Breaking News:

Berita Tamu Kita

Tamu Kita: drh. Bambang Haryanto: BBPP Kupang Pusat Incubator Agribisnis

Sosok drh. Bambang Haryanto, MM merupakan 'orang baru' di lingkup Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang.

Penulis: Edy Hayong | Editor: Apolonia Matilde
Dokumentasi keluarga
Kepala BBPP Kupang, drh. Bambang Haryanto, MM bersama keluarga 

Ini yang saya lihat dan ke depan menjadi skala perhatian serius dari BBPP Kupang.

Untuk mencapai harapan soal pakan, apa yang sudah dipersiapkan saat ini?
Program Nasional seperti kita ketahui bersama bahwa kita bergerak maju guna mewujudkan Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045. Apa tugas kita di BBPP.

Saya punya istilah, "Kuasai hulunya, kembangkan prosesnya dan bangun hilirnya". Apa maksudnya, kita buatkan roadmap.

Menekan Angka Kekerasan Terhadap Anak, Pemkab Sumba Timur Terbitkan Perbup Nomor 39 Tahun 2019

Kita persiapkan terlebih dahulu produksi pakan ternak berbahan dasar jerami. Lalu kalau pakan sudah tersedia maka upaya berikutnya adalah pola penggemukkan ternak apakah itu sapi, kambing maupun ayam. Lalu kita lakukan pengolahan bahan asal ternak dan hasil pertanian bahan kering.

Lalu kita bisa lakukan pemasaran termasuk orientasi ekspor. Ini tengah kita persiapkan. Soal fasilitas untuk produksi pakan, bahan dasar sudah ada berupa jerami. Kita siapkan alat perontok padi lalu kita berikan ke petani.

Hasil jerami itu diberikan ke BBPP Kupang. Kita sedang pengadaan mesin haypres dimana dapat berfungsi sebagai pengola sampah untuk media tanam. Kita siapkan perontok padi dan akan ada semacam pola barter.

Kita juga akanmelakukan pengadaan molase atau vinase dengan menjalin kerjama PT Indo Fermex. Ada tim yang kita libatkan dalam mengurus ini terutama teman-teman di Widyaswara.

Intinya penguatan pakan ternak wajib dilakukan kalau mau produksi sapi dari tahun ke tahun meningkat.

Persoalan lain di NTT soal pemeliharaan ternak yang tidak dikandangkan. Sebagai dokter hewan, bagaimana melihat ini?
Memang kita tidak melarang orang untuk melepas bebas ternaknya di padang untuk mencari pakan.

Pola pemeliharaan ternak dengan lepas bebas itu ada juga resikonya. Sapi dilepas itu kan pola tradisional.

Pola ini justru tidak terawasi manakala ternak memasuki tahap birahi lalu pola makan juga akan tidak terawasi.

Makanya berat badan sapi tidak terlalu baik. Kita harapkan petani bisa gunakan pola pemeliharaan dengan sistem kandang agar mudah terawasi.

Di Ajang Miss Indonesia 2020, Miss NTT 2020 Asal Kabupaten Kupang Mohon Dukungan Warga

Tapi ini kembali ke kesadaran peternak sendiri. Kita di BBPP Kupang selalu menghadirkan petani kelompok, maksudnya membekali mereka soal teknis di lapangan.

Kita berikan ilmu agar petani bisa terapkan peternak semi modern. Makanya saya dari awal katakan bahwa kenapa sapi dilepas bebas karena ketersediaan pakan tidak ada.

Makanya kita terapkan pola produksi pakan yang bisa digunakan selama setahun. Ini sangat membantu petani kalau melihat dengan kondisi alam di NTT.

Bahan dasar jerami sudah ada tinggai sentuhan teknologi saja, semuanya akan terjawabi dengan baik.

Masalah pokok peternakan adalah pakan. Populasi turun karena menurunnya pakan. Kita bicara dulu pakan, setelah itu baru bicara penggemukan. Kemudian bicara lagi soal pengolahan sampai kepada persiapkan outputnya untuk pemasaran.

Dalam program kerja ke depan Anda juga berencana membuka Klinik Konsultasi Peternakan, bisa dijelaskan?
Memang betul. Lahan di BBPP Kupang cukup luas. Ada gedung lama bekas Kantor BTPT NTT yang saat ini kosong. Kita renovasi untuk kepentingan melayani petani.

Kita hadirkan Klinik Konsultasi Peternakan termasuk menyiapkan tempat khusus menjual hasil Produk pelatihan peserta baik melalui P4S maupun mandiri.

Saya akui bahwa sudah banyak hal yang dibuat pimpinan BBPP Kupang sebelum-sebelumnya. Ada hal yang perlu kita buat maka dilakukan pembenahan lagi.

Keluarga Besar Brigif 21/Komodo Gelar Peringatan hari Raya Maulid Nabi

Alasan dihadirkan klinik konsultasi ini, agar peserta yang setelah pelatihan jika sudah pulang masih ada hal yang kurang bisa konsultasi.

Maksudnya agar program dari hulu seperti menyiapkan pakan, keterampilan peternak, pengemasan, sampai pemasaran terkoneksi dengan baik. Hal ini karena akselerasinya ekspor dalam mendukung Indonesia lumbung pangan dunia.

Tugas BBPP Kupang menyiapkan dan mendidik masyarakat, aparatur non aparatur dari hulu sampai hilir juga ke perdagangannya harus terkoneksi secara baik.

Saat ini minat generasi menjadi petani-peternak semakin berkurang. Bagaimana tanggapan Anda ?
Betul sekali. Perkembangan teknologi di era milenial sekarang ini memang generasi muda tidak mau kotor-kotor turun ke sawah urus padi dan urus ternak.

Apalagi sekarang ini pertambahan populasi manusia semakin meningkat. Perkembangan situasi lingkungan kian cepat termasuk media telekomunikasi.

Belum lagi minat generasi muda kepada sektor pertanian juga semakin menurun. Petani peternak yang ada semuanya generasi tua sehingga perlu ada regenerasi.

Tapi harus kita hadapi ini untuk memperbaikinya ke depan semakin lebih baik.Saya bersama-sama dengan staf di BBPP Kupang akan memberikan yang terbaik ke depannya.

Peluang inovasi akan kita buat. Kita akan menciptakan regenerasi petani peternak untuk mencintai pekerjaan bertani-beternak menyenangkan. Sistem kerja bukan lagi manual tetapi sistem teknologi. (*)

Polres TTU Benarkan di Lokasi Kebakaran SDN 2 Tublopo Tercium Bau Bensin dan Temukan Linggis

Hidup Adalah Perjuangan

'HIDUP adalah sebuah perjuangan'. Ini merupakan moto hidup dari pemilik nama lengkap, drh. Bambang Haryanto, MM. Selama napas masih diberikan Tuhan, tidak ada yang mustahil yang bisa dikerjakan untuk membantu petani-peternak.

Ilmu yang sudah dipelajarinya, tidak akan dipendam hingga akhir hayat, tetapi berbagi dengan orang lain. Walaupun banyak menghadapi tantangan, tetapi harus terus mencoba untuk memberikan yang terbaik.

Terbaru! Nasib Wiliam Aditya Sarana Kini, Gara-Gara Ungkap Lem Aibon Anies Baswedan Rp 82,8 Miliar

Falsafah hidup inilah yang selalu dirinya lakukan baik di tengah keluarga maupun di lingkungan kerja. Bagi pria kelahiran Kebumen Jawa Tengah, 7 Juli 1963 ini, walaupun menjadi 'orang baru" di lingkup BBPP Kupang, tapi sangat cepat beradaptasi dengan staf.

"Saya baru bertugas empat bulan sejak Juli 2019 lalu. Tidak sampai seminggu, saya sudah beradaptasi dengan lingkungan kerja.

Saya bersama staf saling berbagi informasi dan pengalaman. Tujuannya tentu memajukan BBPP Kupang ini. Ketika dulu saya di Karantina kerja di Pelabuhan melakukan pemeriksaan barang pertanian yang diekspor dan impor.

Sementara di BBPP memberikan pelatihan kepada petani. Kita saling sharing pengalaman," ujar suami dari Sri Hadiyati, SKM, MM ini.

Renungan Harian Kriten Protestan, 18 November 2019 : Pengendalikan Diri Adalah Kunci Sukses

Soal keseharian jauh dari keluarga, Bambang yang punya hobi badminton ini mengatakan, tidak ada persoalan. Apalagi saat ini ketiga anaknya sudah dewasa.

Setiap kali bertugas ke Jakarta, dirinya akan memanfaatkan waktu luang menemui keluarga. Selalu berinteraksi melalui media telekomunikasi untuk menanyakan kabar.

"Saya biasanya mengobati kejenuhan dengan mendatangi lokasi wisata. Saya sudah ke Kolbano, Alor, Sumba Timur dan rencananya juga ke Labuan Bajo. Intinya, selalu enjoy dalam menjalani keseharian.

Kadang kalau ada tugas ke Jakarta, selalu teman-teman dan keluarga minta dibelikan oleh-oleh khas NTT berupa kain tenun ikat. Katanya tenun ikat NTT bagus-bagus," ujar Bambang. (fredi hayong)

Kabar Buruk, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Mulai Ditinggalkan Gerindra & PKS,Ini Kata Pengamat

Biodata :

Nama : drh. Bambang Haryanto, MM.
TTL : Kebumen, Jawa Tengah, 7 Juli 1963.
Istri : Sri Hadiyati, SKM, MM.
Anak-anak : 1. dr.Maral Bhimanti.
2. Merizgi Atalia.
3. Obhin Atilariz Huda.
Pendidikan : dokter hewan UGM Yogyakarta
Pengalaman Bekerja :
1. PNS Karantina Hewan di Lombok Timur pada tahun 1990.
2. Balai Karantina Hewan Denpasar Bali, 1995.
3. Kepala Stasiun Karantina Hewan Merak Banten 2002.
4. Kepala Bidang Karantina Hewan pada Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok, 2008.
5. Kepala Balai Karantina Pertanian di Cilegon Banten, 2012.
6. Kepala Bidang Keamanan Hayati Hewani di Kantor Pusat BKP, Kementerian Pertanian, 2017.
7. Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Belawan, 2018.
8. Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang Juli 2019-sekarang.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved