Rizeq Shihab Menangis Di Depan Hakim, Ungkap Kisah Sedih Saat Dicekal di Arab Saudi, Faktanya Begini

Siapa tak kenal Muhammad Rizieq Shihab? Sosok ini terkenal garang selama memimpin FPI. Namun tahukah Anda kalau beliau pernah menangis di depan hakim?

Editor: Frans Krowin
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Detik-detik Eks pentolan Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Shihab (MRS) usai menjalani pemeriksaan selama 4 jam sebagai saksi dugaan penghinaan rectoverso di lembaran uang baru dari Bank Indonesia, yang disebutnya mirip logo 'palu arit'. 

"Kemudian berlanjut ke Pilkada 2017 di Ibukota Jakarta. Ketika itu Ahok si Penista Agama menjadi salah satu calon Gubernur Jakarta yang didukung penuh para oligarki..

"Pendukung Oligarki itu itu sukses menggalang dukungan mulai dari Presiden dan para menterinya, hingga Panglima TNI dan Kapolri serta jajarannya, serta juga seluruh ASN (Aparatur Sipil Negara) di Ibu Kota Jakarta yang diwajibkan untuk memilih Ahok," papar Rizieq.

Muhammad Rizieq Shihab (MRS) menangis dalam ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur saat bacakan pledoi, Kamis 20 Mei 2021.

Baca juga: Kondisi Terkini Rizieq Shihab di Rutan Mabes Polri Jelang Idul Adha 2021

Menurut Rizieq, Ahok pada saat itu mendapat sejumlah dukungan. Bahkan ia menyebut banyak buzzer yang secara terus menerus menyerang siapa saja yang tidak mendukung Ahok.

"Juga pengerahan para dukun dan paranormal untuk minta bantuan kekuatan gaib, dan pengerahan gerombolan preman untuk mengintimidasi masyarakat, belum lagi penerbitan fatwa-fatwa sesat dan menyesatkan dari ulama gadungan yang mendukung Ahok dengan memutar-balikkan ayat dan hadits serta memanipulasi hujjah dan korupsi dalil, di samping itu juga ada siraman dana besar-besaran dari para cukong oligarki," papar dia.

"Sikap politik saya dan umat Islam yang ikut Aksi Bela Islam 411 dan 212 pada 2016 sangat jelas, bahwa kami tidak mau seorang penista agama yang bersikap arogan dan korup, serta sering berucap-kata kasar dan kotor, sekaligus menjadi kepanjangan tangan para oligarki menjadi Gubernur Ibukota Jakarta, apalagi Jakarta adalah wilayah mayoritas muslim yang agamis dan religius, sehingga kami sepakat berkomitmen untuk berjuang mengalahkan Ahok di Medsos dan Pilkada serta pengadilan secara konstitusional," ungkap Rizieq.

Baca juga: Aziz Yanuar Beberkan Kondisi Terkini Rizieq Shihab di Rutan Mabes Polri Jelang Idul Adha

Menurut Rizieq, hal itu yang membuatnya kemudian menjadi target kriminalisasi. Bahkan ia mengaku menjadi target rekayasa kasus sejak 2017.

Alhasil, Rizieq kemudian mengaku memilih hijrah ke Arab Saudi untuk menghindarkan konflik horizontal.

"Eskalasi politik saat itu semakin memanas dan masyarakat di akar rumput semakin terbelah, sehingga di mana-mana rawan bentrok antar pendukung. Karena itulah saya dan keluarga memilih jalan untuk sementara waktu hijrah ke Kota Suci Mekkah," kata Rizieq.

Rizieq mengambil visa izin tinggal selama setahun di Mekkah. Harapannya, setelah setahun semua bisa kembali normal dan tenang.

Namun perkiraannya meleset. Setelah hijrah ke Mekkah, ia menyebut rekan-rekannya di Indonesia terus diteror dan diintimidasi hingga dikriminalisasi.

Baca juga: Meski Naik Banding, Rizieq Shihab Tak Bawa Bukti Baru, Kata Aziz Yanuar: Yang Lama Tak Dilihat Kok!

Rizieq bercerita sudah berulang kali mencoba pulang ke Indonesia, tapi selalu gagal.

"Sehingga kami tinggal di Kota Suci Mekkah selama tiga setengah tahun, di mana masa yang setahun menggunakan visa izin tinggal, sedang masa yang dua setengah tahun tanpa visa izin tinggal, karena pencekalan tersebut telah menyebabkan kami over stay yaitu melewati batas waktu Visa Izin," kata dia.

"Akhirnya kami paham bahwa kami sebenarnya bukan sedang dicekal, tapi hakikatnya sedang diasingkan agar tidak bisa pulang ke Tanah Air dan tidak bisa lagi kumpul dengan umat di Indonesia. Saya dan keluarga terus melakukan upaya perlawanan," kata Rizieq.

Meski mendapat pencekalan, Rizieq tetap berusaha pulang. Ia menyebut Indonesia merupakan Tanah Air nya sehingga perlu untuk pulang dan membela agama dan bangsa.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved