Berita Malaka

Aska dan Helena Sembuh dari ODGJ, Folgen Fahik: Ini Berkat Menteri Tri Rismaharini 

Sementara Helana sudah sembuh juga, tapi belum tiba di Malaka, karena masih berkunjung ke keluarga di Kupang

Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/ISTIMEWA
KUNJUNGAN - Belum lama ini, Aska dan Ibundanya berkunjung ke Kantor Dinas Sosial Kabupaten Malaka. 

Dalam arahannya Menteri Sosial mengatakan, manusia di mata Allah atau Tuhan adalah sama. Sehingga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) butuh perawatan atau pengobatan supaya bisa kembali menjadi normal. 

"Sesungguhnya mereka punya kemampuan tetapi kita selalu merasa bahwa mereka hanya ada kekurangan. Sebetulnya Allah atau Tuhan menciptakan makhluknya hanya dengan kekurangan saja itu tidak mungkin pastinya ada juga kelebihan," katanya.

Baca juga: Natal 2022, Bupati Simon Nahak: DWP Kabupaten Malaka Bangun Kerja Sama Yang Harmonis

"Saya tahu mungkin banyak yang tidak sependapat dengan saya tapi saya percaya bahwa saudara - saudara kita yang katanya disabilitas itu pasti punya kelebihan. Karena itu acara ini kita berharap kita semua masyarakat disabilitas di seluruh Indonesia untuk mereka mampu dan berdaya mengakses apapun mulai dari pendidikan kesehatan hingga masalah ekonomi," tambahnya.

Dikatakannya, kaum disabilitas ini memiliki kemampuan sehingga harus diberi kesempatan untuk mereka. Dan bisa diberi fasilitas bagi mereka untuk berhasil dan sukses. 

"Kita harus pastikan mereka harus memiliki hak yang sama berhasil dan sukses," tegasnya.  

Sementara Kepala Subag Tata Usaha Sentra Efata di Kupang, Pasfikus Kopong Beda, S.Sos.,SH.,MH di lokasi pelepasan pasung Aska mengatakan bahwa berkaitan dengan Hari Disabilitas Internasional dan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional 2022. 

Menurutnya, pelepasan pasung Aska ini berkat kerjasama dari Sentra Efata di Kupang dengan Dinas Sosial Kabupaten Malaka. Dan didukung oleh Pemerintah dan pihak TNI-Polri.

"Kegiatan ini setelah pelepasan pasung yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial melalui zoom,  Aska terlebih dahulu dimandikan lalu diperiksa kesehatan oleh dokter dan setelahnya diantar Ambulance menuju Rumah Sakit Jiwa di Kupang," ucapnya.

Setelah pasca pelayanan di Rumah Sakit Jiwa pihaknya akan membawa kembali ke Sentra Efata di Kupang untuk pelaksanaan rehabilitasi sosial. 

"Setelah kita merasa bahwa atau penerima manfaat ini sudah sembuh kita akan antar kembali ke rumah," ujarnya.  

Baca juga: Natal 2022, Bupati Simon Nahak: DWP Kabupaten Malaka Bangun Kerja Sama Yang Harmonis

Kita membawa dua pasien yakni Aska dan Helena dari Desa Wederok ini.

"Semoga Tuhan menolong mereka berdua," harapannya.

Sementara Kepala Sentra Efata di Kupang, Supriyono, A.KS, MP mengatakan, negara hadir tentunya untuk membantu yang tidak mampu.

"Kalau ada masalah atau ada orang yang meminta bantuan tentunya kita bantu," demikian. Cuman hari ini pas bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional (HDI) dan kemudian tanggal 20 Desember ada Hari Kesetiakawanan Nasional (HKSN) 2022. 

"Kebetulan di bulan Desember iya jadi agenda peringatan HDI dan HKSN. Salah satu agenda adalah pelepasan pasung," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved