Sabtu, 30 Mei 2026

Berita Kota Kupang

Pesona Gadis SBD Dalam Balutan Kain Tenun SBD 

kuda juga sebagai simbol belis dan kejantanan sehingga untuk ritual pasola, kuda jadi hewan yang sangat penting disini.

Tayang:
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/ISTIMEWA
Gadis SBD dalam Balutan Kain Tenun  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Kekayaan budaya Nusa Tenggara Timur (NTT) terutama kain tenun Sumba sudah tidak perlu lagi diragukan.

Dengan ciri khas warna yang mencolok, tenun yang satu ini mampu mencuri perhatian dunia. 

Meski terbagi atas empat kabupaten, salah satu motif yang ada di seluruh Pulau Sumba adalah motif Mamuli.

Mamuli juga sering ditemukan tidak hanya dalam bentuk motif kain tenun tetapi juga perhiasan seperti kalung yang dikenakan gadis muda asal Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Empriani Maria Ina Magi.

"Umumnya untuk semua kain Sumba termasuk SBD, motif Mamuli selalu ada karena Mamuli sendiri itu melambangkan rahim perempuan jadi perempuan itu dimuliakan di sini, perempuan sebagai penolong," kata Empri, Jumat, 15 Oktober 2021. 

"Jadi motif mamuli ini bisa ditemukan di seluruh Pulau Sumba dan merupakan simbol penting di Sumba," lanjutnya.

Baca juga: Simak Data Terbaru Info Cakupan Vaksinasi di Kota Kupang

Selain motif mamuli, motif kuda juga juga tidak jarang ditemukan karena kuda Sandalwood merupakan hewan khas Sumba. 

"Kuda itu seperti hewan yang cukup penting, untuk urusan adat itu selalu ada kuda yang menyimbolkan laki - laki sudah siap meminang perempuan," jelas Empry.

Disamping itu, kuda juga sebagai simbol belis dan kejantanan sehingga untuk ritual pasola, kuda jadi hewan yang sangat penting disini.

Tidak hanya motif kuda dan mamuli, ada juga motif manusia entah itu berupa kepala atau manusia utuh.

 "Ada juga beberapa yang motifnya kayak ketupat yang merupakan makanan khas yang ada saat ritual pasola di Sumba Barat itu di Lamboya, Wanokaka dan Gaura kalau di SBD di Kodi," ungkap founder taman baca Dyatame ini. 

Dijelaskan Empry, jenis kainnya juga ada yang ikat pinggir ada juga ikat semua. 

Baca juga: Vaksinasi Warga di Kota Kupang Telah Mencapai 80 Persen, Ini Datanya

"Kalau yang polos ini ada gambar mamuli dibawahnya namanya itu Weepaketeupu kalau di sini SBD," jelasnya.

Kain biru polos dibagian atas yang dikenakan Empry adalah salah satu jenis kain dari Wejewa. Dizaman dulu, kata Empry, motifnya hanya polos seperti itu namun sekarang sudah lebih banyak perpaduan sehingga tidak lagi polos.  

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved