Selasa, 2 Juni 2026

Liputan Khusus

LIPSUS: 1.000 Lilin Perjuangan untuk Prada Lucky Aksi Damai Warga di Nagekeo

Ratusan warga Nagekeo menggelar Aksi 1.000 Lilin untuk mengenang dan menyerukan keadilan bagi almarhum Prada Lucky Chepril Saputra Namo

Tayang: | Diperbarui:
POS-KUPANG.COM/ALBERT AQUINALDO
AKSI - Aksi 1000 lilin untuk mengenang almarhum Prada Lucky Namo yang digelar di Lapangan Berdikari, Selasa (19/8/2025) malam. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo

POS-KUPANG.COM, MBAY -  Ratusan warga Nagekeo menggelar Aksi 1.000 Lilin untuk mengenang dan menyerukan keadilan bagi almarhum Prada Lucky Chepril Saputra Namo, anggota Batalyon TP 834/Wakanga Mere, Aeramo, yang meninggal dunia akibat dianiaya puluhan seniornya.

Pantauan Pos Kupang, aksi damai ini digelar di Lapangan Berdikari, Danga, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (19/8/2025) malam.

Dengan tema Dari Tana Mbay Untuk Nusantara: Keadilan untuk Prada Lucky, warga Danga dan sekitarnya berkumpul membawa lilin menyala sebagai simbol solidaritas dan duka mendalam.

Aksi damai ini bukan sekadar seremonial, tetapi sarat makna dan memiliki pesan kuat terkait perjuangan keadilan untuk Prada Lucky Namo. 

Baca juga: Driver Ojol di Nagekeo Ungkap Detik-detik Prada Lucky Namo Dibawa ke Puskesmas Danga

Ketua Forum Pemuda NTT Nagekeo, Agustinus Bebi Daga, menjelaskan, setidaknya ada lima alasan utama mengapa aksi ini dilakukan di tanah kelahiran dan pengabdian Prada Lucky.

Pertama, sebagai bentuk penghormatan terakhir yang bermakna. Prada Lucky bertugas di Nagekeo, tanah yang menjadi saksi pengabdian dan perjuangannya. Dia dikenal dekat dengan masyarakat setempat.

“Menggelar aksi 1.000 lilin di tempat ini menjadi bentuk penghormatan terakhir yang penuh makna, dilakukan di hadapan orang-orang yang menyaksikan langsung dedikasinya,” kata Bebi.

MOHON - Ibu kandung almarhum Prada Lucky Namo, Sepriana Paulina Mierpey bersimpuh di kaki Panglima Kodam IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto. Ia memohon keadilan bagi anaknya, Senin, (11/8/2025) di rumah duka Lucky Namo, Kelurahan Kuanino Kota Kupang.
MOHON - Ibu kandung almarhum Prada Lucky Namo, Sepriana Paulina Mierpey bersimpuh di kaki Panglima Kodam IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto. Ia memohon keadilan bagi anaknya, Senin, (11/8/2025) di rumah duka Lucky Namo, Kelurahan Kuanino Kota Kupang. (POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI)

Kedua, untuk menguatkan solidaritas lokal. Aksi ini menjadi pemersatu masyarakat lintas desa, kecamatan, hingga Diaspora Nagekeo di luar daerah. Lilin-lilin yang menyala menjadi simbol bahwa dukungan terhadap Prada Lucky lahir dari akar budayanya sendiri dan kini menggema ke seluruh penjuru negeri.

“Ketiga, untuk  menegaskan identitas dan harga diri daerah. Dengan aksi ini, masyarakat Nagekeo menunjukkan bahwa mereka tidak tinggal diam saat salah satu warganya menjadi korban ketidakadilan. Ini adalah pesan tegas bahwa daerah ini memiliki solidaritas, keberanian, dan harga diri untuk bersuara demi kebenaran dan keadilan,” katanya.

Makna keempat, jelas Bebi, untuk menghormati budaya dan nilai lokal. Dijelaskan Bebi, dalam budaya masyarakat Nagekeo dan sebagian besar wilayah di NTT, penghormatan kepada pejuang dan leluhur selalu dimulai dari tanah asalnya.

Baca juga: Aksi Bakar 1000 Lilin, Ratusan Warga Nagekeo Serukan Keadilan untuk Prada Lucky Namo

Aksi 1000 lilin ini bukan hanya bentuk protes damai, tetapi juga bagian dari ritual sosial untuk menjaga martabat keluarga dan suku.

Kelima, memberi dukungan nyata kepada keluarga. Keluarga besar Prada Lucky Namo berada di Nagekeo. Aksi ini menjadi penguat moral bagi mereka, sekaligus menegaskan bahwa duka ini bukan hanya duka keluarga inti, tetapi duka bersama seluruh masyarakat Nagekeo.

Dalam aksi 1.000 lilin itu, sejumlah orator membacakan orasinya. Doa dan seruan-seruan moral berdatangan datang dari tokoh muda, tokoh agama dan beberapa OKP yang hadir. Di tengah gelapnya malam, cahaya lilin yang berpendar menjadi simbol harapan agar keadilan bagi Prada Lucky Namo segera ditegakkan.

Masyarakat Nagekeo berharap, melalui aksi ini, suara mereka terdengar hingga ke tingkat nasional.  Mereka menuntut penyelidikan yang transparan, adil, dan akuntabel atas kematian Prada Lucky, seraya menjaga nama baik dan martabat Tana Mbay.

HARU -  Kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo, anggota Batalyon TP 834/Wakanga Mere, Aeramo, Kabupaten Nagekeo yang diduga dianiaya 20 orang seniornya di kesatuannya sendiri tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi kedua orang tuanya dan keluarga tetapi juga bagi ibu Iren, ibu asuh almarhum Prada Lucky di Nagekeo.
HARU - Kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo, anggota Batalyon TP 834/Wakanga Mere, Aeramo, Kabupaten Nagekeo yang diduga dianiaya 20 orang seniornya di kesatuannya sendiri tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi kedua orang tuanya dan keluarga tetapi juga bagi ibu Iren, ibu asuh almarhum Prada Lucky di Nagekeo. (POS-KUPANG.COM/HO)
Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved