Rizeq Shihab Menangis Di Depan Hakim, Ungkap Kisah Sedih Saat Dicekal di Arab Saudi, Faktanya Begini

Siapa tak kenal Muhammad Rizieq Shihab? Sosok ini terkenal garang selama memimpin FPI. Namun tahukah Anda kalau beliau pernah menangis di depan hakim?

Editor: Frans Krowin
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Detik-detik Eks pentolan Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Shihab (MRS) usai menjalani pemeriksaan selama 4 jam sebagai saksi dugaan penghinaan rectoverso di lembaran uang baru dari Bank Indonesia, yang disebutnya mirip logo 'palu arit'. 

"Namun saya tetap bertekad harus pulang, karena Indonesia adalah tanah air saya dan negeri saya tercinta, serta medan juang saya untuk membela agama, bangsa dan negara, apa pun risikonya," kata Rizieq.

Baca juga: Sandingkan Habib Rizieq Shihab dan Jaksa Pinangki, Fahri Hamzah Singgung Pasal Buat Onar, Fadli Zon?

Setelah menyebutkan hal itu, eks Imam Besar FPI itu terlihat menangis.

Ia berhenti berbicara dan melepas kacamatanya seraya mengeluarkan kain berwarna merah muda dari saku untuk mengelap air matanya.

Sekira 10 detik terdiam dan berusaha tenang, Rizieq melanjutkan kata-katanya.

"Dan selama pengasingan di Kota Suci Mekkah, majelis hakim Yang Mulia, kami sekeluarga juga terus diteror oleh operasi intelijen hitam," kata Rizieq.

Rizieq menuding ada operasi intelijen hitam yang menyampaikan info fitnah kepada Pemerintah Saudi.

Hal itu yang membuatnya diinterogasi oleh Kantor Penyidik Intelijen Arab Saudi.

Baca juga: Siapa Sosok Pria Pembawa Senjata Tajam di Vonis Habib Rizieq Shihab? 200 Simpatisan Sempat Ditangkap

Bahkan, ia dilarang meninggalkan Saudi dengan alasan dicekal atas perintah Kantor Penyidik Intelijen Saudi berdasarkan permintaan Pemerintah Indonesia.

"Saya bersama Keluarga sudah checkiIn sekaligus memasukkan bagasi ke pesawat di Bandara Internasional Kota Jeddah untuk pulang ke Indonesia, ternyata saya dicekal," kata dia.

Diperlakukan Bak Teroris

Dalam pledoinya Rizieq juga sempat mengeluhkan perlakuan yang diterimanya selama ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya.

I

Terdakwa kasus pelanggaran protokol kesehatan di Petambuhan dan Megamendung, Muhammad Rizieq Shihab menangis di depan hakim saat membacakan pleidoinya. Ia tak kuasa menahan air mata saat mengenang pencekalan dirinya saat masih di Arab Saudi.
Terdakwa kasus pelanggaran protokol kesehatan di Petambuhan dan Megamendung, Muhammad Rizieq Shihab menangis di depan hakim saat membacakan pleidoinya. Ia tak kuasa menahan air mata saat mengenang pencekalan dirinya saat masih di Arab Saudi. (Tribunnews.com)

a merasa diperlakukan seperti tahanan kasus terorisme, padahal hanya terlibat pelanggaran protokol kesehatan.
"Kasus saya hanya soal Pelanggaran Prokes tapi diperlakukan seperti Tahanan Teroris," ujar Rizieq.

Rizieq bercerita dirinya sempat diisolasi total sendirian dalam sel yang tiap hari digembok selama 24 jam.

Baca juga: Habib Rizieq Shihab Gelorakan Perlawanan di Ruang Sidang Kepalkan Tangan: Lawan Terus Sampai Bangkit

Hal itu ia rasakan saat menjalani tahanan sementara pada satu bulan pertama.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved