS: Tujuh Siswa Jadi Korban Pencabulan Oknum Guru di Ende

Tiba di sekolah, karena masih jam pelajaran akhirnya ia langsung pulang kembali ke rumahnya. Sorenya, ia ke rumah kepala sekolah meminta supaya guru jangan memukul anaknya sampai membuat korban ketakutan.

"Kalau dia sampai takut seperti ini anak saya mau sekolah dimana lagi. Apalagi dia sudah kelas lima begini, tinggal satu tahun lagi dia mau SMP. Akhirnya kepala sekolah mengambil keputusan untuk rapat interen guru supaya besoknya hari rabu rapat dengan guru-guru," ujarnya.

Keesokan harinya, Rabu 13 April 2023, para guru melakukan rapat bersama di sekolah. Dalam rapat tersebut, pelaku mengaku memanggil keempat orang anak karena pelaku bermimpi keempat anak tersebut mengalami luka pada tubuh. Pelaku kemudian memeriksa tubuh korban.

"Saat itu, ibu kepala sekolah marah pelaku karena periksa korban. Kalau mau periksa harus panggil ibu guru yang periksa bukan ambil tindakan seperti itu. Saat itu, ibu kepala sekolah memutuskan untuk skors sementara pelaku tidak mengajar. Pelaku meminta undur diri. Akhirnya ibu bilang baik sudah kalau begitu," ujarnya.

Setelah itu, jelasnya, pelaku sempat mendatangi rumahnya untuk meminta maaf. Ia memaafkan pelaku. Akhirnya antara dirinya dan pelaku berdamai.

Baca juga: Guru Cabuli 7 Siswi SD, Kadis Pendidikan Ende Serahkan Sepenuhnya ke Polisi

Namun, keesokan harinya, Kamis 14 April 2023, ibu pelaku mengamuk di sekolah karena tidak terima anaknya dikeluarkan dari sekolah dan dituduh melakukan pencabulan.

"Sorenya, guru-guru datang ke rumah bilang mamanya ngamuk di sekolah. Mereka takut akan jadi masalah besar. Saya lalu bilang kalau begitu minta perlindungan di polisi," ujarnya.

Keesokan harinya, Jumat 15 April 2023, ia bersama dengan satu orang tua korban lainnya langsung ke Polsek setempat untuk minta perlindungan. Karena ada keluarga yang anggota polisi, mereka menelpon polisi untuk memberitahu masalah tersebut.

"Keluarga kami yang juga polisi ini langsung beritahu kapolsek bahwa ada kasus pencabulan anak di kampung. Mereka akhirnya langsung ke polsek. Tiba di polsek, karena anggota polisi sudah telpon bapak kapolsek, mereka langsung tangkap pelaku," ujarnya.

Saat di polsek itu, dirinya baru mengetahui bahwa anaknya telah dicabuli oleh oknum guru tersebut. Korban mengaku semua perbuatan pelaku terhadap dirinya. Saat itu pula polisi langsung meringkus pelaku di desa tersebut. (tom)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

 


 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved