Obituari
Sirilus Wali: Musik dan Keindahan Abadi
Sirilus Wali dikenal sebagai seorang komponis NTT yang kreatif. Pada setiap hari raya gerejani seperti Natal dan Paskah ia selalu merilis lagu
Sirilus Wali dikenal sebagai seorang komponis NTT yang kreatif. Pada setiap hari raya gerejani seperti Natal dan Paskah ia selalu merilis lagu misa yang baru.
Ia juga sering merilis lagu gereja untuk peristiwa khusus seperti misa perdana Imam baru, pesta paroki, syukur perak-pancawindu imamat.
Sirilus pun menulis lagu untuk perayaan syukur perak imamatku pada tahun 2011 dengan tema “Tuhan adalah gembalaku” (Mz,23).
Pilihan kalimat lagu syairnya berangkat dari gambaran sederhana dan konkret di kampung halaman nenek moyangnya Embu Jata, “Ndangakapa”-Tanah Jea dan di kampung halamanku Nangapanda, Kabupaten Ende.
Di sana Sirilus remaja kecil mengembalakan kambing. Anak kampung dengan hati riang ini menghantar kambing ke rumput yang lebih hijauh, ke air yang tenang, pada senja sebelum mata hari terbenam dia menghantar ke Keka Rongo (kandang kambing).
Dalam lagu-lagi yang lainnya Tuhan Yesus digambarkan sebagai sahabat yang dekat dan akrab yang selalu mempunyai waktu untuk duduk dengan tenang dan mendengar isi hati kita dengan penuh pengertian.
Digambarkannya Yesus selalu mendekati kita, karena itu kita tidak sia-sia bila kita berbicara kepada Yesus. Dia adalah sahabat kita.
Dengan bekal dasar yang kuat tidak terlalu sulit bagi Sirilus untuk merambah ke berbagai jenis genre, termasuk meliris lagu–lagu pop nasional dan daerah yang bernuansa budaya lokal serta tema kerukunan antarumat beragama.
Lagu POP yang dirilisnya antara lain tentang CINTA dan RASA. Lagu ini lahir atas refleksi mengenai kehidupan cinta yang mendalam.
Jika sebuah pasangan kekasih yang telah dikaruniai CINTA, maka mereka wajib menjaga RASA CINTA.
Sirilus sebagai seorang pendidik banyak pula menulis lagu-lagu mars. Salah satunya tercatat pernah meraih penghargaan 6 besar terbaik nasional dengan Mars Perempuan PGRI. Yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pusat.
Sirilus Wali nampak bahagia ketika putrinya, Veronika Maria Angel Wali yang kala itu masih siswi SMA juga mengikuti jejaknya dalam ajang cipta lagu mars di tingkat provinsi dan nasional.
Angel pun pernah meraih juara 1 dalam ajang lomba cipta lagu antar SMA/SMK se-NTT yang melibatkan 36 peserta.
Orang Latin bilang, ”Qui bene cantat, bis orat”: “Dia yang bernyanyi baik, berdoa dua kali”.
Dengan hati hening kita berdoa semoga sang komponis bersatu dengan sumber segala harmoni, bersama para malekat, Kerubim dan Serafim bernyanyi memuji kekudusan Tuhan tiada henti.
Terima kasih Ari Jao Sirilus Wali, cinta dan suara serta keindahan melodimu adalah abadi dalam hidup kami. (*)
Simak terus berita dan artikel opini POS-KUPANG.COM di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Sirilus-Wali.jpg)