Malaka Terkini
Pemerintah Desa Lamudur Malaka Beberkan Data Dampak Bencana Banjir
Dalam laporan itu disebutkan ratusan rumah warga terdampak, puluhan hektare lahan pertanian terendam
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Desa Lamudur Kecamatan Weliman Kabupaten Malaka merilis laporan sementara terkait bencana banjir
- Dalam laporan itu disebutkan ratusan rumah warga terdampak, puluhan hektare lahan pertanian terendam
- Data tersebut disampaikan Kepala Desa Lamudur, Antonius Hale Tetik, sebagai bentuk laporan resmi kepada pemerintah daerah
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota
POS-KUPANG.COM, BETUN - Pemerintah Desa Lamudur, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, Provinsi NTT merilis laporan sementara terkait bencana banjir yang melanda wilayah tersebut pada Sabtu, 25 April 2026 hingga Minggu, 26 April 2026.
Dalam laporan itu disebutkan ratusan rumah warga terdampak, puluhan hektare lahan pertanian terendam, serta sejumlah fasilitas umum ikut terkena dampak banjir.
Data tersebut disampaikan Kepala Desa Lamudur, Antonius Hale Tetik, sebagai bentuk laporan resmi kepada pemerintah daerah dan instansi terkait untuk penanganan lanjutan.
Berdasarkan laporan pemerintah desa, banjir pertama terjadi pada Sabtu, 25 April 2026 sekitar pukul 14.13 WITA. Sementara banjir susulan kembali terjadi pada Minggu, 26 April 2026 sekitar pukul 07.37 WITA.
Baca juga: Akses Jalan Utama di Babotin Selatan, Malaka Nyaris Putus Akibat Longsor
Wilayah yang terdampak langsung luapan banjir dari Sungai Benenain meliputi Dusun Laenblidin B, Dusun Laenblidin A, dan Dusun Taelama.
Sedangkan Dusun Kotafoun dan Dusun Hudilaran lebih banyak mengalami genangan akibat tingginya curah hujan.
Dalam kronologi kejadian disebutkan, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah hulu dan kawasan sekitar Desa Lamudur sejak Jumat, 24 April 2026 pukul 16.00 WITA hingga Minggu pagi.
Akibat hujan berkepanjangan tersebut, debit air Sungai Benenain meningkat dan meluap ke permukiman warga. Air masuk melalui arah Desa Wederok dan Desa Lasaen dengan ketinggian mencapai 50 hingga 150 sentimeter.
Pemerintah desa menilai luapan air semakin parah karena di wilayah Desa Lamudur belum terdapat tanggul pengaman sungai.
Baca juga: Rumah Warga Desa Kereana Malaka Terdampak Longsor, Tembok dan Lantai Retak Hingga Terbelah
Bencana banjir tersebut menimbulkan kerusakan cukup luas di kawasan permukiman. Sebanyak 159 unit rumah dilaporkan terdampak luapan banjir, sementara 87 unit rumah lainnya terendam air hujan akibat meluapnya saluran air di sepanjang jalan raya.
Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga ikut terdampak, antara lain Polindes Lamudur, SDK Taelama, dan Kantor Desa Lamudur.
Di sektor pertanian, sekitar 50 hektare lahan dilaporkan terendam banjir. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi petani karena sebagian tanaman sedang dalam masa pertumbuhan hingga menjelang panen.
Selain itu, satu unit rumah warga mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon tumbang yang dipicu banjir dan hujan deras.
Laporan pemerintah desa juga mencatat warga di Dusun Laenblidin B, khususnya kelompok rentan seperti lanjut usia dan ibu menyusui, terpaksa mengungsi sementara ke rumah warga lain yang dianggap lebih aman atau memiliki fondasi rumah lebih tinggi.
Baca juga: BERITA POPULER : Kasus Gantung Diri di Kupang, Banjir Bandang di Malaka, Pikul Jenazah Lewati Sungai
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kepala-Desa-Lamudur-membeberkan-data-dampak-bencana-banjir.jpg)