Liputan Khusus
LIPSUS: 3,5 Jam Melki-Emi Bersama Massa Aksi Damai Cipayung Plus di DPRD NTT
Aliansi Cipayung Plus bersama BEM dan berbagai elemen masyarakat NTT menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Provinsi NTT
"Tapi kalau itu dibutuhkan evaluasi, kita evaluasi. Cuman harus diingat bahwa DPRD itu langsung bersingguang langsung dengan rakyat. Kami ada di bawah aturan, kami tidak membuat aturan sendiri, tunjangan, gaji dan lain-lain," ujar Emi Nomleni.
Emi Nomleni mengatakan, setiap APBD yang diputuskan dan dijalankan, selalu mendapat evaluasi oleh Kementerian Dalam Negeri. Ia memahami keprihatinan kondisi bangsa yang tengah bergejolak.
Emi Nomleni mengaku, rasa yang dialami masyarakat maupun mahasiswa, sama seperti yang dia rasakan. Semua tuntutan itu akan disampaikan ke pemerintah pusat.
"Tentu kita tahu tentang kondisi kita. Apa yang menjadi kewenangan provinsi kita akan bersama-sama dengan Pak Gubernur. Itu menjadi evaluasi kita bersama," kata Emi Nomleni.
Emi Nomleni mengatakan, DPRD dan pemerintah di daerah adalah perpanjangan tangan pemerintah pusat. Karena itu, ujarnya, perlu ada konsultasi bersama ke Kementerian Dalam Negeri.
Emi Nomleni menyebut beberapa isu yang menjadi perhatian publik, seperti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan pengelolaan panas bumi di Flores, akan menjadi bagian dari agenda pembahasan di tingkat provinsi.
Apa yang menjadi kewenangan dan berbagai aspirasi yang ada, kata dia, bakal ditindaklanjuti bersama Pemerintah NTT.
Termasuk juga dengan kritikan dan masukkan dari mahasiswa. Emi mengaku, DPRD NTT membuka pintu bagi siapapun untuk berdialog.
Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma meminta warga untuk menjaga perdamaian dan tidak terprovokasi.
“Kita tidak perlu ikut-ikutan atau terprovokasi oleh pihak-pihak luar yang ingin mengacaukan situasi di Indonesia. Mari kita bersama-sama menjaga keamanan, kedamaian, ketertiban, dan ketenteraman di NTT,” kata Johni Asadoma.
Purnawirawan Polri itu menekankan, segala bentuk kekerasan, perusakan, penyerangan, maupun pembakaran harus ditolak. Menurutnya, saat ini seluruh elemen sedang berjuang keras membangun NTT agar lebih maju dan sejahtera.
“Apabila ada tindakan anarkis yang merusak dan menghancurkan, itu sama saja dengan membuat kita mundur. Kita tidak akan bisa menjadi daerah yang maju bila keamanan tidak terjaga,” ujar Johni Asadoma.
Johni Asadoma juga menegaskan pentingnya sinergi antara masyarakat, TNI, dan Polri dalam menjaga situasi tetap kondusif.
“TNI dan Polri adalah motor penggerak keamanan, namun seluruh masyarakat wajib turut serta menciptakan perdamaian dan ketertiban di NTT,” kata Johni Asadoma.
Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko meminta masyarakat tidak boleh mudah percaya pada isu-isu yang tidak jelas kebenarannya. Kabar bohong, kata dia, dapat menimbulkan keresahan dan memicu perpecahan.
Liputan Khusus
Liputan Khusus Pos Kupang
POS-KUPANG.COM
Ketua DPRD NTT
Gubernur NTT
Emi Nomleni
Melki Laka Lena
Johni Asadoma
Rudi Darmoko
Samuel B Pandie
Muhamad Ms
Multiangle
Eksklusif
Meaningful
| LIPSUS: Dokter Spesialis Mogok Kerja, Pasien RSUD Atambua Kecewa |
|
|---|
| LIPSUS: Pembelian BBM 50 Liter Sehari, Kendaraan Antri di SPBU, Dipicu Isu Kenaikan Harga BBM |
|
|---|
| LIPSUS: Suster Ika Sedih Lepas 12 LC, Gubernur KDM Jemput ke Maumere Carter Pesawat Susi Air |
|
|---|
| LIPSUS: Melki dan Johni Siap Terima Kritik, Sudah Setahun Memimpin Provinsi NTT |
|
|---|
| LIPSUS: PIP Rp 5 Miliar Gagal Dicairkan untuk 6.334 Siswa Ngada, Tuding Pihak Perbankan Persulit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Massa-aksi-bakar-ban-di-depan-kantor-gubernur-NTT.jpg)