SCHOOL
Ini Penjelasan Romo Amanche Tentang Belajar di Rumah dan Belajar dari Rumah
Ini penjelasan Kepala SMP Katolik St Yosep Naikoten, Romo Amanche tentang Belajar di Rumah dan Belajar dari Rumah.
Penulis: PosKupang | Editor: Apolonia Matilde
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ela Uzu Rasi
POS-KUPANG.COM|KUPANG - Kepala Sekolah Menengah Pertama ( SMP) Katolik St. Yoseph Naikoten Kupang, Romo Amanche Frank Oe Ninu, mengatakan, saat ini, para siswa sedang diberi kesempatan untuk belajar di rumah tentang semua pelajaran di sekolah.
Selain itu belajar dari rumah hal-hal yang selama ini terlewatkan dan tidak didapatkan di sekolah.
Demikian disampaikan kepada Pos Kupang, Selasa (21/4) di halaman sekolah tersebut.
• Buru Pelaku Pencabulan Gadis 13 Tahun di Labuan Bajo, Ini Barang Bukti yang Diamankan
• Bupati Lembata: Selama Pandemi Corona, Urus Daerah Masing-Masing
• Ternyata! SMPK Adisucipto Penfui, Sejak Tahun Lalu Gunakan e-Learning dalam Pembelajaran
Romo Amanche, mengatakan, ada hal-hal dari rumah yang bisa dijadikan sumber pembelajaran seperti kehidupan rutin di keluarga, kebersamaan, persaudaraan, kekeluargaan, di ruang makan, di ruang tidur, di ruang rekreasi, di lingkungan, mereka belajar kerja di rumah dan membantu orang tua.
"Belajar paling asli itu ya dari dalam keluarga karena sekolah pertama dan terutama itu keluarga," tukasnya.
Saat ini proses belajar para siswa SMPK St. Yoseph Naikoten berlangsung melalui media sosial WhatsApp dan berjalan lancar.
• Polisi Buru Pelaku Pencabulan Gadis 13 Tahun di Labuan Bajo yang Dicabuli di Bukit Cinta
• Komunitas AYO BACA ALKITAB/ABA Sumbang Masker dan APD
• BREAKING NEWS: Gadis 13 Tahun di Labuan Bajo Dicabuli di Bukit Cinta
Karena masa belajar di rumah diperpanjang hingga akhir Mei mendatang, kepala sekolah dan para guru mengadakan rapat terbatas, Kamis (23/4) untuk membahas lagi model pembelajaran online.
Menurut Rm. Amanche, dari 525 siswa yang menempuh pendidikan di SMPK St. Yoseph Naikoten ada juga siswa yang tidak memiliki sarana belajar sehingga untuk siswa kelas VII dan VIII akan didata berapa banyak siswa yang tidak bisa mengakses internet.
• Penerima BLT Juga Ditentukan Musyawarah Desa
• Kompol Eliana Papote: Tidak Sulit Jadi Polwan
"Yang pertama yang mungkin jauh dari akses internet seperti WiFi, kemudian yang kedua ada siswa yang karena keadaan tidak memungkinkan untuk memiliki Handphone (HP) android, nah mereka ini yang perlu diprioritaskan dalam pendataan," ungkapnya.
Siswa-siswa yang memiliki keterbatasan fasilitas tersebut, kata Rm. Amanche, akan dikunjungi oleh kepala sekolah dan guru meskipun siswanya tersebar dari dalam hingga ke luar kota.
"Ada siswa yang tinggalnya di Tarus, bisa dikunjungi oleh guru yang tinggalnya dekat sana.
• Akibat Pandemi Covid-19, Herman Pance Warga Matim di PHK
• Wah Ayu Ting Ting Kepergok Balas Komentar Pria Turki Ini Pakai Emoticon Cium Didi Riyadi Ditendang?
Siswa yang di Jalur 40 dikunjungi oleh guru yang tinggalnya dekat sana juga.
Demikian halnya dengan siswa yang tinggal di tengah kota dan memiliki keterbatasan fasilitas belajar," jelasnya.
Sebagai kepala sekolah Rm. Amanche mengatakan, pihaknya akan mengunjungi siswa untuk memastikan mereka sehat.
"Kita harus cari alamat mereka dan megunjungi mereka untuk memastikan terlebih dahulu mereka dalam keadaan sehat dan masih tetap semangat belajar dalam kondisi seperti saat ini," tegasnya.
Menurutnya, belajar harus jadi lebih kreatif agar siswa tidak bosan dalam kondisi tak lazim saat ini sehingga siswa, guru dan orang tua harus sama-sama kreatif.
"Anak-anak ini memang harus dibimbing. Oleh karena itu sekolah dan orang tua harus saling membantu supaya menemukan model yang tepat untuk pembelajaran," katanya.
• PON XX Ditunda, Para Atlet Tinju NTT Tetap Latihan
• Mata Uang Negara-negara Ini Terus Menguat Pertanda Penanganan Covid-19 Efektif, Negara Apa Saja?
• Pemkab Matim Kantongi 172 Orang Yang Daftar Kartu Prakerja
Rm. Amanche menambahkan, model pembelajaran yang tepat adalah menggembirakan anak -anak, berikut pembelajarannya tidak harus terpaku pada teks sehingga anak-anak bisa belajar dari mana saja.
"Kami lebih mementingkan komunikasi antara sekolah dan orang tua untuk menyuruh anak-anak mengerjakan saja tugas yang ada.
Memang sederhana sekali tetapi tetap menjaga mereka tidak kemana-mana karena kita harus taat aturan," ujarnya.
Dikatakannya, dalam situasi sekarang ini sangat susah untuk memaksakan satu sistem, karena sistem itu mungkin tidak bisa diakses oleh yang lain.
"Kalau dilihat dari kelaziman ini tidak efektif tapi untuk mengatakan ini efektif atau tidak kita pakai alat ukur yang mana," pungkasnya.
Siswa Senang Belajar di Sekolah
Proses belajar yang sampai saat ini masih dilakukan di rumah membuat dua siswi SMP Katolik merasa ada yang kurang.
• Daftar Kekejaman Kim Jong UN, Paman Dikurung Bersama 120 Ekor Anjing, Ajudan Jadi Umpan Ikan Piranha
• Banyak Cowok Indonesia yang Ngefans, Akun Instagram Artis Tik Tok Imut Ini Pun Diserang Netizen +62
Siswi kelas VII SMP Katolik St. Yoseph Naikoten, Monique Sharena Abbygail Ralph dan Maria Novriana Salu, kepada Pos Kupang, Selasa (21/4), mengatakan, belajar di rumah tak semenyenangkan belajar di sekolah.
"Kalau di sekolah lebih seru karena kita bisa ketemu kawan-kawan," ujar Sharena.
Menurut Sharena, belajar di rumah kurang mengenakan karena jika kedapatan belajar sambil memegang ponsel langsung dimarahi orang tua.
"Iya kalau belajar di rumah apalagi sambil main HP itu langsung dapat marah," ungkapnya.
• Pengemudi Truk Surabaya-Maumere Menolak Dikarantina dan Diangkut Pakai Ambulans Covid-19
• 15 Tenaga Kesehatan RSKr Lende Moripa Diperiksa RDT
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Novriana.
"Di sekolah kalau kita tidak mengerti pelajaran, bisa langsung tanya dan guru menjelaskan sampai kita mengerti tapi kalau di rumah tidak," katanya.
Mereka juga mengakui, proses belajar di rumah ini berat pada awalnya karena belum terbiasa tapi sekarang mereka sudah bisa menikmatinya karena keadaan yang memang tak bisa dipaksakan.
Kedua siswi ini berharap mereka bisa secepatnya kembali ke sekolah sehingga bisa bertemu dengan teman -teman mereka. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kasek-smp-katolik-st-yosep-naikoten-romo-amance-oe-ninu-pr.jpg)