Jumat, 8 Mei 2026

Opini

Opini: TAMASYA- Jawaban atas Krisis Daycare

Saat ini, layanan daycare berada di bawah berbagai kementerian dan lembaga dengan standar yang berbeda-beda. 

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOK PRIBADI
Eduardus Johanes Sahagun. 

Mereka tetap harus menjadi bagian dari pengawasan seerta dari sistem pengasuhan, melalui komunikasi yang aktif dan keterlibatan dalam pemantauan perkembangan anak.

Jika ditilik lebih dalam, kasus daycare di Yogyakarta sebenarnya adalah gambaran dari kondisi sebelum prinsip-prinsip seperti TAMASYA diterapkan secara luas. 

Apa yang terjadi di sana: kekerasan, pengabaian, hingga praktik pengasuhan yang tidak layak. Ini adalah hal-hal yang justru ingin dicegah dari pendekatan ini. 

Dengan kata lain, kasus tersebut mempertegas urgensi kehadiran sistem pengasuhan yang lebih terstandar.

Kendati begitu, harus diakui bahwa implementasi TAMASYA masih menghadapi tantangan. Salah satu persoalan utama adalah belum terintegrasinya kebijakan antar sektor. 

Saat ini, layanan daycare berada di bawah berbagai kementerian dan lembaga dengan standar yang berbeda-beda. 

Akibatnya, pengawasan menjadi tidak optimal, dan celah bagi praktik yang tidak memenuhi standar masih terbuka.

Selain itu, TAMASYA masih banyak dipahami sebagai program, bukan sebagai sistem yang mengikat. Artinya, belum semua daycare menjadikannya sebagai acuan. 

Padahal, jika ingin mencegah kasus serupa terulang, pendekatan seperti ini perlu ditingkatkan menjadi standar nasional yang wajib dipenuhi oleh setiap penyedia layanan pengasuhan anak.

Persoalan lain yang tidak kalah penting adalah minimnya literasi masyarakat. Banyak orangtua yang belum memiliki informasi yang cukup untuk menilai apakah sebuah daycare layak atau tidak. 

Keputusan sering kali diambil berdasarkan kedekatan lokasi atau biaya, bukan pada kualitas layanan. Dalam kondisi seperti ini, anak menjadi pihak yang paling rentan menjadi korban. 

Dari sudut pandang pembangunan sumber daya manusia, isu ini tidak bisa dianggap remeh. Pengalaman masa kecil, termasuk perlakuan yang diterima di daycare, akan sangat memengaruhi perkembangan anak ke depan. 

Kekerasan atau pengabaian tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga pada kesehatan mental, kepercayaan diri, dan kemampuan sosial.

Lebih jauh lagi, hal ini juga berkaitan dengan agenda besar bangsa, termasuk pencegahan stunting. 

Anak yang tidak mendapatkan pengasuhan yang baik berisiko mengalami gangguan tumbuh kembang, baik secara fisik maupun psikologis. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved