Berita Rote Ndao
Polres Ungkap Empat Kasus Tindak Pidana di Rote Ndao
petugas dari Australia setelah terdampar. Lalu penyidik mengambil keterangan dan dilakukan pengumpulan alat bukti.
Setelah tiga orang dijanjikan uang tersebut, berangkatlah dari Makassar menggunakan kapal sampai di Pulau Ndao, mereka melakukan lintas ganti, merekrut tiga orang yang sebelumnya sudah disebutkan.
"Jadi totalnya, penyidik berhasil mengamankan tersangka 7 orang. Perlu saya garis bawahi penyeludupan manusia ini merupakan kejahatan trans nasional yang terorganisir," ujar Kapolres Nyoman.
Baca juga: Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Rote Ndao Raih 4 Penghargaan dari KPPN Kupang
Yang dikatakannya, melibatkan pihak-pihak lintas negara yang tentu dari hasil mengamankan tiga orang awal, pihak Polres Rote Ndao bekerja keras, berkoordinasi juga dengan pihak eksternal dan usaha yang dilakukan merupakan dukungan dari Dirtipidum Polda NTT dan Kapolda NTT.
Sebab itu, penyidik berhasil menetapkan pelaku dan dibantu dibekap oleh penyidik dari Polresta Makassar.
Menurutnya, hal ini merupakan transnational crime yang terorganisir, sehingga membutuhkan dukungan dari rekan-rekan penyidik yang ada di Polresta Makassar.
Terkait kasus ini, berkas sudah dikirim ke kejaksaan dan tentu nanti untuk kasus penyeludupan manusia, warga negara Irak ini masih tahap pengembangan.
"Perintah Bapak Kapolda untuk mengungkap sampai ke level penyedia yang memberikan anggaran dan juga benar-benar bisa membedah jaringan ini," tandas Kapolres Nyoman.
Penyelundupan 6 Imgiran India
"Kemudian yang kedua, penyeludupan warga negara India. Kasus ini terjadi pada hari Kamis tanggal 19 januari 2023 lalu. Warga negara India yang diamankan sebanyak 6 orang dan mereka awalnya berlibur sebagai turis di Bali," pungkas Kapolres Nyoman.
Saat di Bali, mereka bertemu dengan saudara K dan dijanjikan untuk pergi ke Maluku yaitu Pulau Saumlaki.
Saudara K ini menjanjikan dari Saumlaki, bisa nanti jalan-jalan ke Darwin, Australia, hanya 3 sampai 4 jam melalui laut yang nanti bisa kembali lagi ke Indonesia atau Pulau Saumlaki. Disebutkan Kapolres Nyoman, penjelasan ini menurut keterangan dari ke 6 imigran India.
Kala itu, merespon tawaran yang bersangkutan, 6 imigiran India tertarik dan ini keterangan dari penyidik, serta mereka membayar sejumlah uang kepada saudara K.
Pada tanggal 22 sampai 23 Desember 2022, 6 imigran India bersosialisasi dengan saudara K di Bali yaitu selama 10 hari.
Selanjutnya, mereka menuju ke Saumlaki, transit di Makasar, masing-masing memberikan uang sebanyak 3.000 US dolar. Jadi total 18.000 US dolar diserahkan kepada saudara K.
Lalu, 6 imgiran India berangkat menggunakan pesawat, sesampainya di Makassar lanjut ke Pulau Saumlaki di situ mereka menginap selama 7 hari dan bertemu dengan ke-4 ABK berinisial Z, G, D dan M.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.