Opini
Opini: Empat Wajah Pembangunan NTT dalam Satu Dekade
Kabupaten Timor Tengah Selatan berhasil menurunkan persentase kemiskinan dan jumlah penduduk miskin secara absolut.
Pada beberapa daerah, jumlah maupun persentase penduduk miskin bahkan masih menunjukkan kecenderungan meningkat.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pembangunan telah berhasil menjaga kemiskinan agar tidak semakin dalam dan parah, tetapi belum cukup kuat untuk mendorong masyarakat keluar dari kemiskinan secara berkelanjutan.
Kelompok ini juga menunjukkan adanya populasi rentan yang cukup besar, yaitu masyarakat yang hidup sedikit di atas garis kemiskinan dan mudah jatuh miskin ketika menghadapi guncangan ekonomi.
Keempat, kerentanan struktural. Kelompok ini menggambarkan daerah yang mengalami perbaikan tertentu, tetapi belum mampu menghasilkan transformasi pembangunan yang kuat.
Secara umum, sebagian besar kabupaten dalam kelompok ini berhasil menurunkan persentase kemiskinan dan memperbaiki sebagian indikator kualitas kemiskinan.
Namun jumlah penduduk miskin secara absolut masih meningkat dan kualitas kemiskinan masih relatif berat.
Dengan kata lain, masyarakat miskin menjadi kurang miskin dibanding sebelumnya, tetapi belum cukup banyak yang berhasil keluar dari kemiskinan. Kelompok kerentanan struktural dapat dibedakan menjadi dua subkategori:
a. Transisi Rentan
Kelompok ini terdiri dari Alor, TTU, Manggarai, Rote Ndao, Sumba Barat, Ende, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Kabupaten Kupang, dan Lembata.
Kabupaten-kabupaten ini menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Sebagian berhasil menurunkan persentase kemiskinan, memperbaiki kedalaman kemiskinan, maupun menurunkan keparahan kemiskinan.
Namun perbaikan tersebut belum mampu menurunkan jumlah penduduk miskin secara absolut.
Kondisi ini menunjukkan bahwa transformasi sosial-ekonomi sedang berlangsung, tetapi fondasinya masih rapuh dan rentan terhadap berbagai guncangan ekonomi maupun lingkungan.
b. Kerentanan Struktural Berat
Kelompok ini terdiri dari Sumba Tengah, Sumba Timur, Sumba Barat Daya, dan Sabu Raijua. Kabupaten-kabupaten ini menghadapi tekanan kemiskinan yang lebih mendalam dan kompleks.
Tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan masih relatif tinggi, sementara kemampuan pembangunan dalam menghasilkan transformasi ekonomi yang mampu mengurangi kemiskinan secara berkelanjutan masih terbatas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Dr-Stepanus-Makambombu-01.jpg)