Rabu, 3 Juni 2026

Obituari

Sirilus Wali: Musik dan Keindahan Abadi

Sirilus Wali dikenal sebagai seorang komponis NTT yang kreatif. Pada setiap hari  raya gerejani  seperti Natal dan Paskah ia selalu merilis lagu

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
POS-KUPANG.COM/HO
Sirilus Wali 

Oleh: P. Edu Dosi, SVD

POS-KUPANG.COM - Komunitas musik gerejawi dan pencinta budaya Nusa Tenggara Timur ( NTT) berduka. 

Sirilus Wali dikenal luas sebagai komponis dan maestro musik gerejawi, yang telah  mewarnai musik liturgi gerejani ini, mengembuskan napas terakhirnya di RS Ae Ramo Mbay, pada umur 62 tahun, 17 Februari 2026.

Ketika  semua sahabatnya tak menduga ia kembali ke Rumah Ilahi di pangkauan pemusik agung. 

Ia tinggalkan  Alfonsa,  belahan jiwanya  serta kedua buah cinta  Renold dan Maria Angel Wali. Mereka pula yang  selalu bernyanyi bersamanya dengan kasih  sayang.

Baca juga: Obituari: Pater Bombon Telah Pergi

Sirilus adalah seorang seniman  sekaligus guru  SBD pada dua sekolah di Kota Kupang yaitu SMAK Giovani  dan SMAN  11 Kota Kupang.  Ia  lahir di Ndangakapa, Nangapanda, Kabupaten Ende, dan berdomisili di Kota Kupang. 

Rekan-rekannya mengenal dia  sebagai lelaki rendah hati, tenang dan sabar, berbudi halus yang dibentuk oleh keindahan musik.  

Sang komponis ini menghadiahkan   hidupnya untuk merangkai kasih  dalam  nada bagi Allah. 

Ia melintasi batas budaya serta generasi. Keindahan abadi  lagu-lagunya akan terus bergema di gereja dan ruang publik dalam setiap harmoni yang ia tinggalkan.

Sejak tahun 1990 Sirilus Wali menekuni  bidang komposisi pada gurunya  di bangku kuliah Universitas Widya Mandira, bersama dosen-dosen hebat seperti almarhum Pater Anton Sigoama SVD,Pater Daniel Kiti, SVD dan Bapak Petrus Riki Tukan. 

Sejak itu  Sirilus  mulai mengembangkan, menciptakan lagu-lagu Misa Inkulturasi maupun misa-misa umumnya. 

Lagu-lagunya yang sering dinyanyikan  dalam Misa Gereja  Katolik adalah   "Kami Membawa Persembahan" dan "Mari Pulang, Kita Memuji Allah".

Dengan berbakat musik,   Sirilus masuk dalam ruang  kreatif  peciptaan lagu rohani. 

Proses kreatif penciptaan karya seni dan spiritual  ini melahirkan lagu-lagu ritual inkulturatif bagi Gereja Katolik yang bermotif budaya daerah. 

Lagu lagu misa ini antara lain   bermotif tarian Taka Ze dan  Naro (Tana Zea/ Ende perbatasan dengan etnis Nagekeo), Gawi (Lio)  dan Ndera (Nagekeo).

Sirilus Wali dikenal sebagai seorang komponis NTT yang kreatif. Pada setiap hari  raya gerejani  seperti Natal dan Paskah ia selalu merilis lagu misa yang baru. 

Ia juga sering merilis lagu gereja  untuk peristiwa khusus  seperti misa perdana Imam baru, pesta paroki, syukur perak-pancawindu imamat.

Sirilus pun menulis lagu untuk perayaan syukur perak imamatku pada tahun 2011 dengan tema “Tuhan adalah gembalaku” (Mz,23). 

Pilihan kalimat lagu syairnya  berangkat dari gambaran sederhana dan konkret di kampung halaman nenek moyangnya Embu Jata, “Ndangakapa”-Tanah Jea dan di kampung halamanku Nangapanda, Kabupaten Ende. 

Di sana Sirilus remaja kecil mengembalakan kambing. Anak kampung dengan hati riang ini menghantar kambing ke rumput yang lebih hijauh, ke air yang tenang, pada senja sebelum mata hari terbenam dia menghantar ke Keka Rongo (kandang kambing).

Dalam lagu-lagi yang lainnya Tuhan Yesus digambarkan sebagai sahabat yang dekat  dan akrab yang selalu mempunyai waktu untuk duduk dengan tenang  dan mendengar isi hati kita dengan penuh pengertian.  

Digambarkannya Yesus selalu mendekati kita, karena itu kita tidak sia-sia bila kita berbicara kepada Yesus. Dia adalah sahabat kita.

Dengan  bekal dasar yang kuat  tidak terlalu sulit  bagi Sirilus untuk merambah ke berbagai jenis genre, termasuk meliris  lagu–lagu pop nasional dan daerah yang bernuansa budaya lokal serta tema kerukunan antarumat beragama.

Lagu POP yang dirilisnya antara lain tentang  CINTA  dan RASA. Lagu ini lahir  atas refleksi mengenai kehidupan cinta yang mendalam. 

Jika sebuah pasangan kekasih yang telah dikaruniai CINTA, maka mereka wajib menjaga RASA CINTA.   

Sirilus sebagai seorang pendidik  banyak pula menulis lagu-lagu mars. Salah satunya tercatat pernah meraih penghargaan 6 besar terbaik nasional dengan  Mars Perempuan PGRI. Yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pusat. 

Sirilus Wali nampak bahagia ketika putrinya, Veronika Maria Angel Wali yang kala itu masih siswi SMA juga mengikuti jejaknya dalam ajang cipta lagu mars di tingkat provinsi dan nasional. 

Angel pun pernah meraih juara 1  dalam ajang lomba  cipta lagu  antar SMA/SMK  se-NTT yang melibatkan 36 peserta. 

Orang Latin bilang, ”Qui bene cantat, bis orat”: “Dia yang bernyanyi baik, berdoa dua kali”. 

Dengan hati hening kita berdoa semoga sang komponis bersatu dengan sumber segala harmoni, bersama para malekat, Kerubim dan Serafim bernyanyi memuji kekudusan Tuhan tiada henti.  

Terima kasih Ari Jao Sirilus Wali, cinta dan suara serta   keindahan melodimu adalah  abadi dalam hidup kami. (*)   

Simak terus berita dan artikel opini POS-KUPANG.COM di Google News 

 

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved