Kamis, 7 Mei 2026

TTU Terkini

Harga Elpiji di Kabupaten TTU Melonjak, Warga Heran

Pada Bulan Desember 2025 lalu, harga elpiji 12 kilogram masih berkisar Rp. 260.000. Harga tersebut dinilai masih berada pada titik wajar.

Tayang:
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
HARGA LPG - Elpiji 12 kilogram yang biasa digunakan Antonius untuk kebutuhan di dapur 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Harga elpiji 12 kilogram di Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melonjak naik. Sebelumnya, harga elpiji 12 kilogram berkisar Rp. 330.000 saat ini melonjak menjadi Rp. 340.000 per tabung.

Kenaikan harga elpiji ini menyebabkan warga kian panik. Pasalnya, di tengah kenaikan sejumlah besar bahan pokok ini menjadi alarm naiknya sejumlah bahan lainnya.

Seorang Warga Kota Kefamenanu bernama Engelbertus mengatakan, saat ini harga elpiji 12 kilogram meningkat menjadi Rp. 340.000. Harga tersebut berdasarkan harga yang dibeli pada Bulan April 2026 lalu.

"Belum tahu harga yang sekarang berapa," ujarnya, 6 Mei 2026.

Baca juga: Warga Kota Kefamenanu Sebut Kenaikan Harga Elpiji di Kabupaten TTU Masuk Kategori Tidak Wajar 

Ia menjelaskan, elpiji ukuran 5,5 kilogram di Kabupaten TTU juga mengalami kenaikan. Sebelumnya, harga elpiji ukuran tersebut Rp. 130.000 per tabung, saat ini naik menjadi Rp. 200.000 per tabung.

Menurut Engel, biasanya harga elpiji alami kenaikan setelah fenomena isu harga BBM mulai mengalami kenaikan. Selain itu, kenaikan harga elpiji biasanya diawali dengan fenomena kelangkaan elpiji.

"Beberapa waktu lalu bahkan elpiji langka sampai satu Bulan," ucapnya.

Kendati demikian, Engel mengaku heran dengan kenaikan harga elpiji. Pasalnya, kenaikan harga tersebut tidak ditindaklanjuti dengan informasi dan sosialisasi soal alasan kenaikan harga.

Sebelumnya, pada Rabu, 22 April 2026 lalu, Warga Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT Antonius Ruron mengeluhkan kenaikan harga elpiji yang dinilai tidak wajar. Kenaikan harga elpiji tersebut memaksa mereka harus mengeluarkan anggaran tambahan yang tidak pernah diprediksi sebelumnya.

Antonius tidak setuju dengan kenaikan harga elpiji tersebut. Saat ini harga elpiji di Kota Kefamenanu mencapai Rp. 330.000. Sebelumnya, harga elpiji 12 kilogram dibeli dengan harga Rp. 260.000. 

"Itu saja, saya beli sejak akhir Bulan Februari 2026 lalu. Kemungkinan harganya naik lagi," ujarnya

Pada Bulan Desember 2025 lalu, harga elpiji 12 kilogram masih berkisar Rp. 260.000. Harga tersebut dinilai masih berada pada titik wajar.

Ia menerangkan, kenaikan harga elpiji di Kabupaten TTU tidak pernah diinformasikan sebelumnya. Biasanya, elpiji tiba-tiba mengalami kelangkaan dan naik signifikan.

"Kalau beli ke distributor mereka bilang stok menipis jadi harganya naik," ungkapnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved