Nasional Terkini 

Aktor Non-State Dalang Kerusuhan Demo di Jakarta

Hendropriyono menilai bahwa ada dalang dalam aksi unjuk rasa yang ricuh di DPR pada 25 dan 28 Agustus 2025. 

Editor: Alfons Nedabang
Warta Kota.com
HEDROPRIYONO - Mantan Kepala BIN Jenderal (Purn) AM Hendropriyono seusai bertemu Ketua DPR Bambang Soesatyo di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (12/7/2019). Terbaru, Hendropriyono menyebut ada dalang kerusuhan demo di Jakarta pada 25 dan 28 Agustus 2025. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Eks Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) AM Hendropriyono menilai bahwa ada dalang dalam aksi unjuk rasa yang ricuh di DPR pada 25 dan 28 Agustus 2025. 

Hal itu disampaikan Hendropriyono usai bertemu eks pejuang Timor Timur yang bersilaturahmi dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis(28/8).

"Karena saya tahu, saya nggak lebih pintar dari kalian. Saya tidak lebih pintar. Tapi saya mengalami semua. Dan ini ada yang main begitu. Pada waktunya saya bisa sampaikan namanya yang main. Itu dari sana," katanya.

Dalang aksi unjuk rasa tersebut kata dia merupakan pihak asing yang menggerakkan kaki tangannya di Indonesia. Kaki tangan di Indonesia tersebut menurut Hendropriyono tidak menyadari sedang diperalat.

"Dari luar. Dari luar. Orang yang dari luar hanya menggerakkan kaki tangannya yang ada di dalam. Dan saya sangat yakin bahwa kaki tangannya di dalam ini tidak mengerti bahwa dia dipakai," katanya.

Menurut Kepala BIN pertama Indonesia itu, Dalang yang bermain bukanlah aktor yang mengatasnamakan negara. Meskipun bukan atas nama negara, dalang tersebut sangat berpengaruh.

Hendropriyono bahkan menyebut sejumlah nama diantaranya taipan George Soros, mantan direktur CIA George Tenet, taipan David Rockefeller.

"Sebetulnya non-state. Tapi pengaruhnya sangat besar kepada kebijakan dari negaranya. Kebijakannya itu langkah-langkahnya kita baca selalu pas dengan usulan dari non-state. Non-state tapi isinya George Soros, isinya George Tenet, isinya tadi saya sampaikan David Rockefeller, Bloomberg. Baca sendirilah kaum kapitalis begitu. Itu yang usul," katanya.

Tujuan dari dalang tersebut kata Hendropriyono yakni ingin menjajah Indonesia secara ekonomi. "Tujuannya kan sama saja. Dari dulu juga maunya menjajah. Tapi kan caranya lain. Dulu kan pakai peluru, pakai bom. Kalau kita masih diam saja ya habis kita," pungkasnya.

Sebelumnya aksi unjuk rasa menolak tunjangan berlebih anggota DPR berlangsung ricuh di depan Gedung DPR/MPR RI pada 25 Agustus 2025.

Aparat menembakkan gas air mata sementara demonstran melempar batu dan botol, dan membakar ban. Bahkan, terjadi perusakan fasilitas umum seperti pos polisi dan pembatas jalur bus Trans Jakarta.

Bentrokan tersebut berlangsung hingga malam hari dengan eskalasi yang signifikan. Selain 25 Agustus, unjuk rasa juga terjadi pada 28 Agustus 2025. Aksi buruh yang berlangsung sejak pagi telah usai sekitar pukul 13.00 WIB.

Kemudian giliran mahasiswa dari berbagai kampus tiba di lokasi untuk melanjutkan demonstrasi sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka menolak kebijakan tunjangan rumah sebesar Rp50 juta untuk anggota DPR serta menuntut keadilan bagi guru honorer.

Situasi kemudian menjadi ricuh karena massa membakar gardu listrik dan melempar botol ke dalam area gedung DPR. Polisi kemudian merespons dengan menyemprotkan air bertekanan tinggi, menembakkan gas air mata, dan memasang barikade untuk memukul mundur massa.

DPR Kosong

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved