Opini
Opini: Pertumbuhan Ekonomi yang Belum Menenangkan
Masyarakat tidak merasakan ekonomi melalui angka PDB atau PDRB, melainkan melalui harga barang, kesempatan kerja, dan daya beli.
Selain itu, momentum pertumbuhan harus dimanfaatkan untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui investasi pada sumber daya manusia, infrastruktur logistik, dan konektivitas antarpulau.
Tanpa langkah tersebut, NTT akan terus berada dalam posisi rentan terhadap setiap gejolak ekonomi nasional maupun global.
Pertumbuhan mungkin tetap tercatat, tetapi dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat akan terbatas.
Pada akhirnya, data triwulan I-2026 menghadirkan dua pesan sekaligus. Pertama, Indonesia dan NTT masih mampu tumbuh di tengah tekanan ekonomi global.
Kedua, pertumbuhan tersebut belum cukup kuat untuk menenangkan pasar dan mengurangi berbagai kerentanan yang masih ada.
Karena itu, tantangan pemerintah ke depan bukan hanya menjaga agar pertumbuhan tetap tinggi, tetapi memastikan bahwa pertumbuhan tersebut lebih berkualitas, lebih merata, dan lebih tahan terhadap guncangan.
Keberhasilan ekonomi tidak ditentukan oleh seberapa besar angka pertumbuhan yang dicapai, melainkan oleh seberapa besar kepercayaan yang mampu dibangun dan seberapa luas manfaatnya dirasakan masyarakat.
Itulah sebabnya, meskipun ekonomi masih tumbuh, pertumbuhan itu belum sepenuhnya menenangkan. (*)
Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Petrus-Kanisius-Siga-Tage-01.jpg)