Kamis, 18 Juni 2026

Opini

Opini: Seni Mencintai Gaya Filsafat Antik

Dalam defenisi negasinya, cinta platonik adalah relasi cinta yang tidak sampai pada nafsu birahi atau daging. 

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI ANTONIUS G PLEWANG
Antonius Guntramus Plewang 

Dalam dialog tersebut, Sokrates berdialog dengan dua pemuda, Lysis dan Menexenos, untuk menyelidiki pertanyaan mendasar tentang apa itu persahabatan? 

Melalui metode dialektika yang khas (jenis maietike), Sokrates menguji berbagai definisi tentang persahabatan. 

Ia berangkat dari pengertian bahwa pelaku persahabatan adalah “yang sama” (sesama orang baik atau sesama orang jahat), lalu ada “yang berlawanan” (antara orang baik dan orang jahat) hingga “yang tidak sepenuhnya jahat sekaligus tidak sepenuhnya baik” (antara dua orang yang merasakan adanya kebutuhan akan kebaikan). 

Teks ini memang menghadirkan argumentasi kritis dan dinamis tetapi berujung pada kebuntuan atau tanpa kesimpulan (aporia).

Orientasi dialog ini bukan untuk memberikan definisi final tentang persahabatan. 

Dialog ini bertujuan melatih para pemuda di Paiderasteia (ranah metode Pendidikan Yunani antik) berpikir secara kritis demi melahirkan pengetahuan baru. 

Ini mencerminkan orientasi pedagogis filsafat Platon yang menyatakan filsafat sebagai latihan jiwa untuk mencintai kebijaksanaan.

Gagasan filosofis utama dalam Lysis terletak pada upaya mendefinisikan hakikat persahabatan secara kritis. 

Platon, melalui Sokrates, menunjukkan bahwa persahabatan tidak saja berbicara pada tataran ketertarikan akan tampilan fisik atau latar belakang personal, kesamaan atau kebutuhan resiprositas. 

Persahabatan juga tidak ditentukan dari pihak pengasih atau kekasih saja. Persahabatan yang sejati itu muncul karena kebaikan menjadi obyek yang menyatukan dua pihak yang merasa kurang pada (proton philon) kebaikan itu . 

Namun, bagi Platon, relasi persahabatan itu harus dilandasi dengan eros yang mewakili tiga jenis rasa kurang dalam jiwa manusia: epithumia (kesenangan), thumos (harga diri), dan logistikon (pengetahuan rasional). 

Platon menawarkan logistikon sebagai landasan bagi pelaku relasi persahabatan karena itulah kebaikan sejati.

Cinta dalam Ranah Logistikon

Secara sederhana jiwa logistikon yang dimaksud Platon adalah jiwa yang berpusat di area sekitar kepala. 

Dalam pengertian itu, Platon memandang bahwa logistikon menjadi jiwa yang mampu meredam derasnya nafsu jiwa epithumia (jiwa yang berada di area perut sampai ke bawah) dan jiwa thumos (jiwa yang berada di area dada). 

Jiwa logistikon sangat penting untuk menguatkan fondasi cinta atau persahabatan. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
VS
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved