Kamis, 30 April 2026

Perang Israel Iran

Iran Hantam Radar Amerika Serikat di Timur Tengah

Iran menghantam sistem radar yang menjadi “mata” pertahanan udara Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah. 

Tayang:
Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM
TELEGRAM FarsNA via NEW YORK POST Bunker bawah tanah yang dipenuhi deretan drone Shahed milik Iran dipaemerkan oleh televisi Iran Fars setelah serangan AS dan Israel dalam operasi gabungan pada Sabtu (28/2/2026). 

Radar AN/FPS-132 merupakan sistem radar berteknologi tinggi yang mampu melacak banyak target sekaligus. 

Menurut International Institute for Strategic Studies, Amerika hanya memiliki lima radar tetap jenis ini dalam sistem peringatan dini Amerika Utara, yang dirancang untuk melindungi wilayah AS dari potensi serangan rudal

Harga satu sistem radar tersebut diperkirakan mencapai 1 miliar dollar AS (Rp 16,9 triliun). “Ini sumber daya strategis yang langka,” kata Thomas Karako, direktur Proyek Pertahanan Rudal di Center for Strategic and International Studies di Washington.

Kerusakan radar-radar di negara Teluk Analisis citra satelit Planet Labs menunjukkan puing-puing di sisi timur laut instalasi radar berbentuk kubah di Qatar, yaitu sisi yang menghadap Iran

Citra tersebut juga memperlihatkan limpasan air yang kemungkinan berasal dari upaya pemadaman kebakaran. Verba, Rudal Rusia Penangkal Serangan AS ke Iran Artikel Kompas.id “Ini menunjukkan kerapuhan beberapa radar tingkat tinggi semacam ini,” kata Sam Lair, peneliti di James Martin Center for Nonproliferation Studies yang menganalisis citra tersebut.

Selain di Qatar, Iran juga menyerang radar TPY-2 yang terpasang pada baterai sistem THAAD di Yordania. Radar TPY-2 merupakan komponen penting dalam sistem pertahanan rudal berbasis darat yang digunakan untuk mencegat rudal balistik di luar atmosfer. 

Citra satelit yang ditinjau Wall Street Journal juga menunjukkan kerusakan pada tiga kubah radar di Camp Arifjan, pangkalan militer yang digunakan pasukan Amerika Serikat di Kuwait. 

Kerusakan juga terlihat pada sistem komunikasi satelit di markas Armada Kelima AS di Bahrain. Di Arab Saudi, citra satelit yang diambil pada 1 Maret menunjukkan asap mengepul dari bangunan di lokasi radar Pangkalan Udara Pangeran Sultan.

Amerika menempatkan radar utama di berbagai lokasi strategis di dunia untuk menghadapi ancaman dari negara seperti Iran, Korea Utara, dan Rusia. 

Selain radar darat, Angkatan Laut AS juga mengoperasikan kapal perusak rudal berpemandu di kawasan tersebut yang dapat menembak jatuh rudal balistik dan ancaman udara lainnya. Sistem radar ini juga memainkan peran penting dalam konflik terbaru.

Ketika Iran menembakkan rudal ke pangkalan militer Turki yang menyimpan senjata nuklir AS, radar Amerika di Turki tenggara mendeteksi peluncuran tersebut. 

Radar tersebut kemudian mengirimkan peringatan kepada kapal perang Amerika di Mediterania timur yang akhirnya menembak jatuh rudal tersebut. Stasiun radar di Kota Kürecik sudah ditempatkan di sana lebih dari satu dekade lalu oleh pemerintahan Barack Obama, untuk memperkuat pertahanan udara NATO terhadap Iran.

Dua di antaranya ditempatkan secara permanen di Guam dan Korea Selatan, sedangkan dari lima unit THAAD lainnya yang diputar penugasannya, dua saat ini berada di Timur Tengah, yakni di Israel dan Yordania. 

Satu unit THAAD tambahan telah dikirim kembali ke Amerika Serikat tahun lalu untuk menjalani tahap pengujian. Arab Saudi dan Uni Emirat Arab juga membeli sistem THAAD dari Amerika Serikat dan menyatakan sebagian sistem tersebut sudah mulai beroperasi.

Dalam banyak serangan, Iran menggunakan drone satu arah yang meledak saat menabrak target. Drone yang terbang rendah dan relatif lambat tersebut kerap sulit dicegat oleh beberapa sistem pertahanan udara konvensional.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved