Perang Israel Iran
Wamenlu Iran: Kami Tidak Menerima Gencatan Senjata
Iran secara tegas menyatakan menolak untuk gencatan senjata sementara. Teheran berupaya ingin mengakhiri perang menyeluruh.
POS-KUPANG.COM - Iran secara tegas menyatakan menolak untuk gencatan senjata sementara. Teheran berupaya ingin mengakhiri perang secara menyeluruh.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh menegaskan, gencatan senjata apa pun harus mencakup semua zona konflik dari Lebanon hingga Laut Merah.
“Kami tidak menerima gencatan senjata sementara apa pun,” kata Khatibzadeh, Jumat (17/4/2026).
"Siklus konflik harus berakhir di sini untuk selamanya,” tambahnya.
Mengenai Selat Hormuz, dia mengatakan jalur air tersebut secara historis terletak di dalam perairan teritorial Iran, namun telah lama dapat diakses.
Khatibzadeh menuduh Amerika Serikat (AS) dan Israel yang memicu ketidakstabilan di kawasan itu, dan berdampak negatif pada perdagangan dan perekonomian global.
Sebelumnya, Iran dan AS menyepakati gencatan senjata sementara selama dua minggu, yang diperkirakan akan berakhir pada 22 April 2026.
Di sela-sela momen tersebut, kedua negara mengadakan perundingan di Islamabad, Pakistan pada 11 April 2026 untuk membicarakan solusi perdamaian.
Sayangnya, perundingan tersebut menemui jalan buntu karena Iran menolak syarat dari AS untuk membuka Selat Hormuz dan menghentikan program uranium. Namun Washington dan Teheran dikabarkan sepakat untuk mengadakan pembicaraan lanjutan.
Pada Selasa (14/4/2026) Presiden AS Donald Trump menyampaikan kepada The New York Post putaran kedua perundingan damai dengan Iran kemungkinan akan digelar di Pakistan dalam waktu dekat.
"Sebaiknya kalian tetap di sana karena sesuatu mungkin akan terjadi dalam dua hari ke depan, dan kami lebih cenderung untuk pergi ke sana," kata Trump, dikutip dari Kompas.com, Rabu (15/4/2026).
Meski memberikan sinyal hijau terkait kelanjutan diplomasi, Trump memastikan bahwa dirinya tidak akan terlibat secara langsung dalam pertemuan tersebut.
Pejabat senior dari pemerintahan Pakistan, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan kepada AFP, Selasa (14/4/2026), perundingan susulan sangat mungkin dilakukan sebelum masa gencatan senjata berakhir pada pekan depan.
Pemerintah Pakistan dilaporkan bersiap memfasilitasi putaran kedua perundingan antara Iran dan (AS). (*)
Sumber: Kompas.com
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
| Jelang Pertemuan Donald Trump-Xi Jinping, China Desak Iran Buka Selat Hormuz |
|
|---|
| Donald Trump Perintahkan Angkatan Laut AS Tembak Pemasang Ranjau di Selat Hormuz |
|
|---|
| Eropa dan NATO Matangkan Misi Militer Buka Selat Hormuz |
|
|---|
| Amerika Serikat Blokade Selat Hormuz 24 Jam Pertama, Pelabuhan Iran Lumpuh |
|
|---|
| Iran Miliki Satelit Mata-mata China, Pantau Militer Amerika Serikat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Ribuan-warga-Iran-turun-ke-jalan-di-Teheran-merayakan-gencatan-senjata.jpg)