Kepemimpinan Kolektif dan Berkarakter
Tiga hal yang menjadi alasan yakni pertama soal sistim kepartaian yang masih sangat terpusat yang tidak mampu
Kapabilitas pengambilan keputusan gubernur biasanya bermanifestasi dalam dua bentuk sederhana: Kemampuan mengambil keputusan dan kemampuan eksekusi agenda.
Tentang pengambilan keputusan, kita memerlukan pemimpin yang mampu mengambil risiko. Bagaimana ia mendemonstrasikan hal ini di masa lalu? Apakah ia cukup visioner?
Apakah (calon) pejabat kita memiliki kemampuan eksekusi program? Bagaimana kita memprediksi si A atau si B memiliki kemampuan tersebut? Ada begitu banyak perencanaan dari tingkat desa hingga provinsi, tetapi berapa banyak rencana yang terealisasi?
Mengapa begitu banyak agenda perbaikan hidup rakyat berjalan di tempat? Bagaimanapun, krisis kepemimpinan ini harus dihentikan. Ya, anda harus memulainya dari diri anda. Hari ini. Tidak bisa ditunda! *