NTT Terkini
Gubernur NTT Ancam Copot Pejabat Tak Capai Target PAD
Capaian PAD Provinsi NTT saat ini masih berada di angka sekitar 20 persen. Karena itu, setiap perangkat daerah yang memiliki tanggung jawab
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena melontarkan peringatan keras kepada seluruh perangkat daerah yang bertanggung jawab terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pejabat yang tidak mampu menunjukkan kinerja dan memenuhi target yang telah ditetapkan terancam dicopot dari jabatannya. Sebagai informasi, Pemprov NTT menargetkan PAD tahun ini sebesar Rp 2,8 triliun.
Menurut Melki, capaian PAD Provinsi NTT saat ini masih berada di angka sekitar 20 persen. Karena itu, setiap perangkat daerah yang memiliki tanggung jawab terhadap pelayanan publik dan pendapatan daerah harus bekerja lebih maksimal.
“Penanggung jawab PAD sudah dibagi secara detail. Bagi yang bertanggung jawab di unit kecil untuk urusan pelayanan publik dan juga PAD, bagi yang tidak perform mingguan bulanan siap dicopot, diganti orang lain lagi yang memang siap untuk bekerja termasuk kepala dinasnya,” katanya, saat memimpin apel bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi NTT yang dirangkaikan dengan penyerahan buku hasil Gerakan Donasi Buku Layak Baca di halaman Kantor Gubernur NTT, Senin (8/6/2026).
Mantan anggota DPR RI itu mengatakan, evaluasi akan dilakukan secara berkala berdasarkan capaian kinerja. Pemerintah Provinsi NTT, kata dia, membutuhkan aparatur yang mampu bekerja cepat, efektif, dan berorientasi pada hasil guna mendukung peningkatan pendapatan daerah.
Baca juga: Gubernur NTT Goyang Bersama Ribuan Lansia, HLUN 2026 Berlangsung Meriah dan Penuh Kehangatan
Selain menyoroti PAD, Gubernur Melki juga memaparkan sejumlah agenda strategis pemerintah daerah, termasuk penataan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) seperti Bank NTT, PT Flobamor, dan KIB Bolok.
Pemprov NTT juga menyiapkan penyertaan modal senilai Rp75 miliar yang akan dialokasikan setelah rencana bisnis masing-masing BUMD mendapat persetujuan pemerintah dan DPRD.
Dana tersebut terdiri dari Rp 30 miliar untuk Bank NTT, Rp 21 miliar untuk Jamkrida, serta masing-masing Rp 12 miliar untuk PT Flobamor dan KIB Bolok. Politikus Golkar itu menegaskan pengisian jajaran BUMD dilakukan secara profesional tanpa melibatkan tim sukses.
“BUMD tidak ada yang diisi dari tim sukses Melki-Johni. Semua murni hasil proses perekrutan yang melibatkan berbagai pihak dengan latar belakang yang baik,” ujarnya.
Pada apel yang sama, Gubernur Melki menyerahkan secara simbolis 4.121 buku hasil Gerakan Donasi Buku “1 ASN 1 Buku” kepada Bunda Literasi NTT, Mindriyati Astiningsih Laka Lena. Buku-buku tersebut akan didistribusikan ke taman baca masyarakat di berbagai wilayah NTT untuk mendukung penguatan budaya literasi. (fan)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
| Pemerintah Sosialisasikan Skema Baru Redistribusi Tanah di Sikka |
|
|---|
| Personel PLN Gotong Royong Bersih-bersih dan Rapikan Gardu Induk Maulafa |
|
|---|
| BERITA POPULER : Penggusuran di SDN Wolomoni Ende, Warga 4 Desa di Ende Merasa Dianaktirikan Pemda |
|
|---|
| BPJS Ketenagakerjaan Dorong Koperasi Jadi Jembatan Perlindungan Pekerja Informal di NTT |
|
|---|
| Alumni Kolese Kanisius Galang Dana Rp 200 Juta untuk Sekolah Dasar di NTT |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Gubernur-NTT-Melki-Laka-Lena-memerintahkan-BPBD-dan-PU-tangani-gempa-Flotim.jpg)