Senin, 8 Juni 2026

Liputan Khusus

LIPSUS: Audit Dapur SPPG di NTT, Jual Beli Titik Program MBG, Dana Tersendat, SPPG di Malaka Tutup

Kalau ada oknum eks Timor-Timur, ya sebutkan siapa orangnya. Jangan hanya berlindung dengan kata oknum, lalu semua orang ikut dicurigai.

Tayang: | Diperbarui:
POS-KUPANG.COM/MARIA SELFIANI BAKI WUKAK
KONGRES - Eurico Gutteres menghadiri Kongres I Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur (FKPTT) di Gedung DPD I Partai Golkar Provinsi NTT, Minggu (30/11/2025). 

"Yang makan siapa, berak di mana, kok kami yang kena baunya?" ujar Eurico Guterres saat ditemui wartawan di Sekretariat DPP FKPTT di Kupang, Jumat (5/6).

Pernyataan itu disampaikan sebagai respons terhadap unggahan sebuah akun Facebook yang meminta Kejaksaan Tinggi NTT menangkap pihak yang disebut sebagai  "mafia titik MBG" dan "mafia yayasan" yang diduga berasal dari kalangan eks Timor-Timur.

Dalam unggahan tersebut, pemilik akun menyebut adanya oknum-oknum eks Timor-Timur yang diduga memonopoli program MBG dari hulu hingga hilir. Namun, unggahan itu tidak menyertakan identitas pihak yang dituduh maupun bukti yang dapat diverifikasi publik.

Karena itu, Eurico Guterres meminta pemilik akun untuk bersikap transparan denganmembuka data serta menyebutkan secara jelas pihak yang dimaksud.

"Kalau ada oknum eks Timor-Timur, ya sebutkan siapa orangnya. Jangan hanya berlindung dengan kata oknum, lalu semua orang ikut dicurigai," tegas Eurico Guterres.

Eurico Guterres bahkan mempersilakan namanya disebut apabila memang terdapat bukti yang mengarah kepadanya.

"Katakanlah Eurico Guterres. Saya tidak keberatan. Tapi mari kita buktikan, benar atau tidak saya menguasai program dari hulu sampai hilir," kata Eurico Guterres.

Sebagai langkah organisasi lanjut Eurico Guterres, FKPTT berencana mendatangi Polda NTT pada Senin (8/6) hari ini. Langkah tersebut bukan untuk membungkam kritik atau mempidanakan suara publik, melainkan mendorong adanya klarifikasi yang objektif dan berbasis fakta.

"Yang kita inginkan agar pemilik akun ini kooperatif dan terbuka. Kalau tidak, persepsi masyarakat di NTT bisa berkembang seolah-olah program ini dikuasai oknum-oknum eks Timor-Timur dan siapa pun yang ingin terlibat harus melalui mereka," ujar Eurico Guterres.

Di sisi lain, Eurico Guterres menegaskan, FKPTT mendukung penuh upaya pemerintah maupun aparat penegak hukum dalam mengusut setiap dugaan penyimpangan yang terjadi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

"Kalau ada mafia, tangkap. Kalau ada korupsi, proses. Tidak ada yang kebal hukum. Kami justru mendukung pembersihan itu," tegas Eurico Guterres.

Eurico Guterres juga mengingatkan agar dugaan pelanggaran yang dilakukan individu tertentu tidak digeneralisasi kepada seluruh komunitas eks Timor-Timur. Hingga saat ini, kata Eurico Guterres, masih banyak warga eks Timor-Timur di NTT yang menghadapi berbagai persoalan mendasar, seperti akses lahan, perumahan, pekerjaan, dan pendidikan.

"Jangan karena ulah satu atau dua orang, lalu semua eks Timor-Timur dicap mafia. Itu tidak adil," kata Eurico Guterres.

Eurico Guterres berharap klarifikasi melalui aparat penegak hokum dapat memberikan kepastian informasi kepada public sekaligus mencegah berkembangnya prasangka terhadap kelompok tertentu. 

Hentikan Penyaluran MBG

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved