Opini
Opini: Hantavirus dan Kepanikan Publik-Ketakutan Lebih Cepat Menyebar daripada Virus
Pada akhirnya, Hantavirus mengajarkan satu hal penting kepada kita: di era digital, wabah tidak selalu dimulai dari virus.
Kita membutuhkan langkah yang lebih nyata dan sistematis. Pertama, pemerintah dan institusi kesehatan harus memperkuat komunikasi kesehatan digital yang cepat, sederhana, dan mudah dipahami masyarakat. Edukasi kesehatan tidak boleh kalah cepat dari TikTok dan Instagram.
Kedua, tenaga kesehatan dan akademisi harus mulai aktif hadir di media sosial dengan bahasa yang lebih humanis dan membumi.
Masyarakat membutuhkan penjelasan yang menenangkan, bukan istilah medis yang rumit.
Ketiga, media massa nasional harus kembali menjadi benteng literasi publik dengan menghadirkan jurnalisme kesehatan yang edukatif, bukan ikut memperbesar kepanikan demi trafik pembaca.
Keempat, masyarakat sendiri harus belajar menjadi pengguna media sosial yang lebih bijak: memverifikasi informasi, tidak mudah membagikan kabar menakutkan, dan mengutamakan sumber resmi kesehatan.
Pada akhirnya, Hantavirus mengajarkan satu hal penting kepada kita: di era digital, wabah tidak selalu dimulai dari virus.
Kadang ia dimulai dari ketakutan yang dibagikan berjuta-juta kali tanpa pemahaman. Dan ketika masyarakat lebih percaya pada kepanikan daripada pengetahuan, maka yang sakit bukan hanya tubuh manusia, tetapi juga akal sehat bangsa ini. (*)
Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Prima-Trisna-Aji2.jpg)