Senin, 11 Mei 2026

Perang Israel Iran

Iran Hantam Radar Amerika Serikat di Timur Tengah

Iran menghantam sistem radar yang menjadi “mata” pertahanan udara Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah. 

Tayang:
Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM
TELEGRAM FarsNA via NEW YORK POST Bunker bawah tanah yang dipenuhi deretan drone Shahed milik Iran dipaemerkan oleh televisi Iran Fars setelah serangan AS dan Israel dalam operasi gabungan pada Sabtu (28/2/2026). 

Drone-drone itu digunakan untuk menyerang fasilitas minyak, pangkalan militer, serta gedung-gedung tinggi di kawasan Teluk. 

Setelah meluncurkan lebih dari 500 drone dalam dua hari pertama konflik, Iran terus melanjutkan serangan secara stabil. Menurut Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab, negaranya kini menjadi sasaran lebih dari 100 drone setiap hari. Kedua pihak juga menghadapi keterbatasan persediaan amunisi. 

Sebelum perang dimulai, pejabat senior Pentagon telah menyampaikan kekhawatiran bahwa Amerika dan sekutunya memiliki stok pencegat pertahanan udara yang terbatas. 

Namun, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan bahwa Washington masih memiliki amunisi yang cukup untuk menghadapi konflik tersebut. Di sisi lain, Iran diyakini memiliki kapasitas memproduksi ribuan drone. 

Drone buatan Iran juga telah diekspor ke Rusia dan digunakan dalam serangan Moskwa terhadap Ukraina. Rusia juga disebut berbagi intelijen dengan Iran yang dapat membantu menentukan target militer. 

“Masalah serangan udara dan rudal yang kompleks dan terintegrasi ada di sini, dan kita harus menghadapi seluruh spektrum ancaman rudal udara, bukan hanya yang balistik,” kata Karako. “Anda harus memiliki pertahanan untuk pertahanan Anda.” (*)

Sumber: Kompas.com

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved