Wawancara Eksklusif
Wawancara Eksklusif - Wamen Viva Yoga Ungkap 3 Amanat Presiden Prabowo Soal Program Transmigrasi
Viva Yoga Mauladi menyebut, program transmigrasi saat ini bukan hanya persoalan pemerataan penduduk semata.
Jadi transmigrasi itu bukan sekedar program, tapi menjadi bagian dari strategi pembangunan nasional. Strategi pembangunan nasional dengan transmigrasi.
Sebenernya kita sangat familiar dengan kata-kata transmigrasi ini, cuman kita terkadang masih, wah kalau transmigrasi itu jauh banget, daerahnya bener-bener terpelosok banget. Mungkin bisa dijelasin nih Pak, ada berapa daerah yang sekarang lagi jadi fokus dari pemerintah untuk program-program transmigrasi dan menentukannya seperti apa Pak?
Ada 619 kawasan transmigrasi, setara dengan 3,1 juta hektare. Dan sekarang ini yang menjadi fokus untuk prioritas pembangunan nasional dan prioritas kementerian transmigrasi ada 154 kawasan dari Aceh sampai Merauke.
Dan itu menjadi bagian dari program untuk revitalisasi kawasan agar apa? Agar masyarakat di kawasan transmigrasi itu bisa meningkat pendapatannya.
Kawasan transmigrasi itu dihuni oleh warga trans dalam satuan-satuan pemukiman dan warga setempat atau warga lokal. Tanggung jawab kami, kementerian transmigrasi, itu bertanggung jawab kepada seluruh kawasan.
Bukan hanya kepada satuan pemukiman warga transmigrasi, tetapi juga bertanggung jawab untuk pemberdayaan ekonomi dan pengembangan ekonomi masyarakat di masyarakat lokal.
Nah itu masyarakat yang mau untuk ikut di program transmigrasi dapetnya apa aja tuh Pak?
Sama, jadi kemarin itu saya Konawe Utara. Jadi ada warga trans yang perdampingan selaras dengan masyarakat setempat.
Malah saya sangat terkejut karena ada bupati, ada kapolres, ada beberapa warga lokal, warga setempat yang menyerahkan sertifikat sebanyak seribu hektare kepada pemerintah daerah untuk dijadikan areal pencadangan calon warga transmigrasi dengan komposisi 80 persen warga trans lokal dan 20 % transmigrasi umum.
Saya tanya, ini serius? Serius. Kenapa kami ingin punya tetangga? Kami punya tanah yang luas, tetapi kita perlu agar tanah ini juga menjadi bagian dari kami agar ada penghidupan tetangga-tetangga yang lain, agar bisa menjadi desa.
Jadi makanya konsep transmigrasi itu dari sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Kalau pada masa lalu kan menjadi tanah yang kosong. Tanah-tanah yang kosong, kemudian mereka berjuang tanpa listrik, tanpa air bersih, tanpa AC.
Kedinginan ya Pak disini?
Tanpa AC. Sudah dingin soalnya, tanpa AC. Tapi mereka berjuang untuk beranak-pinak, kemudian menjadi desa.
1567 desa loh, membentukkan program transmigrasi dari zaman Presiden Soekarno sampai Presiden Prabowo itu sesuatu yang luar biasa kan. Dari desa beranak-pinak menjadi kecamatan, kecamatan beranak-pinak menjadi kabupaten, kabupaten beranak-pinak menjadi provinsi. Dan saya banyak sekali menemuin para bupati-bupati yang mengatakan saya anak transmigrasi.
Saya warga transmigrasi generasi ke-2, generasi ke-3. Merasakan perpindahannya langsung? Merasakan gitu. Jadi mereka juga hidup rukun dengan warga lokal.
Kalau ada kasus ya itu sifatnya spesialistis ya. Tapi yang kami jumpai di beberapa kawasan transmigrasi itu mereka berkotong royong dan bekerja sama untuk sama-sama melakukan pekerjaan sesuai dengan tingkat pekerjaan mereka.
Pak mungkin bisa jadi sebutin satu daerah yang kayaknya melekat banget di Wamen Viva Yoga, pas tau ternyata perkembangan transmigrasinya menciptakan pertumbuhan ekonomi yang bagus banget di situ Pak?
Di Kuburaya, di Provinsi Kalimantan Barat. Kuburaya di Rasuha Jaya itu adalah daerah transmigrasi. Tapi sekarang menjadi ibu kota.
Di Metro Lampung, di Tulang Bawang Barat, di Mesuji, dan di beberapa kabupaten di Benggulu, Rejang Lebong. Itu adalah menjadi produk dari program transmigrasi. Yang semula hutan belantara, kemudian datang warga trans untuk menggali, untuk menggoreng, untuk mengolah tanah menjadi sesuatu.
Dan tanah itu juga menghasilkan pendapatan buat mereka, kemudian mereka melakukan kerja-kerja sosial dengan sesama warga, terus kemudian berubah menjadi banyak, kemudian mendirikan desa, desa banyak menjadikan kecamatan.
Jadi sebenarnya sering saya katakan bahwa konsep transmigrasi itu mewarisi ilmu luluhur. Jadi melakukan sebuah perjuangan untuk membangun peradaban.
Ceritanya gini. Contohnya Tunggul Ametung. Tunggul Ametung itu dia merubah desa Tumapel menjadi pusat ekonomi, pusat kekuasaan, pusat politik, pusat budaya menjadi kerajaan Singosari.
Desa Tumapel. Kemudian dilanjutkan oleh Raden Ujaya. Yang merubah desa Tarik menjadi pusat kekuasaan, pusat ekonomi, pusat budaya menjadi kerajaan Mojopahit.
Dan juga di beberapa kerajaan yang lainnya. Jadi sebenarnya program transmigrasi untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi baru, untuk menumbuhkan pusat-pusat kekuasaan baru dengan pemerintah daerahnya, dengan provinsinya, itu kan ya selaras dengan ilmu dari para luluhur sebenarnya.
Jadi menciptakan aktivitas ekonomi, aktivitas sosial, aktivitas budaya dan politik, dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dari Sabang sampai Merauke, sehingga menjadikan Indonesia ini bergerak ekonominya.
Tidak terfokus pada Pulau Jawa.
Nah itu kan tadi kita udah pengertian transmigrasi kekinian itu kan juga udah berubah Pak. Nah program-program yang diterapkan seperti apa Pak sekarang untuk menciptakan daerah-daerah yang tadi Bapak sebutin menjadi unggulan?
Nah secara prinsip ada, kita pakai bahasa 5T. Ya, transmigrasi tuntas, transmigrasi lokal, transmigrasi patriot, transmigrasi karyanusa, dan transmigrasi gotong royong. Transmigrasi tuntas itu pasti ada masalah soal status lahan ya kan? Ada beberapa sekarang yang masih berkembang, ini akan kita selesaikan. Apakah itu nanti lahannya seringkali tumpang tinggi dengan kawasan lain? Itu akan kita selesaikan.
Hasil dari keputusan Komisi B DPR Zdengan Kementerian Transmigrasi, salah satu kesimpulannya beberapa minggu yang lalu, dinyatakan bahwa ababila ada kawasan kehutanan yang berada di kawasan transmigrasi, maka Kementerian Kehutanan harus melepas hak hutannya.
Oh iya, terbaru tuh Pak. Ya itu keputusan Komisi B. Terus juga tumpang tinggi dengan korporasi, dengan pihak BUMN, dan dengan lembaga yang lainnya?
Itu nanti akan kita selesaikan secara eskalatif tahun ini secara bertahap, juga kalau tidak selesai tahun depan. Translokal, kita lebih berorientasikan pada pengembangan ekonomi, translokal menjadi salah satu strategi pembangunan, seperti yang saya ceritakan lagi ada beberapa desa yang kena abrasi, itu bisa dipindahkan atau ditransmigrasikan ke desa yang lainnya dalam satu kabupaten.
Hal yang sama juga kemarin saya ditelepon Bupati Tasikmalaya, dia mau memindahkan salah satu desanya yang selalu kena pencana alam ke daerah, ke desa yang lain.
Saya bilang, coba ke Kementerian Dalam Negeri, karena Tasikmalaya bukan kawasan transmigrasi. (Tribun/ Yud)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
Viva Yoga Mauladi
Wakil Menteri Transmigrasi
program transmigrasi
amanat Presiden Prabowo
wawancara eksklusif
Eksklusif
Tribunnews
Wawancara Ekslusif - Picauly Sebut Ekologi Pangan Berpengaruh Pada Peningkatan Kualitas SDM NTT |
![]() |
---|
Wawancara Ekslusif - NTT Punya Potensi Ketahanan Pangan Tapi Belum Dimaksimalkan |
![]() |
---|
Wawancara Eksklusif - 4S Kebijakan Strategis Kelola Sumber Daya Pesisir Inklusif dan Berkelanjutan |
![]() |
---|
Wawancara Ekslusif - Sampai Triwulan II 2025 Penjaminan Total Jamkrida NTT Capai Rp 3.6 Triliun |
![]() |
---|
Wawancara Ekslusif - Pemilik Lahan di SDN Tenau Kupang Buka Suara |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.