Opini Pos Kupang
Menanti Perwujudan Pemantapan Malaka
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem A Makarim telah meresmikan kebijakan bantuan kuota data internet bagi perserta didik
Periode 2021-2026 juga dijadikan sasaran target pasangan calon bupati dan wakil bupati baru, Dr. Simon Nahak, SH. MH. dan Louise Lucky Taolin, S.Sos. Pernyataan visi masyarakat Malaka antara lain; pertama, Berbudaya. Kedua, Berkarakter.
Ketiga, Mandiri. Keempat, Berakhlak. Kelima, Berkeadilan. Visi sekaligus menegaskan penjabaran misi adalah: pertama, swasembada pangan. Kedua, adat-istiadat, agama, seni budaya dan olah raga. Ketiga, kualitas dan keemapt tata kelola serta kelima infrastruktur.
Jika masyarakat menyadari manfaat budaya, pendidikan karakter, kemandirian, moralitas dan keadilan maka tidak mungkin mengabaikan pasangan calon bupati dan wakil bupati yang inspiratif dan motivatif dalam memajukan Kabupaten Malaka.
Sejarah Malaka yang ditandai dengan tonggak-tonggak periode masa lalu, kerumitan masa sekarang, serta imajinasi masa depan, harus mewujudkan swasembada pangan.
Pasangan calon bupati dan wakil bupati, Dr. Simon Nahak dan Louise Taolin akan dedikasi dan berjuang untuk meningkatkan kekuatan Kabupaten Malaka dalam bidang pangan. Rakyat Malaka sebagai subyek pembangunan terus berproses dalam konteks adat-istiadat, agama, seni budaya, dan olah raga, akan selalu menghasilkan nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.
Di sini, perjuangan perwujudan pendidikan menjadi hal yang sangat esensial. Bangsa-bangsa besar di dunia pun memasukkan ilmu pengetahuan budaya di kurikulum pendidikan sebagai pendidikan nilai. Upaya tersebut mengarah pada pencapaian kelengkapan pendidikan demi sumber daya cipta manusia yang unggul.
Hal ini tentu membantu pasangan Dr. Simon Nahak dan Bapak Louise Taolin mewujudkan generasi baru yang berkualitas dalam melakukan kegiatan administratif pemerintahan, pelayanan masyarakat serta pembangunan kesejahteraan rakyat.
Tata kelola Kabupaten Malaka yang relevan dan kontekstual tentu menarik dan sangat diharapkan untuk memerkaya model kepemimpinan dan metode pendekatan terhadap masyarakat. Salah satu jalan terbaik untuk menguatkan dan menyatukan berbagai kecamatan dan desa di Malaka adalah pengembangan infrastruktur.
Pembangunan infrastruktur yang memadai akan menciptakan kehidupan bersama masyarakat Malaka yang harmonis.
Narasi Kabupaten Malaka berkisah dan bersaksi tentang keberadaan sesama saudara asal Timor Timur yang terdampak oleh hasil Jajak Pendapat 1999. Diharapkan bupati dan wakil bupati terpilih akan memimpin dan membangun Kabupaten Malaka (2021-2026) dengan menyatukan mereka dalam kebersamaan dan persaudaraan.
Mereka sebagai generasi bangsa pun berhak menikmati hasil pembangunan daerah Malaka. Misalkan saja, rumah hunian dan hak atas tanah tidak diabaikan dalam konteks pembangunan daerah.
Ajaklah dan gerakkan mereka agar berpartisipasi membangun Malaka. Pokok-pokok penting yang perlu diingat adalah keberadaan Kabupaten Malaka berbatasan langsung dengan Republik Demokratik Timor-Leste.
Pemerintah harus mampu memerkuat keamanan dan pembangunan di lokasi perbatasan sebagai halaman terdepan NKRI.
9 Desember 2020 akan menjadi momen bersejarah dalam proses demokrasi di tanah Malaka. Berbagai generasi termasuk generasi kontemporer milenial akan memilih bupati dan wakil bupati Kabupaten Malaka (2021-2026).
Pembangunan Kabupaten Malaka yang berbasis teknologi digital harus mampu melayani kepentingan masyarakat termasukPJJ secara daring. Diyakini bahwa pilihan rakyat Malaka hanya satu yaitu perwujudan dan pemantapan Malaka yang makmur. Karena itu, jadilah pemimpin yang konstruktif dan inovatif bagi pemerintah dan masyarakat Malaka sebagaimana dicitakan generasi muda. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/perihal-status-honorer-lolos-pppk.jpg)