Perang Israel Iran
Iran Hantam Radar Amerika Serikat di Timur Tengah
Iran menghantam sistem radar yang menjadi “mata” pertahanan udara Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah.
Drone-drone itu digunakan untuk menyerang fasilitas minyak, pangkalan militer, serta gedung-gedung tinggi di kawasan Teluk.
Setelah meluncurkan lebih dari 500 drone dalam dua hari pertama konflik, Iran terus melanjutkan serangan secara stabil. Menurut Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab, negaranya kini menjadi sasaran lebih dari 100 drone setiap hari. Kedua pihak juga menghadapi keterbatasan persediaan amunisi.
Sebelum perang dimulai, pejabat senior Pentagon telah menyampaikan kekhawatiran bahwa Amerika dan sekutunya memiliki stok pencegat pertahanan udara yang terbatas.
Namun, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan bahwa Washington masih memiliki amunisi yang cukup untuk menghadapi konflik tersebut. Di sisi lain, Iran diyakini memiliki kapasitas memproduksi ribuan drone.
Drone buatan Iran juga telah diekspor ke Rusia dan digunakan dalam serangan Moskwa terhadap Ukraina. Rusia juga disebut berbagi intelijen dengan Iran yang dapat membantu menentukan target militer.
“Masalah serangan udara dan rudal yang kompleks dan terintegrasi ada di sini, dan kita harus menghadapi seluruh spektrum ancaman rudal udara, bukan hanya yang balistik,” kata Karako. “Anda harus memiliki pertahanan untuk pertahanan Anda.” (*)
Sumber: Kompas.com
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
| Jelang Pertemuan Donald Trump-Xi Jinping, China Desak Iran Buka Selat Hormuz |
|
|---|
| Donald Trump Perintahkan Angkatan Laut AS Tembak Pemasang Ranjau di Selat Hormuz |
|
|---|
| Eropa dan NATO Matangkan Misi Militer Buka Selat Hormuz |
|
|---|
| Wamenlu Iran: Kami Tidak Menerima Gencatan Senjata |
|
|---|
| Amerika Serikat Blokade Selat Hormuz 24 Jam Pertama, Pelabuhan Iran Lumpuh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Bunker-Bawa-Tanah-Milik-Iran-ok.jpg)