Jumat, 29 Mei 2026

Editorial

Editorial: Menanti Kerja Nyata

Tantangan terdekat bagi Elcid Li dan tim antara lain bagaimana menjadikan NTT Mart menjadi pusat pemasaran dan pengembangan produk

Tayang:
POS-KUPANG.COM/Agustinus Tanggur
Wakil Gubernur NTT, Irjen Pol (Purn) Dr. Drs. Johni Asadoma saat melakukan kunjungan ke NTT Mart by Dekranasda Belu usai melaksanakan kunjungan kerja di Timor Leste, Rabu (20/5/2026) sore. 

Ringkasan Berita:
  • Tantangan terdekat bagi Elcid Li dan tim antara lain bagaimana menjadikan NTT Mart sungguh menjadi pusat pemasaran dan pengembangan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) unggulan NTT. 
  • NTT Mart menjual produk lokal lokal berkualitas yang terserap pasar.
  • Sementara jajaran baru PT KIB dalam kepemimpinan Rusyanto Nehemia perlu  bertransformasi menjadi magnet investasi riil, tempat di mana aktivitas industri dan UMKM bernapas bersama, seperti ditegaskan Gubernur Melki Laka Lena.
 

 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - PROFICIAT kita ucapkan kepada jajaran komisaris dan direksi baru PT Flobamor dan PT Kawasan Industri Bolok (KIB) yang dilantik  oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena pada hari Selasa (26/5/2026).

Untuk PT. Flobamor, Gubernur Melki Laka Lena melantik Semuel Halundaka dan Sonny Supersemar Pellokila, SE sebagai Komisaris Independen,  Dr. Dominggus Elcid Li sebagai direktur utama. Maxi Julians Rihi Dara, ST, MEMD (Direktur Keuangan dan Operasional), Leonardo Adiyanto Waleng, ST (Direktur Pengembangan Ekonomi Kerakyatan), Fransiskus Kasmir Nuryadin Bata, SE (Direktur Pengadaan Barang dan Jasa), dan Yose Rizal, A.Md, S.Kom sebagai Direktur Pengembangan Usaha.

Di tubuh PT. Kawasan Industri Bolok (KIB), Prof. Fredrik Lukas Benu, M.Si, Ph.D dan Daniel Tonu, M.Si mengemban tugas sebagai Komisaris Independen. Adapun Dewan Direksi terdiri dari Rusyanto Nehemia Constatin Hiskia, S.TP (Direktur Utama), Kretisana Jagi, SE, M.Si (Direktur Keuangan dan Operasional), Grace Lusiana Beeh, S.Kom, M.Cs (Direktur Kerja Sama dan Pengembangan Usaha).

Masyarakat Flobamora tentu memandang pelantikan mereka menjadi babak baru yang penting bagi perekonomian daerah. Langkah ini buka sekadar ritual seremoni pergantian jabatan. Pelantikan adalah titik pijak mememperbaiki  kinerja dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang selama ini belum menyumbang pendapatan bagi NTT.

Kita mesti jujur mengakui bahwa publik NTT sudah telanjur akrab dengan potret kontras di tubuh BUMD. Dari empat BUMD milik Pemda NTT, baru Bank NTT dan PT Jamkrida yang konsisten memberikan kontribusi positif berupa deviden kepada Pemerintah Provinsi NTT. Sementara PT Flobamor dan KIB masih jauh dari harapan.

PT Flobamor terus-menerus didera kabar kerugian, sementara KIB masih saja berkutat pada urusan klasik, antara lain pembebasan lahan yang tak kunjung usai. Investor belum banyak yang melirik Bolok.

Kini nakhoda baru dan timnya telah ditetapkan. Menyimak rekam jejak, kapasitas dan kompetensi, PT Flobamor di bawah pimpinan Dr. Dominggus Elcid Li memiliki formasi yang dapat diandalkan.

Semoga mereka solid dan bekerja sebagai tim serta fokus pada agenda aksi terukur. Elcid Li dan timnya patut  melahirkan inovasi dan kelola perusahaan secara  profesional.

Tantangan terdekat bagi Elcid Li dan tim antara lain bagaimana menjadikan NTT Mart sungguh menjadi pusat pemasaran dan pengembangan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) unggulan NTT. NTT Mart menjual produk lokal lokal berkualitas yang terserap pasar.

Sementara jajaran baru PT KIB dalam kepemimpinan Rusyanto Nehemia perlu  bertransformasi menjadi magnet investasi riil, tempat di mana aktivitas industri dan UMKM bernapas bersama, seperti ditegaskan Gubernur Melki Laka Lena.

Tanpa jaminan keamanan dan kenyamanan bagi investor, target menjadikan KIB sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru NTT hanya akan menjadi angan-angan di atas kertas.

Instruksi Gubernur Melki  agar kedua BUMD segera menyetorkan rencana bisnis adalah langkah awal yang tepat. Namun, pemerintah daerah sebagai pemegang saham perlu memperketat fungsi pengawasan dan menerapkan tenggat waktu pencapaian yang tegas. 

Kita tidak lagi memiliki kemewahan waktu untuk memaklumi alasan-alasan klasik di masa lalu. Formasi baru komisaris dan direksi kedua BUMD itu merupakan pertaruhan profesionalisme. Masyarakat NTT menunggu kerja nyata dan hasil konkret, kapan PT Flobamor dan PT KIB lepas dari jerat kerugian tahunan dan mulai menyumbang deviden. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS 

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved