Kamis, 7 Mei 2026

Opini

Opini: Melodi Rosario di Malam Sunyi

Ada tradisi dalam Gereja Katolik yaitu bulan Mei dan bulan Oktober adalah bulan yang dikhususkan untuk Bunda Maria. 

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
POS-KUPANG.COM
Bernabas Haki 

Potret Keimanan Masyarakat Nusa Tenggara Timur di Bulan Maria

Oleh: Bernabas Haki
Mahasisawa Fakultas Filsafat Univeritas Katolik Widya Mandira Kupang, Nusa Tenggara Timur.

POS-KUPANG.COM - Nusa Tenggara Timur ( NTT) adalah sebuah provinsi yang dikenal sebagai provinsi dengan mayoritas agama Kristen Katolik. 

Data BPS 2024 mencatat bahwa agama Kristen Katolik menempati urutan pertama dengan presentase sebesar 53,46 juta jiwa. 

Ada tradisi dalam Gereja Katolik yaitu bulan Mei dan bulan Oktober adalah bulan yang dikhususkan untuk Bunda Maria. 

Maka setiap kali bulan Mei dan Oktober tiba, sunyi malam di  bumi Flobamora menjelma menjadi ruang liturgi yang hidup. 

Baca juga: Doa Harian Katolik: Doa Rosario Suci yang Dilantunkan Setiap Hari

Ada desau angin dan kidung yang memecah sunyi ketika senja pergi perlahan-lahan dan kegelapan mulai menyelimuti kampung-kampung di NTT

Mulai dari pedalaman Flores, perbukitan Timor, sabana Sumba, hingga pesisir Alor dan Rote. Dalam sunyi dan diam inilah muncul suasana mistis dan spiritual. 

Keheningan malam tidak lagi mencekam, melainkan berubah menjadi hangat saat sayup-sayup terdengar lantunan lagu Ave Maria atau O Maria Bunda Penolong.

Anak-anak yang dibaluti dengan kain lipa karena dinginnya malam, kaum muda hingga para tetua berjalan beriringan dalam kegelapan, dan hanya diterangi oleh seberkas cahaya senter atau obor bambu. 

Mereka berjalan menuju rumah salah satu umat yang merupakan tempat untuk mendaraskan doa rosario bergiliran. 

Malam yang hening dan sunyi seketika pecah oleh "melodi" untaian doa Rosario yang didaraskan bersama.

Di NTT, rosario juga merupakan lambang pengikat solidaritas sosial. Doa Rosario di bulan Maria juga bukan sekadar ritus ibadah pribadi yang sunyi di dalam kamar. 

Ia adalah ritus komunal. Doa dilaksanakan di Kelompok Umat Basis (KUB) yang membuat orang mengenal satu sama lain serta bercandaria selepas doa rosario selesai. 

Nada dan melodi doa yang berulang-ulang "Salam Maria, penuh rahmat..." menjadi jembatan yang merekatkan kembali retakan-retakan sosial sehari-hari.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved