Berita Kota Kupang
Pesona Gadis SBD Dalam Balutan Kain Tenun SBD
kuda juga sebagai simbol belis dan kejantanan sehingga untuk ritual pasola, kuda jadi hewan yang sangat penting disini.
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
"Tergantung kita juga maunya motif yang ramai atau polos," tandasnya.
Kain dan sarung, lanjut dia, merupakan simbol persatuan antara dua keluarga yang dibawa pada saat urusan adat, memulai satu kehidupan baru, tanda penghargaan dan ucapan selamat datang kalau ada tamu - tamu penting. Selain itu juga dibawa ke upacara kedukaan ketika melayat.
"Hampir semua jenis kain ini masih handmade, ditenun manual pakai seperangkat kayu. Nah kalau jenis benang yang dipakai sudah lebih modern, sudah pakai benang tekstil dari pabrikan," ujarnya.
Karena benang yang dipakai sudah dari pabrik, harga kain tenun jadi tidak terlalu tinggi jika dibandingkan dengan kain yang dibuat dengan kapas asli.
Baca juga: Satu Kelurahan di Kota Kupang Laporkan Kasus Covid-19 Paling Tinggi
"Masih ada juga yang alami tapi harganya cukup menguras kantong," ungkapnya.
Sebagai generasi muda Sumba Barat Daya, Empry merasa sedih karena banyak penenun yang masih belum sejahtera.
"Tenun sudah susah - susah tapi kadang harga masih di bawah standar," kata dia.
Dia berharap, pemerintah bisa memberi support kepada para penenun dengan satu wadah khusus agar produk mereka dipasarkan dengan harga yang lebih baik.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/gadis-sbd-dalam-balutan-kain-tenun.jpg)