Sabtu, 23 Mei 2026

Editorial

Editorial: Mengatasi Kelangkaan BBM di Amfoang

KELANGKAAN bahan bakar minyak (BBM) terjadi di Amfoang, Kabupaten Kupang saat ini. Stok BBM terbatas sehingga harga melambung.

Tayang:
POS-KUPANG.COM/HO
Barang bukti ribuan liter BBM jenis solar yang diamankan di Mapolres Rote Ndao. 

Ringkasan Berita:
  • KELANGKAAN bahan bakar minyak (BBM) terjadi di Amfoang, Kabupaten Kupang saat ini. Stok BBM terbatas sehingga harga melambung. 
  • BBM jenis Pertamax misalnya, mencapai Rp 25.000 per liter. Rakyat Amfoang menjerit.
  • Pemerintah Kabupaten Kupang bersama Pertamina sudah mengintervensi dengan menyalurkan 4.000 liter Pertamax ke wilayah Amfoang. 
  • Upaya tersebut untuk mengatasi kelangkaan sekaligus menekan lonjakan harga. Meski bersifat sementara, namun keluhan masyarakat setempat dapat teratasi.
 

 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - KELANGKAAN bahan bakar minyak (BBM) terjadi di Amfoang, Kabupaten Kupang saat ini. Stok BBM terbatas sehingga harga melambung. BBM jenis Pertamax misalnya, mencapai Rp 25.000 per liter. Rakyat Amfoang menjerit.

Pemerintah Kabupaten Kupang bersama Pertamina sudah mengintervensi dengan menyalurkan 4.000 liter Pertamax ke wilayah Amfoang.

Upaya tersebut untuk mengatasi kelangkaan sekaligus menekan lonjakan harga. Meski bersifat sementara, namun setidaknya keluhan masyarakat setempat dapat teratasi.

Kelangkaan BBM yang dialami masyarakat Amfoang akibat terbatasnya akses distribusi. Sebagaimana kita ketahui bahwa wilayah Amfoang yang terdiri dari enam kecamatan, yakni Amfoang Timur, Amfoang Tengah, Amfoang Utara, Amfoang Selatan, Amfoang Barat Laut dan Amfoang Barat Daya merupakan daerah yang sulit diakses melalui jalur  darat dan laut.

Infrastruktur jalan jelek, banyak ruas jalan belum beraspal. Harus melintasi sejumlah kali besar dan kecil tanpa jembatan. Berjarak dari Kota Kupang sekitar 165 km, perjalanan ke Amfoang ditempuh selama 4
jam lebih.  

Kondisi infrastruktur jalan dan jembatan yang belum memadai membuat wilayah Amfoang terisolir. Bagi sebagian besar Aparatur Sipil Negara (ASN), Amfoang merupakan momok yang menakutkan. Jika ada ASN yang dimutasi ke wilayah Amfoang, dianggap sebagai tempat pembuangan.

Umumnya, kelangkaan BBM juga terjadi akibat rantai pasokan yang terganggu. Hambatan dalam pengiriman seperti cuaca buruk di laut atau banjir sehingga mengganggu pasokan dari depot Pertamina. Namun faktor ini kecil kemungkinan karena musim hujan sudah lewat dan sekarang kita telah memasuki musim kemarau. 

Kita patut menduga kelangkaan BBM di Amfoang ada kaitannya dengan situasi geopolitik global. Ketegangan di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak mentah dunia sangat memengaruhi ketersediaan pasokan impor dan biaya produksi yang dikelola oleh Pertamina. Dengan demikian, sudah tentu diikuti dengan pembatasan kuota sehingga menyebabkan kekosongan stok.

Faktor lain, ada permainan oknum-oknum tidak bertanggungjawab untuk melakukan penimbunan. Mereka berspekulasi, menimbun kemudian menjual BBM saat harga melonjak. Tujuannya agar memperoleh keuntungan yang sebanyak-banyaknya.

Jika kondisi di atas benar terjadi, maka kita mendesak aparat penegak hukum segera bertindak. Apabila ada oknum terbukti melakukan penimbunan BBM maka harus diproses hukum. Kita mengingatkan aparat keamanan tidak ikut bermain dalam proses ini, melainkan bekerja professional. 

Dengan kejadian kelangkaan ini, kita berharap Pemkab Kupang dan Pertamina sudah melakukan evaluasi dan menyiapkan langkah-langkah strategis untuk dilaksanakan agar rantai pasokan BBM ke Amfoang terus lancar. 

Untuk jangka panjang, Pemkab Kupang dan Pertamina wajib mendorong pelaku usaha (pengusaha) untuk membangun Satuan Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Amfoang. Saat ini baru ada satu SPBU di Amfoang Selatan. Kehadiran SPBU menjadi solusi atas persoalan distribusi dan mahalnya harga BBM.

Selain itu, mempermudah akses masyarakat terhadap BBM dan mengurangi risiko kelangkaan yang selama ini berulang.

Agar prosesnya lebih cepat, Pemkab Kupang dan Pertamina membuat kebijakan serta memberikan kemudahan-kemudahan terhadap pengusaha yang berniat membangun SPBU di Amfoang. Semoga! (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS 

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved