Kamis, 11 Juni 2026

Opini Pos Kupang

Menanti Perwujudan Pemantapan Malaka

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem A Makarim telah meresmikan kebijakan bantuan kuota data internet bagi perserta didik

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang 

Dr. Silverius CJM Lake, Dosen Universitas Bina Nusantara

POS-KUPANG.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem A Makarim telah meresmikan kebijakan bantuan kuota data internet bagi perserta didik, pendidik, mahasiswa dan dosen.

Melalui bantuan ini, siswa PAUD, SD, SMP, SMA, mahasiswa perguruan tinggi, guru serta dosen dapat menjalani proses pembelajaran secara daring di masa pandemi Covid-19.

Namun, dua pekan terakhir isu tentang "Pelajar Di NTT Belum Terima Kuota Internet" diberitakan secara nasional. Isu tersebut tentu mengejutkan masyarakat dan pemerhati pendidikan.

Pandemi Covid-19 dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang disikapi pemerintah melalui subsidi kuota internet terhadap pelajar, mahasiswa, dan pengajar justru terhambat oleh kuota internet yang belum tiba.

Baca juga: TNI Sambangi Rumah Warga Eks Pejuang 1945

Deskripsi masalah penerimaan bantuan kuota data internet di NTT disebabkan oleh keterlambatan laporan data siswa dan nomor gawai. Secara konsekuen, keterlambatan ini menghambat penyelenggaraan pembelajaran online.

Maka muncul pertanyaan fundamental, apa arti pemerintah daerah bagi proses pencerdasan generasi muda? Bagaimana Pemerintah Kabupaten Malaka muncul dengan kebedaan dalam mengatasi masalah pendidikan, PJJ, dan distribusi kuota internet?

Sekitar 1,5 bulan ke depan, 9 Desember 2020 akan dilangsungkan pemungutan suara serentak untuk memilih Kepala Daerah mulai dari tingkat provinsi sampai dengan kabupaten/kota di tanah air.

Baca juga: Pemkot Kupang akan Teruskan Program Bedah Rumah

Kabupaten Malaka sebagai kabupaten baru pun akan menyelenggarakan pemilihan Kepala Daerah periode 2021-2026. Salah satu dari dua pasang calon bupati dan wakil bupati yang terpilih dalam jumlah suara terbanyak akan diterima sebagai bupati dan wakil bupati baru periode baru. Yang terpenting di sini adalah kesadaran masyarakat terhadap proses perwujudan perubahan dan pemantapan kemakmuran di tanah Malaka.

Pemantapan Malaka Sejahtera

Pasangan Calon Kepala Daerah, dr. Stefanus Bria Seran, M.PH dan Calon Wakil Kepala Daerah, Wendelinus Taolin sedang memantapkan visi-misi serta memertajam komitmen bersama untuk memajukan Kabupaten Malaka dengan mengutamakan lima program antara lain; pertama, Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui Pendidikan dan Kesehatan.

Kedua, Pengembangan dan Perluasan Revolusi Pertanian Malaka. Ketiga, Pengembangan Infrastruktur. Keempat, Pengembangan Ekonomi Keluarga. Kelima, Penanggulan Bencana.

Tentu pemikiran baru terkait dengan pemantapan visi dan misi dinantikan masyarakat Malaka. Implementasi program-program prioritas menjadi catatan dan perhatian rakyat. Rakyat akan terus bersuara agar pilihan mereka berdampak secara komprehensif.

Sejarah kepemimpinan Bupati dr. Stefanus Bria Seran, M.PH seharusnya menjamin kepastian masyarakat untuk memilih kembali.

Pada tempat ini perlu ditunjukkan kekuatan dan catatan terhadap visi misi pasangan calon bupati dan wakil bupati, dr. Stefanus Bria Seran, M.PH dan Wendelinus Taolin.

Hal ini bertujuan untuk melengkapi pertimbangan masyarakat Malaka ketika memilih pemimpinnya. Masyarakat Malaka tentu mengenal dengan baik kedua tokoh yang kredibel, karakteristik, dan heroik.

Belajar dari sejarah berarti belajar dari masa lalu ketika Bupati Stefanus Bria Seran memimpin dan membangun Malaka periode 2015-2020. Jajaran pimpinan beserta generasi muda Kabupaten Malaka telah berjuang dan menjamin suatu kekuatan historis yang tidak mungkin terhapus.

Situasi zaman terus berubah dan menuntut suatu pembaruan untuk memantapkan eksistensi Kabupaten Malaka melalui visi dan misi lima tahun ke depan.

Senada dengan sejarawan Charles R Boxer, benih yang telah ditanam para pejuang, memotivasi dan membuat warga masyarakat Malaka mampu meluaskan kecintaan serta mengembangkan kemakmuran di tanah Malaka.

Pasangan calon bupati dr. Stefanus Bria Seran, M.PH dan calon Wakil Bupati Wendelinus Taolin dalam konteks ini merupakan tokoh-tokoh Malaka yang fortis dan kuat untuk menggerakkan dan memajukan masyarakat Malaka.

Perjuangan yang harus segera ditangani ketika memimpin Kabupaten Malaka (2021-2026) adalah menyiapkan suatu misi dan strategi yang relevan dengan pendidikan dan kesehatan di saat pandemi Covid-19.

Di tengah masa kampanye pemilihan kepala daerah, merebak masalah distribusi kuota data internet bagi pelajar dan mahasiswa yang sedang mengikuti PJJ. Pemimpin daerah otonom Malaka tentu harus cepat tanggap dan cepat beri solusi.

Sementara percepatan pengembangan pertanian yang efisien dan efektif perlu mengandalkan suatu pendekatan pembaruan. Pendekatan tradisional kolektif dapat diperbarui dengan pemakaian peralatan dan mesin penggerak pertanian.

Prinsip-prinsip operasi pertanian dikelola sesuai dengan kondisi lahan setempat. Tanah Malaka, tanah yang subur tidak boleh dikelola secara salah dan ilegal sehingga menghasilkan padi, kelapa, pisang serta komponen lain seperti ikan, garam, dan hasil peternakan yang berlipat ganda.

Permasalahan pengembangan infrastruktur yang bersifat siklis diatasi secara permanen sehingga infrastruktur yang berfungsi sebagai pemersatu daerah dan wilayah se- nusantara tercapai.

Selanjutnya infrastruktur sebagai pelancar distribusi barang kebutuhan ekonomi yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat perlu dimantapkan. Dengan demikian ekonomi keluarga masyarakat Malaka terdampak makmur.

Bersamaan dengan ini, data keluarga prasejahtera dan sejahtera harus merupakan suatu kepastian dan pegangan Pemerintah Kabupaten Malaka sehingga kehidupan ekonomi keluarga dibangun secara tepat dan efektif.

Penanggulangan bencana sebaiknya dijadikan sebagai visi orisinal Kabupaten Malaka karena indikasi sejarah yang panjang terkait dengan bencana alam. Tujuan kampanye dan perolehan suara terbanyak sepatutnya mencerminkan upaya mengatasi berbagai bencana di daerah Malaka.

Bupati Stefanus Bria telah memimpin Kabupaten Malaka dalam lima tahun terakhir. Kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat Malaka seharusnya tidak terjadi. Sejarah kepemimpinan Stefanus Bria tidak mungkin hilang dari ingatan masyarakat Malaka.

Perwujudan Malaka Berbudaya

Periode 2021-2026 juga dijadikan sasaran target pasangan calon bupati dan wakil bupati baru, Dr. Simon Nahak, SH. MH. dan Louise Lucky Taolin, S.Sos. Pernyataan visi masyarakat Malaka antara lain; pertama, Berbudaya. Kedua, Berkarakter.

Ketiga, Mandiri. Keempat, Berakhlak. Kelima, Berkeadilan. Visi sekaligus menegaskan penjabaran misi adalah: pertama, swasembada pangan. Kedua, adat-istiadat, agama, seni budaya dan olah raga. Ketiga, kualitas dan keemapt tata kelola serta kelima infrastruktur.

Jika masyarakat menyadari manfaat budaya, pendidikan karakter, kemandirian, moralitas dan keadilan maka tidak mungkin mengabaikan pasangan calon bupati dan wakil bupati yang inspiratif dan motivatif dalam memajukan Kabupaten Malaka.

Sejarah Malaka yang ditandai dengan tonggak-tonggak periode masa lalu, kerumitan masa sekarang, serta imajinasi masa depan, harus mewujudkan swasembada pangan.

Pasangan calon bupati dan wakil bupati, Dr. Simon Nahak dan Louise Taolin akan dedikasi dan berjuang untuk meningkatkan kekuatan Kabupaten Malaka dalam bidang pangan. Rakyat Malaka sebagai subyek pembangunan terus berproses dalam konteks adat-istiadat, agama, seni budaya, dan olah raga, akan selalu menghasilkan nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.

Di sini, perjuangan perwujudan pendidikan menjadi hal yang sangat esensial. Bangsa-bangsa besar di dunia pun memasukkan ilmu pengetahuan budaya di kurikulum pendidikan sebagai pendidikan nilai. Upaya tersebut mengarah pada pencapaian kelengkapan pendidikan demi sumber daya cipta manusia yang unggul.

Hal ini tentu membantu pasangan Dr. Simon Nahak dan Bapak Louise Taolin mewujudkan generasi baru yang berkualitas dalam melakukan kegiatan administratif pemerintahan, pelayanan masyarakat serta pembangunan kesejahteraan rakyat.

Tata kelola Kabupaten Malaka yang relevan dan kontekstual tentu menarik dan sangat diharapkan untuk memerkaya model kepemimpinan dan metode pendekatan terhadap masyarakat. Salah satu jalan terbaik untuk menguatkan dan menyatukan berbagai kecamatan dan desa di Malaka adalah pengembangan infrastruktur.

Pembangunan infrastruktur yang memadai akan menciptakan kehidupan bersama masyarakat Malaka yang harmonis.

Narasi Kabupaten Malaka berkisah dan bersaksi tentang keberadaan sesama saudara asal Timor Timur yang terdampak oleh hasil Jajak Pendapat 1999. Diharapkan bupati dan wakil bupati terpilih akan memimpin dan membangun Kabupaten Malaka (2021-2026) dengan menyatukan mereka dalam kebersamaan dan persaudaraan.

Mereka sebagai generasi bangsa pun berhak menikmati hasil pembangunan daerah Malaka. Misalkan saja, rumah hunian dan hak atas tanah tidak diabaikan dalam konteks pembangunan daerah.

Ajaklah dan gerakkan mereka agar berpartisipasi membangun Malaka. Pokok-pokok penting yang perlu diingat adalah keberadaan Kabupaten Malaka berbatasan langsung dengan Republik Demokratik Timor-Leste.

Pemerintah harus mampu memerkuat keamanan dan pembangunan di lokasi perbatasan sebagai halaman terdepan NKRI.

9 Desember 2020 akan menjadi momen bersejarah dalam proses demokrasi di tanah Malaka. Berbagai generasi termasuk generasi kontemporer milenial akan memilih bupati dan wakil bupati Kabupaten Malaka (2021-2026).

Pembangunan Kabupaten Malaka yang berbasis teknologi digital harus mampu melayani kepentingan masyarakat termasukPJJ secara daring. Diyakini bahwa pilihan rakyat Malaka hanya satu yaitu perwujudan dan pemantapan Malaka yang makmur. Karena itu, jadilah pemimpin yang konstruktif dan inovatif bagi pemerintah dan masyarakat Malaka sebagaimana dicitakan generasi muda. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved