Malaka Terkini
Rumah Warga Desa Kereana Malaka Terdampak Longsor, Tembok dan Lantai Retak Hingga Terbelah
Peristiwa longsor tersebut terjadi sejak pagi hari dan membuat warga panik karena tanah di sekitar lokasi permukiman terus bergerak.
Ringkasan Berita:
- Longsor di Desa Kereana Kabupaten Malaka rusaki delapan rumah warga tembok dan lantai retak
- Peristiwa longsor tersebut terjadi sejak pagi hari dan membuat warga panik karena tanah di sekitar lokasi permukiman terus bergerak
- Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu (HMS) dan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Malaka, Lorens Haba saat dikonfirmasi POS-KUPANG.COM melalui pesan WhatsApp, enggan memberikan tanggapan
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota
POS-KUPANG.COM, BETUN - Dampak bencana longsor yang terjadi di Desa Kereana, Kecamatan Botin Leobele, Kabupaten Malaka, pada Senin (27/4/2026), meluas dan menimbulkan kerusakan serius di kawasan permukiman warga.
Sedikitnya delapan rumah warga dilaporkan terdampak langsung, dengan kondisi bangunan mengalami keretakan pada bagian tembok dan lantai, bahkan beberapa di antaranya tampak terbelah akibat pergeseran tanah.
Peristiwa longsor tersebut terjadi sejak pagi hari dan membuat warga panik karena tanah di sekitar lokasi permukiman terus bergerak.
Pantauan POS-KUPANG.COM di lokasi menunjukkan kerusakan paling parah berada di Dusun Anametan, tempat tujuh rumah warga mengalami dampak langsung.
Baca juga: Pohon Tumbang Akibat Banjir dan Hujan Timpa Rumah Pasutri Lansia di Lamudur Malaka
Ketujuh rumah tersebut masing-masing milik Maria Oktaviana Abuk, Mikhael Manek, Klemens Klau, Yakobus Ulu Ose, Maria Lotu Koes, Evidina Abuk, dan Achriana Mea. Sementara satu rumah warga lainnya yang berada di Dusun Mesbaun juga terdampak, yakni milik Agnes Tai.
Di area permukiman yang menjadi titik longsor tersebut terdapat 11 rumah warga. Dari jumlah itu, tiga rumah masih dalam kondisi relatif aman, sedangkan tujuh rumah lainnya mengalami kerusakan serius dan berada dalam zona rawan.
Beberapa bangunan terlihat mengalami retakan besar di bagian dinding. Ada rumah yang bagian teras depannya terpaksa dirubuhkan karena nyaris lepas dari struktur utama bangunan.
Selain itu, sejumlah lantai rumah tampak retak memanjang hingga terbelah. Sebagian rumah lainnya juga mengalami kemiringan pada dinding samping maupun dinding belakang akibat dorongan tanah yang terus bergerak.
Mengantisipasi longsor susulan, warga sekitar langsung bergotong royong membantu keluarga terdampak memindahkan barang-barang mereka ke rumah tetangga maupun kerabat yang berada di lokasi lebih aman. Proses evakuasi dilakukan secara swadaya sebagai langkah penyelamatan dini.
Salah satu korban terdampak, Maria Oktaviana Abuk, saat ditemui di depan rumahnya yang bagian terasnya telah dirubuhkan, menceritakan detik-detik saat longsor terjadi.
“Tadi longsor itu masih pagi. Tapi rumah kami ini mulai ada retakan kecil itu saat ada gempa bumi kemarin itu. Setelah itu tambah hujan lagi beberapa hari ini yang menyebabkan longsor tadi pagi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bagian teras rumah miliknya ambruk setelah tanah di depan rumah bergeser.
“Kalau teras rumah kami ini saat tadi pagi longsor itu. Sehingga teras rumah kami ini terbelah dan hampir rubuh. Lalu bapa dengan keluarga dong yang datang kemudian pukul pelan-pelan baru tarik. Karena takutnya bapa sudah keluar jalan baru rubuh lagi itu lebih berbahaya,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/longsor-di-Kereama.jpg)