Sumba Timur Terkini
Bahlil Lahadalia Resmikan PLTMH Wairara Sumba Timur
PLTMH Wairara dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Wairara, dengan sistem pengelolaan partisipatif.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Desa Wairara, Kecamatan Mahu, Kabupaten Sumba Timur pada Rabu (29/10/2025) secara daring.
PLTMH ini merupakan bagian dari proyek strategis ketenagalistrikan “Merdeka dari Kegelapan”. PLTMH Wairara memiliki kapasitas yang terpasang 1x128 kilowatt (kW), dan telah beroperasi melayani akses kelistrikan masyarakat di Desa Wairara sejal bulan November 2022.
Sementara ini, PLTMH Wairara dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Wairara, dengan sistem pengelolaan partisipatif yang melibatkan masyarakat secara langsung dalam operasional dan pemeliharaan.
Sebelum hadirnya PLTMH, masyarakat di Wairara hanya mengandalkan genset berbahan bakar solar dengan biaya operasional yang sangat tinggi, sekitar 0,35–0,4 liter solar per kWh.
Kini, dengan beroperasinya PLTMH Wairara, biaya listrik efektif bagi masyarakat turun menjadi sekitar 3–6 sen USD per kWh.
Baca juga: HLN ke-80 di Sumba Timur Diramaikan dengan Humba Electric Fun Run, Walk and Festival 2025
Hal itu menunjukkan adanya penghematan biaya energi masyarakat hingga lebih dari 85 persen, sekaligus pengurangan konsumsi solar sekitar 62.000 liter per tahun atau senilai Rp1,24 miliar per tahun.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung hadir di lokasi, didampingi Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali, Sesditjen EBTKE Sahid Junaidi, Direktur Manajemen Risiko PLN Adi Lumakso dan Kadis ESDM NTT Rosye Maria Hedwine.
Menteri Bahlil Lahadalia dalam sambutan secara daring mengatakan, lewat program “Merdeka dari Kegelapan”, pemerintah melalui Kementerian ESDM berupaya menghadirkan listrik hingga ke pelosok negeri.
Bukan sekadar menyalakan lampu, tetapi membuka akses menuju pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia.
Komitmen tersebut kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dibuktikan peresmian tiga Proyek Strategis Merdeka dari Kegelapan bersamaan, yaitu Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Provinsi Sulawesi Utara, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Wairara (128 kW) di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, dan PLTMH Anggi I (150 kW) dan Groundbreaking PLTMH Anggi II (500 kW) di Pegunungan Arfak Papua Barat.
Bahlil pun meminta agar pada 2030 mendatang, semua desa dan kelurahan sudah berlistrik.
"Sekali lagi saya perintahkan, agar 2029 sampai 2030, semua desa, semua kelurahan, sudah harus ada listrik. Tidak boleh lagi kita biarkan anak-anak kita. Masa depan bangsa, tidak merasakan fasilitas yang layak untuk mereka bisa sekolah baik, bisa kesehatan baik, ya kemudian bisa ekonominya baik," ujar Bahlil di Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara pada Rabu (29/10).
Adapun hingga Semester I tahun 2025, Rasio Elektrifikasi nasional mencapai 98,53 persen. Artinya, hampir seluruh rumah tangga di Indonesia telah menikmati listrik, meskipun masih ada sekitar 1,47 persen rumah tangga yang belum berlistrik, terutama di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Menteri-ESDM-Bahlil-Lahadalia-saat-meresmikan-program-elektrifikasi.jpg)