Breaking News
Rabu, 17 Juni 2026

Opini

Opini: Indonesia Emas dan Produksi Kecemasan Nasional

Negara maju lahir dari institusi yang inklusif, akuntabel, dan mampu membatasi penyalahgunaan kekuasaan. 

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI HERYON B. MBUIK
Heryon Bernard Mbuik 

Kita berbicara tentang partisipasi, tetapi ruang deliberasi publik menyempit.

Kita memuji stabilitas politik, tetapi lupa bahwa stabilitas yang terlalu nyaman bagi penguasa sering kali tidak nyaman bagi demokrasi.

Indonesia Emas membutuhkan demokrasi yang sehat. Masalahnya, demokrasi yang sehat memerlukan keberanian untuk menerima kritik. Dan kritik hanya dapat tumbuh dalam ruang publik yang bebas.

Bangsa yang terlalu sibuk merayakan dirinya sendiri biasanya kehilangan kemampuan untuk mengoreksi kesalahannya.

Di titik inilah Indonesia perlu belajar dari pengalaman banyak negara.

Daron Acemoglu dan James Robinson dalam Why Nations Fail menunjukkan bahwa kemajuan suatu bangsa tidak terutama ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam ataupun besarnya investasi, melainkan oleh kualitas institusi yang dimilikinya. 

Negara maju lahir dari institusi yang inklusif, akuntabel, dan mampu membatasi penyalahgunaan kekuasaan. 

Sebaliknya, negara gagal biasanya memiliki institusi yang eksklusif dan melayani kepentingan kelompok tertentu (Acemoglu & Robinson, 2012).

Jika tesis tersebut digunakan untuk membaca Indonesia hari ini, maka ancaman terbesar bangsa ini bukanlah perang dagang global, ketidakpastian geopolitik, atau perlambatan ekonomi dunia.

Ancaman terbesar justru berasal dari dalam. Ancaman itu berupa korupsi yang terus beradaptasi dengan berbagai bentuk baru.

Ancaman itu berupa birokrasi yang belum sepenuhnya meritokratis.

Ancaman itu berupa politik yang semakin mahal sehingga hanya dapat diakses oleh mereka yang memiliki sumber daya besar.

Ancaman itu berupa pendidikan yang belum mampu menghasilkan daya saing yang setara dengan negara-negara maju.

Ancaman itu berupa menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Karena sesungguhnya bangsa tidak runtuh ketika menghadapi tantangan dari luar. Bangsa runtuh ketika kehilangan kemampuan memperbaiki dirinya sendiri.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved