Opini
Opini: Basilius Agung di Era Globalisasi
Gereja yang berpartisipasi dalam budaya dengan kritis dan kreatif adalah Gereja yang setia pada misi inkarnasi.
Ia menyajikan kosmologi Kristen yang melampaui batasan spasial dan temporal, tetap teratur dan disengaja.
Basilius melihat kisah penciptaan dalam Kitab Kejadian sebagai narasi dengan pesan teologis yang mendalam: wahyu Allah sebagai Pencipta.
Pengakuan akan Allah sebagai Bapa semua manusia menghancurkan sekat-sekat eksklusivitas dan membangun solidaritas universal. Jika Allah adalah Bapa kita semua, maka semua manusia adalah saudara.
Implikasi etis dari kebenaran teologis ini sangat radikal: kita tidak bisa mengklaim mencintai Allah yang tak terlihat sambil membenci atau mengabaikan saudara kita yang terlihat.
Hanya dengan berakar pada Allah Pencipta, kita dapat menjadi rekan-rekan sekerja Allah dalam merawat ciptaan dan membangun peradaban kasih.
Dalam konteks krisis ekologi dan ketidakadilan sosial saat ini, teologi penciptaan menawarkan fondasi teologis yang kokoh untuk aksi sosial dan pelestarian lingkungan.
Penutup
Tiga hal penting ini: partisipasi kritis-kreatif dalam budaya, tanggung jawab sosial di era globalisasi, dan keterbukaan terhadap Allah Pencipta; bukanlah tiga hal yang terpisah, melainkan satu kesatuan yang utuh.
Gereja yang berpartisipasi dalam budaya dengan kritis dan kreatif adalah Gereja yang setia pada misi inkarnasi.
Gereja yang menjalankan tanggung jawab sosial adalah Gereja yang menghidupi kasih Kristus secara konkret. Dan Gereja yang terbuka bagi Allah Pencipta adalah Gereja yang menemukan identitas dan misinya yang sejati.
Tantangan Gereja masa kini bukanlah hal yang mudah karena tantangan itu selalu mengalami perubahan.
Namun, dengan berpegang pada warisan iman para Bapa Gereja seperti Santo Basilius Agung dan membukanya bagi konteks kekinian, Gereja akan tetap menjadi "sakramen umum keselamatan" bagi dunia.
Pada akhirnya, hanya dengan bersahabat dengan Kristus, Allah yang berwajah manusiawi dan terbuka bagi Allah Pencipta, kita dapat membangun dunia yang lebih adil dan bersaudara.
Inilah misi Gereja sepanjang zaman, yang tetap relevan dan mendesak untuk dihidupi hari ini. (*)
Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Redegundis-Kesa.jpg)