Opini
Opini: Lapangan Kerja di Antara Data dan Denyut Kehidupan
Di tengah suasana itu, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis: tingkat pengangguran terbuka (TPT) Indonesia kembali menurun.
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, diperlukan data yang lebih dalam dan komprehensif.
Data Sakernas memang memberikan gambaran kondisi tenaga kerja, tetapi belum sepenuhnya menjelaskan bagaimana lapangan kerja terbentuk dan berkembang.
Di sinilah Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) menjadi relevan. Pada SE2016, sekitar 98 persen usaha non-pertanian Indonesia adalah usaha mikro dan kecil — kondisi yang kemungkinan besar masih berlaku hingga kini, termasuk di NTT.
SE2026 memberi kesempatan untuk memotret ulang struktur itu setelah satu dekade.
Melalui pendataan karakteristik, permodalan, daya saing, hingga kendala usaha, SE2026 dapat membantu menjelaskan mengapa penciptaan lapangan kerja formal belum mampu mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja.
Lebih dari itu, dengan memetakan sektor-sektor yang sedang berkembang dan memiliki potensi investasi tinggi, data SE2026 memberi pijakan bagi pemerintah dan pelaku usaha untuk mengarahkan investasi ke tempat yang tepat.
Dan dengan tersedianya informasi tentang sejauh mana pelaku usaha telah memanfaatkan teknologi digital, pemerintah dapat merancang intervensi yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan literasi dan adopsi digital di masyarakat, termasuk di NTT.
Pada akhirnya, data bukanlah angka untuk menenangkan atau meresahkan, tetapi untuk membantu memahami realitas secara lebih utuh sebelum mengambil langkah kebijakan.
Agar tujuan itu tercapai, dibutuhkan kerja bersama dari seluruh pihak, mulai dari pemberi data, pengumpul dan pengolah data, hingga pengguna data itu sendiri. (*)
Simak berita, artikel opini atau cerpen POS-KUPANG.COM di Google News
Dian Saskia Bani
Opini Pos Kupang
Tingkat Pengangguran Terbuka
Sensus Ekonomi 2026
Sensus Ekonomi
Menciptakan Lapangan Kerja
lapangan kerja
lapangan kerja baru
Meaningful
| Opini: Ketidakpatuhan Pengelolaan Keuangan Negara dan Daerah |
|
|---|
| Opini: Jangan Tunggu Kacau- Mengapa Lembaga Kita Gagal Mengelola Risiko? |
|
|---|
| Opini: Lamalera dan Dunia yang Hampir Kehilangan Jiwa |
|
|---|
| Opini - Merenungkan Peristiwa Mulia Selama Bulan Maria yang Bertepatan dengan Masa Paskah |
|
|---|
| Opini: Kemanusiaan harus Melampaui Legalitas- Catatan untuk Bupati Ende |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Dian-Saskia-Bani.jpg)