Senin, 8 Juni 2026

Liputan Khusus

LIPSUS: Audit Dapur SPPG di NTT, Jual Beli Titik Program MBG, Dana Tersendat, SPPG di Malaka Tutup

Kalau ada oknum eks Timor-Timur, ya sebutkan siapa orangnya. Jangan hanya berlindung dengan kata oknum, lalu semua orang ikut dicurigai.

Tayang: | Diperbarui:
POS-KUPANG.COM/MARIA SELFIANI BAKI WUKAK
KONGRES - Eurico Gutteres menghadiri Kongres I Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur (FKPTT) di Gedung DPD I Partai Golkar Provinsi NTT, Minggu (30/11/2025). 

Ketua Komisi IV DPRD TTS, Relygius Usfunan meminta proses administrasi SPPG di Kabupaten TTS dapat berjalan dengan cepat, sehingga SPPG bisa aktif untuk bisa melayani masyarakat, khususnya yang berhak mendapatkan MBG

Relygius Usfunan yang adalah kader PKB Kabupaten TTS ini juga menyampaikan bahwa pelaksanaan MBG di TTS belum sepenuhnya terlaksana termasuk di seputaran Kota Soe.

"Sebagai masyarakat TTS kita bersyukur karena ada program MBG, tetapi sayangnya MBG TTS saat ini, jangankan di wilayah pelosok, di dalam kota saja banyak sekolah yang belum terlayani untuk MBG," ungkap Relygius Usfunan

Relygius Usfunan juga mendorong agar pemerintah daerah dapat turut memantau dan mengawasi pelaksanaan MBG di Kabupaten TTS. Pemerintah diharapkan membangun komunikasi yang baik, juga melakukan pengawasan terhadap SPPG dan pendistribusian MBG(any)

Beli Bahan Pokok dari Petani dan Peternak 

Ketua Satgas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kamillus Elu, S. H meminta semua SPPG agar membeli bahan pokok makanan dari masyarakat di TTU.

Demi mewujudkan harapanini, Kamillus sudah menginstruksikan Kepala Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan untuk melakukan pendataan dan pemetaan produk peternak dan petani di Kabupaten TTU.

Pendataan dan pemetaan ini bertujuan memastikan produksi bahan pokok mencukupi untuk menjawab kebutuhan dapur. Pasalnya, selama ini mayoritas bahan baku diambil dari luar wilayah Kabupaten TTU.

"Saya sudah sampaikan bahwa, kalau (bahan pokok) diambil dari luar wilayah Kabupaten TTU, kami sebagai ketua tersinggung, seolah-olah kami tidak mampu mendorong petani menyediakan beras dan bahan pokok lainnya," ujarnya Sabtu (6/6).

Selain itu, Kamillus juga sudah meminta data kebutuhan beras dan bahan pokok lainnya setiap hari dari semua SPPG di TTU. Data kebutuhan ini nanti disandingkan dengan produksi para petani dan peternak.

Ia juga melarang SPPG untuk tidak menggunakan daging frozen. Pasalnya, tidak dapat dipastikan daging frozen tersebut steril dari pengawet atau sebaliknya. Di sisi lain, banyak peternak ayam di TTU yang bisa menyuplai kebutuhan daging ayam di setiap SPPG

Semestinya, SPPG tidak boleh membeli daging ayam dari luar wilayah. Apabila SPPG menggunakan ayam yang diproduksi peternak di TTU, kata Kamillus, Dinas Peternakan bisa dilibatkan untuk mengecek kelayakan daging tersebut sebelum diolah. "Dinas Peternakan ini nantinya memastikan ayam ini sehat kemudian dikarantina dan dipotong untuk dikelola di SPPG," ujarnya.

Ia menegaskan pemberhentian operasional sementara tiga dapur SPPG  di Kabupaten TTU dilakukan berdasarkan beberapa rekomendasi berbeda.

Dapur SPPG Susulaku disebabkan dugaan keracunan yang dialami siswa-siswi beberapa waktu lalu. Sedangkan operasional dua dapur lainnya, yakni SPPG Kefamenanu Tengah 1 dan SPPG Sasi dihentikan sementara lantaran ada perbaikan mayor. (bbr)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS 

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved