7 Rumah Dibakar, 2 Tertembak Senapan Angin, 1 Terkena Panah, Bentrok Warga Alor Berujung Damai
Bentrokan antarwarga terjadi di Pulau Baranusa, Kecamatan Pantar Barat Laut, Kabupaten Alor, Kamis (21/2/2019).
7 Rumah Dibakar, 2 Tertembak Senapan Angin, 1 Terkena Panah, Bentrok Warga Alor Berujung Damai
POS-KUPANG.COM | ALOR - Bentrokan antarwarga terjadi di Pulau Baranusa, Kecamatan Pantar Barat Laut, Kabupaten Alor, Kamis (21/2/2019).
Bentrok melibatkan warga Desa Beangonong (Kampung Atas) dan warga Desa Batu Putih (Kampung Bawah).
Dalam peristiwa itu, delapan warga menjadi korban.
Lima di antaranya menderita luka ringan dan tiga lainnya luka serius sehingga harus dievakuasi ke RSUD Kalabahi untuk menjalani perawatan intensif.
Adapun tiga korban yang dirujuk, dua di antaranya terkena peluru senapan angin.
• Sedang Berlangsung, Live Streaming Drama Korea The Last Empress Episode 11-12 di Trans TV
• Dana Desa Nifunenas Dilaporkan Hilang, Ternyata Ini Temuan Polres TTU
Seorang lainnya terkena anak panah.
Korban harus menjalani operasi untuk mengeluarkan peluru dan anak panah.
Selain itu, ada 11 bangunan ludes terbakar, terdiri dari tujuh rumah dan empat dapur.
Situasi di sana sempat tegang selama tiga hari, namun sudah terkendali dan berangsur pulih.
Pada Minggu (24/2/2019), dua kelompok warga yang bertikai sudah berdamai.
Perdamaian difasilitasi Kapolres Alor, AKBP Patar Silalahi, SIK dan Bupati Alor Drs Amon Djobo.
"Situasi dua hari terakhir sudah kondusif, terkendali. Keadaan sudah dikuasai. Sudah lakukan pendekatan dengan masyarakat masing-masing," kata Silalahi saat dihubungi Pos Kupang via telepon dari Kupang, Minggu sore.
"Komunikasi mengarahkan terwujudnya perdamaian. Saya bersama Bupati menggelar dialog bersama masyarakat. Semuanya berjalan baik dan lancar," jelasnya.
Mengenai faktor pemicu, Silalahi menyebut, dari permasalahan yang ada seperti benang kusut.
Permalahannya simpang siur, dan sudah terurai.
• Warga Pulau Mules Manggarai Diterangi Listrik PLTS
• 4 Kasus Mahasiswa Lakukan Aborsi Yang Pernah Menghebohkan Masyarakat NTT Nomor 4 Paling Sadis
"Satu mengatakan ini dan itu. Padahal, masalahnya sepeleh, komunikasi. Ada yang halang, melarang ke sana dan ke sini. Padahal mereka bersaudara," katanya.
Dia mengatakan, kedua pihak membuat kesepakatan damai, di awali dengan doa bersama dipimpin tokoh agama. Kedua kelompok saling memaafkan.
"Tadi sudah dilakukan upacara perdamaian, yang diawai dengan doa. Selanjutnya, warga kedua kelompok yang bertikai berangkulan sambil menangis. Saya terharu melihat mereka berdamai sambil menangis. Kedua kelompok menyesal terjadi peristiwa itu," ujar Silalahi.
"Langkah berikutnya, dalam waktu dekat akan ada satu gerakan untuk pemulihan (recovery), termasuk membersihkan lokasi dan perbaikan pembangunan (rumah yang terbakar)," tambahnya.
Silalahi menyebut 11 bangunan yang terbakar sudah ditinjau bersama.
Terdiri dari tujuh rumah dan empat dapur.
• Pilpres 17 April Tepat Rabu Trewa, KPU RI Belum Jawab Surat Pemkab Flotim
• Sandiaga Uno Kunjungi Kupang, Ini Perolehan Suara Prabowo Subianto di NTT Saat Pilpres 2014
Sedangkan korban delapan orang, tiga di antaranya luka berat.
"Harus menjalani perawatan karena terkena peluru senapan angin dan anak panah. Peluru mengenai kening," sebut Silalahi.
Dilansir dari website resmi Polres Alor, tribratanewsalor.com, bentrokan dipicu penghadangan yang dilakukan pemuda Desa Batu Putih terhadap pemuda Desa Beangonong yang hendak mengantar temannya ke Puskesmas Baranusa.
Tidak terima dengan penghadangan, warga Desa Beangonong kemudian melakukan balasan dengan melempar batu ke arah Desa Batu Putih.
Selanjutnya, kedua kelompok saling serang menggunakan senjata tajam, senapan dan bom molotov.
Menyikapi situasi tersebut, Kapolres Alor AKBP Patar Silalahi memimpin 17 anggotanya berangkat ke Polsek Pantar Barat, Jumat (22/2/2019) pukul 09.30 Wita.
Keberangkatan personel BKO menggunakan KMP Ile Ape melalui pelabuhan penyeberangan Feri Kalabahi. Misinya pengamanan kontijensi antisipasi konflik sosial di Baranusa.
• Fotografer Perancis Klaim Karyanya Dijiplak BTS, Big Hit Entertainment Beri Reaksi Keras
• Sandiaga Uno Ingin Sejahterakan Rakyat NTT
Pada Jumat sore, Silalahi memimpin anggotanya melakukan penyisiran dan mengamankan 42 warga yang membawa senjata tajam. Selanjutnya, Sabtu (23/2/2019), 42 warga beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Alor untuk dilakukan pemeriksaan.
Masih menurut tribratanewsalor.com, personel BKO juga ditambah.
Polres Alor mengirimkan 15 personel tambahan ke Polsek Pantar Barat, Sabtu siang.
Keberangkatan personel menggunakan perahu motor melalui pelabuhan rakyat Alor Kecil.
Pengiriman anggota tambahan untuk memantau kondisi lapangan pasca bentrokan warga.
Silalahi menjelaskan, personel BKO juga terus bertambah termasuk anggota Brimobda dari Polda NTT.
"Sebanyak 35 anggota diterjunkan ke sana. Baru sampai Brimobda dari Polda NTT," jelasnya.
Wakapolda NTT Brigjen Pol Johannis Asadoma akan mengunjungi warga yang terlibat bentrok di Pulau Baranusa, Kabupaten Alor, Senin (25/2/2019). Kunjungan ini dilakukan untuk
menguatkan warga.
• Alumni 2002 SMAN 1 Kupang Giat Berbagi Kasih
• Jelang Pemilu 17 April, KPU Kabupaten Kupang Rakor Bersama PPS, Ini yang Dibahas
"Besok saya akan turun untuk melihat dan menguatkan mereka," ujar Asadoma saat dihubungi Minggu malam.
Putra Alor ini menjelaskan, bentrokan yang terjadi telah berakhir.
Bupati Alor, Drs. Amon Djobo bersama dengan Forkompinda telah mendamaikan dua kelompok yang terlibat.
Kedua kelompok bahkan telah berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.
"Situasi sekarang sudah kondusif di Alor. Kelompok warga sudah berdamai di hadapan Bupati, Kapolres, Dandim dan Forkompinda. Mereka menyesal dan sepakat untuk tidak mengulangi pada waktu mendatang," jelas Adadoma.
Terkait korban, Wakapolda menegaskan hingga saat ini tidak ada korban jiwa dalam bentrokan tersebut.
Memang ada beberapa korban luka yang terkena panah namun sudah dirawat.
• Teenager: Kami LDR, karena Kami Sadar Saling Mencintai Tidak Harus Saling Menggenggam
• Jelang Pemilu 17 April, KPU Kabupaten Kupang Rakor Bersama PPS, Ini yang Dibahas
Ia menyatakan, dalam point kesepakatan damai, disebutkan bahwa pemda akan membiayai perawatan korban yang mengalami luka.
Kedua Pihak Menyesal
Bentrokan antarwarga Desa Beangonong dengan Desa Batu Putih, Kecamatan Pantar Barat Laut, Kabupaten Alor telah berhasil dihentikan aparat keamanan dari Polres Alor dan Kodim 1622 Alor.
"Pertikaian itu sudah diselesaikan. Kedua belah pihak menyesal terjadinya peristiwa itu dan berjanji tidak akan terulang lagi," ujar Bupati Alor, Drs. Amon Djobo yang menghubungi Pos Kupang dari Desa Kayang, Minggu (24/2/2019) petang.
Menurut Amon, pertikaian tersebut terlalu dibesar-besarkan di sosial media.
Bahkan disebutkan ada puluhan orang yang meninggal. Padahal fakta di lapangan kondisinya tidak seramai dan sebesar yang ada di sosial media.
"Kedua kelompok ini masih punya hubungan darah dan turun temurun yang sangat kental. Tetapi karena ada ketersinggungan sehingga memicu pertikaian tersebut," kata Amon.
Disebutkan, dirinya dan Forkompimda telah melakukan pertemuan dengan kedua kelompok.
• Mahasiswa di Kupang Diduga Lakukan Aborsi
• Wow! Manfaat Pare untuk Mengurangi Resiko Diabetes Juga Mengurangi Berat Badan
Dari pertemuan tersebut kedua kelompok menyesal telah terjadinya bentrokan tersebut.
"Mereka sudah berjanji bahwa tujuh turunan kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi. Mereka semua menangis dan baku peluk saat berdamai," jelas Bupati Amon.
Akibat bentrokan tersebut, tambah Amon, tujuh rumah dan empat dapur warga kedua pihak terbakar dan delapan orang menderita luka-luka.
Merebaknya bentrokan antara dua kelompok itu menimbulkan kerisauan dan kecemasan petugas kesehatan di Puskesmas Kayang dan Puskesdes Beangonong dan anggota Nusantara Sehat (NS) yang bertugas di Pulau Kenari tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan NTT, drg. Dominggus Minggu Mere kepada Pos Kupang, Minggu (24/2/2019) menjelaskan, seluruh tenaga kesehatan di Puskesmas Kayang dalam kondisi aman.
• Ini Cara Bupati dan Wabup TTS Lunasi Utang Rp 73 Miliar
• Saksi Sebut Irwandi Yusuf Terima Uang Sekitar Rp 29,89 Miliar Terkait Dermaga Sabang
Disebutkan, akses darat untuk kendaraan roda empat ke Puskesmas Kayang memang terhambat karena terputus akibat jembatan rusak sejak empat bulan lalu.
Sedangkan untuk kendaraan roda dua masih bisa melintas.
Terkait keberadaan lima orang anggota NS, drg. Domi menjelaskan semuanya dalam keadaan aman.
Tiga orang bertugas di Poskesdes Beangonong dan dua orang di Puskesmas Kayang.
"Semua tenaga kesehatan dalam kondisi aman," jelas Domi. (TIM POS KUPANG.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bentrok-alor.jpg)